
Anderson meletakkan sendok di atas piring hingga dentingan keras terdengar,membuat suasana semakin mencekam,Eva yang berada di sana merasa takut,dan juga merasa serba salah apalagi melihat ibu mertuanya yang sudah menagis sesenggukan.
"Apa yang salah,Carles bukan anak kecil lagi bahkan kamu tidak tau mungkin sebanyak apa asetnya di luar sana,bahkan dia punya hotel sendiri,saat dia pergi dari rumah ini,apa perlu kita khawatir kepadanya kamu membuat ku kehilangan selera makan." Ucap anderson,membuat Marta semakin sedih.Anderson pergi meninggalkan Marta dan Eva di meja makan,dia paling benci melihat istrinya menangis sepeti anak kecil.
"Ma...Maafkan Eva ma,ini semua karena kehadiranku di rumah ini,aku hannya bingung saja entah apa yang terjadi kepada Carles hingga dia selalu menuduh aku yang tidak-tidak, aku tau dia sangat terpukul setelah kami kehilangan bayi kami,tapi aku juga tidak menginginkan semua ini terjadi ma." Ucap Eva,dia berpura-pura sedih,di hadapan mama mertuanya,agar Marta semakin membelanya.
"Sudahlah aku juga bingung,aku sangat tau sifat anakku,aku yang membesarkan dia,memang dia orangnya keras kepala,dia akan mempertahankan semua kebenaran nya jika memang itu benar adanya." Ucap Marta.Mendengar ucapan Marta,Eva sedikit cemas takut jika ibu mertuanya akan beralih membela Carles dan mencari kebenaran yang sesungguhnya.
****
Sudah hampir dua Minggu Carles tinggal bersama Rebecca di salah satu rumah mewah milik Carles.Eva semakin merasa tidak nyaman tinggal bersama mertuanya Karena setiap hari Marta selalu menanyakan tentang Carles kepadanya,bahkan ibu mertuanya semakin banyak berubah,seperti menyalakan dia sebagai istri yang tidak bisa menjaga suaminya.
"Eva,kapan katanya Carles kembali ke rumah ini,bukan kah dia setiap hari berangkat ke kantor,harusnya kamu bisa dong menemui dia,atau kamu tidak berniat untuk membujuk dia kembali ke rumah ini,ingat kamu menjadi nyonya di rumah ini kalau memang dia ada," Ucap Marta,dia kembali menekan Eva,sementara Anderson tidak berbicara sedikit pun cuma sikapnya semakin dingin kepadanya.
"Baik ma aku akan menemuinya nanti." Ucap Eva.Dia sangat kesal karena semua orang di rumah mewah itu seakan tidak ada yang peduli dengannya.Setelah kedua mertuanya,pergi menghadiri acara pesta anak pejabat,Eva langsung pergi meninggalkan rumahnya,dia menemui kedua orang tuanya di perusahan mereka.
"Papa....Mama..." Eva berlari menghampiri kedua orang tuanya yang sedang duduk santai di sopa.Eva menyalami papanya,dan memeluk mamanya setelah itu dia duduk diantara kedua orang tuanya.
__ADS_1
Rini dan Bram saling menatap,mereka sedikit heran melihat wajah Eva yang terlihat lesu,bahkan dia seperti tidak memiliki gairah untuk hidup.
"Kamu kenapa,apa kamu punya masalah wajahmu tidak seperti biasanya!!" Ucap Rini,dia seakan mencari tau masalah putri kesayangannya.
"Aku sangat frustasi saat ini ma,sampai sekarang carles belum juga kembali ke rumah,kedua mertuaku seakan menyalahkan aku,sekarang aku kesal melihat kedua orang tua itu,mereka terlalu egois seharusnya mereka menasehati anaknya bukan malah menyalahkan menantunya sepeti ini." Ucap Eva,dia menghela napas berat.Bram yang mendengar keluhan putri kesayangannya langsung beranjak dari tempat duduknya,
"Dasar keluarga tidak tau diri,kenapa mereka harus menyalahkan kamu,seharusnya dia mencari keberadaan anaknya bukan malah menyalahkan kamu,tenang saja serahkan semuanya sama papa,aku akan hancurkan orang yang mencoba menyakiti mu." Ucap Bram,lalu dia mengambil ponsel dari kantong celananya lalu menghubungi seseorang.
Tidak perlu menunggu lama tiga orang pria datang menghampiri Bram,mereka adakah pria-pria yang selalu bekerja di belakang Bram,
"Papa,aku tidak ingin papa melakukan hal yang aneh kepada carles,jangan terlalu nekat pa,mereka jauh lebih hebat dari pada kita,dan Carles adalah pewaris keluarga Anderson,mereka tidak akan melepaskan siapa pun yang menganggu Carles." Eva mengingatkan papanya agar tidak melangkah terlalu jauh,karena dia tau papanya adalah pria berdarah dingin.
"Tidak usah khawatir sayang,papa tau batasan papa,kamu tinggal tenang saja duduk yang manis di rumah,jika kamu merasa tidak nyaman tinggal dengan mertua mu sekarang ini,lebih baik untuk sementara kamu tinggal bersama kami,iya kan ma??" Ucap Bram dengan senyum yang sangat jahat.
"Entahlah papa, aku takut nanti mama mertua semakin menekan ku,ini semua gara-gara Rebecca,kalau bukan karena dia mungkin hidup ku sudah bahagia,aku takut papa,jangan-jangan wanita itu masih hidup." Ketiga pria itu saling menatap,
"Tidak mungkin nyonya karena aku masih mengingat jelas aku membuang mayatnya ke tebing yang sangat tinggi siapa yang berani turun kesana pasti tidak ada." Ucap salah satu di antara ketiga pria itu.
__ADS_1
"Jangan khawatir,ketiga anak buah papa ini adalah orang-orang andalan papa,mereka belum pernah gagal melakukan misinya,sehebat apa wanita itu hingga bisa hidup lagi saat mayatnya sudah di buang ke tebing yang cukup tinggi mungkin hantunya yang sudah gentayang..Hahahaha..." Ucap Bram,dia cukup mempercayai semua ucapan anak buahnya setelah mereka berhasil menghabisi Rebecca dan membuat mobil yang dibawa Leon saat kecelakaan terjadi.
****
Sementara itu di rumah mewah milik Carles,Rebecca mona dan nenek Marni sedang menunggu kurir datang ke rumah mereka setelah mereka belanja online yang senang banyak.
Hari ini Rebecca merayakan kebahagiannya setelah Leon membawa nenek Marni ke rumah mereka dan sekarang Rebecca dan nenek Marni kembali tinggal bersama.
" Kamu belanja terlalu banyak Rebecca,tidak boleh buang-buang uang seperti itu,suami mu sudah capek mencari uang,kamu hannya membuang untuk membeli barang yang belum tentu kamu pakai!!" Sungut Nenek Marni,Rebecca langsung memeluk neneknya hari ini hatinya benar-benar bahagia setelah mereka bisa tinggal bersama lagi.
"Ini karena aku sangat bahagia nenek,makanya aku mentraktir semua orang yang ada di rumah ini kecuali penjaga gerbang.Kalau kepada para penjaga gerbang lebih baik aku kasih uang saja.Aku melakukan ini karena aku bahagia akhirnya kita bisa bersama lagi nenek bahkan saya aku melahirkan nanti nenek juga sudah bisa menjaga ku." ucap Rebecca,Tampa melepaskan pelukannya sedikit pun dari tubuh neneknya.
"Kamu berlebihan nak,nenek juga sangat bahagia ,mulai sekarang aku tidak perlu memikirkan mu setiap malam lagi karena kita sudah bersama." Ucap nenek Marni sambil mengelus rambut cucunya.
Nenek Marni sampai sekarang merasa sangat aneh,karena rumah mewah milik suami carles di jaga beberapa pria bertubuh tegap,bahkan mereka menjaga ketat rumah itu,dan mengajukan banyak pertanyaan jika ada orang baru yang datang kesana,sekali pun itu pembantu.
*** bersambung***
__ADS_1