Cinta Untuk Anjani

Cinta Untuk Anjani
Sekretaris cadangan


__ADS_3

"Bu,,Anjani berangkat ya bu?" Anjani pamit lalu mencium tangan dan memeluk ibunya yang menangis seakan tak rela melepasnya untuk pergi. Tapi Anjani harus pergi demi kehidupan yang lebih baik untuk dirinya dan juga keluarga kecilnya.


"Iya nak,,hati-hati di jalan. Dan ingat pesan ibu baik-baik ya nak? Jaga diri mu." Dengan berat hati ibunda Anjani pun melepas anak gadisnya dengan tangis dan memberi wejangan sebelum melepas Anjani pergi.


"Kakak,,jangan pergi! hu..hu..hu.." Adik kecil Anjani yang bernama Alena pun memeluk kaki Anjani sambil menangis.


Anjani tak tega melihatnya. "Alena sayang,,kakak harus pergi demi kita, supaya Alena bisa sekolah. Doakan kakak ya sayang?" Ujar Anjani menangis lalu memeluk Alena gadis kecil yang masih berumur sembilan tahun tersebut, yang harus rela di tinggal ayah mereka yang meninggal karena kanker yang sudah lama di idapnya.


Sembari memeluk Alena,mata Anjani pun mencari-cari sosok adik laki-lakinya Bagas,yang masih berumur empat belas tahun yang duduk meringkuk di balik meja,menunduk diam,namun matanya kosong menatap lantai papan rumah mereka yang sudah rapuh.


Anjani pun datang dan langsung memeluknya. "Bagas,,kakak berangkat ya? kakak titip ibu dan Alena. Sekarang Bagas lah pengganti ayah dan kakak untuk menjaga mereka. Doakan kakak ya?" ujar Anjani.


Bagas pun berontak dan melepaskan pelukan Anjani,lalu berlari masuk dan mengunci pintu kamarnya.


Anjani tau walaupun Bagas tak berkata apa-apa tapi Bagas tak rela kakaknya pergi meninggalkan mereka.


Anjani hanya bisa menghela nafas panjang. Anjani juga tak ingin pergi dan meninggalkan mereka,tapi dia harus pergi,karena ini sudah menjadi tanggung jawabnya setelah kematian ayahnya.


Dengan hati yang sedih Anjani pun melangkah keluar dari rumah dengan iringan tangis dari ibu dan adiknya Alena.


*****


Anjani;


Perkenalkan nama ku Anjani vatiya, Ayah ku baru saja meninggal dunia, sehingga aku harus merantau ke Jakarta untuk mencari nafkah menggantikan posisi ayah ku.


Dengan bekal seadanya dari ibu ku,aku pun menyewa kos-kosan kecil lalu mencoba mencari pekerjaan hanya berbekal ijazah SMA.


Namun begitu aku pun sangat bersyukur karena akhirnya aku pun mendapatkan pekerjaan sebagai seorang sekretaris cadangan di kantor dari perusahaan yang besar dan cukup bonafide di kota Jakarta.


Entah kenapa aku disebut sekretaris cadangan,aku juga awalnya tak mengerti,sampai teman satu kantor ku pun bercerita pada saat kami istirahat makan siang di kantin kantor ku.


"Anjani, lu bingung ya di bilang sekretaris cadangan? lu nggak tau kan kenapa?" Kata Mila memecah suasana saat kami sedang menikmati makan siang.

__ADS_1


"Iya,,gua nggak tau. Memangnya kenapa ya?" Bukannya menjawab teman-teman ku malah tertawa terbahak-bahak..


"Udah,ntar juga lu paham sendiri lah." Kata Ardi sambil cengengesan.


Aku semakin bingung. Kenapa mereka tertawa? Hmm,sungguh aneh.


*****


Tak terasa hampir tiga bulan sudah Anjani bekerja di kantor ini. Semuanya dijalaninya dengan sungguh-sungguh demi keluarganya yang berharap besar padanya. Anjani pun bersyukur akhirnya dia bisa mengirim sebagian gajinya ke kampung.


Sebagai karyawati baru,Anjani pun mengerjakan tugas yang di berikan oleh Handoko yang merupakan tangan kanan bosnya,karena Direktur mereka yang bernama Edward itu lebih sering berada dan bekerja diluar kota. Sehingga semua urusan di Jakarta pun di tangani oleh Handoko.


Edward yang merupakan seorang laki-laki berdarah campuran indo-jerman itu tampak sempurna dimata setiap orang yang menatapnya. Kulitnya yang putih bersih, dengan wajahnya yang tampan dan berhidung mancung, ditopang oleh tubuhnya yang tinggi dan atletis. Sangat sempurna sehingga banyak wanita yang tergila-gila padanya. Namun entah kenapa Edward yang sudah berumur hampir tiga puluh lima tahun tersebut belum juga menikah. Dia pun tampak lebih menikmati kesendiriannya.


Setelah Beberapa bulan bekerja di kantor nya, baru hari itulah Anjani bertemu dengan sosok Direkturnya yang menawan itu. Saat Anjani sibuk dengan komputernya tiba-tiba ada yang menyapanya. "Pagi." Sambil berlalu, namun aroma tubuhnya yang wangi itu pun seakan tertinggal dan hinggap dihidung mungil namun mancung milik Anjani.


Anjani pun gelagapan karena kaget dan langsung berdiri dan berkata. "Pagi mas,eh pak,aduh maaf." Jawabnya canggung sambil menunduk menahan malu.


Edward pun hanya tertawa kecil melihat Anjani sambil berlalu masuk ke dalam ruangan nya.


" Braaak." Tiba-tiba meja Anjani pun di gebrak oleh seseorang.


Anjani pun terkejut karena tiba-tiba ada sosok lain berdiri didepannya. Cantik banget, Siapa dia? Kenapa dia menggebrak meja ku? pikir Anjani kebingungan.


"Heh,anak baru. Jangan coba-coba lu ya? Pak Edward itu milik gua. Awas lu!" Ujar wanita cantik itu sambil berlalu pergi mengikuti langkah Edward kedalam ruangannya,meninggalkan Anjani yang masih bingung karena dia masih belum tau siapa wanita itu dan apa maksud ucapannya. "Huh." Anjani pun terduduk dengan lesu.


*****


Semua pekerjaan yang rumit dan membuat otaknya sakit, akan hilang saat berkumpul pada makan siang bersama teman-teman kantornya yang lucu. Mereka bernama Mila,Ardi,dan Siska. Dan Anjani pun tak sabar untuk bercerita pada mereka.


Saat mereka telah duduk dengan makanan di depan mejanya,Anjani pun langsung menggerutu.


"Kesel,kesel,keseeel.! Siapa sih tu cewek? Pagi-pagi juga udah berani gebrak-gebrak meja gua sambil ngancem-ngancem lagi.!" Ujar Anjani dengan wajahnya yang cemberut.

__ADS_1


Mereka pun memandang Anjani dengan heran. "Kenapa lu?" Kata Mila sambil celingukan ke arah Ardi dan Siska.


"Ya itu,tadi pagi gua baru aja menikmati suasana saat Pak Edward lewat dan nyapa gua,dia pun bilang "Pagi." terus gua langsung berdiri,karena gua kaget jadinya gua bilang pagi mas,,eh pak,aduh maaf,gitu, karena gua kan salah ucap gara-gara grogi." cerita Anjani sambil tertawa.


Teman-temannya pun ikut tertawa mendengar kata-kata dan cara kocak Anjani saat bercerita.


"Baru juga menikmati ketawa kecil pak Edward gara-gara gua salah ngomong,trus gua masih nyium wanginya dia,eh tiba-tiba tu cewek dateng langsung ngegebrak meja gua,sambil bilang,lu jangan macam-macam,jangan coba-coba buat gangguin Pak Edward karena Pak Edward itu milik gua, Awas lu. Gitu katanya." Ujar Anjani bercerita sambil memajukan mulutnya karena gemas pada perempuan tersebut.


Teman-temannya pun tertawa mendengar ceritanya. Lalu Siska pun berkata sambil tertawa. "Hahaha,lu di bentak sama Cindy? Itu kan sekretaris pribadinya Pak Edward? pantes aja dia marah sama lu,takut ntar Pak Edward lu rebut dari dia secara lu kan juga nggak kalah cantik sama Cindy,trus lu juga sekretaris,walau cuma sekretaris cadangannya dia. Ntar kalo dia nggak masuk baru deh lu yang bakal gantiin dia,masa nggak paham juga sih?Hahaha." Teman-temannya pun ikut mengangguk-angguk tanda setuju.


Hmm,berarti gara-gara itu dia marah,dan namanya adalah Cindy. catat dulu biar nggak lupa,ujar Anjani dalam hati.


"Lagian lu musti tau lah pak Edward kan ganteng banget,ramah,wangi,kaya,trus yang paling penting dia itu masih single alias jomblo,makanya banyak yang coba deketin tapi mental alias tak kesampaian gara-gara si nenek sihir cantik bernama Cindy itu." Ujar Mila serius.


"Ah, kalau bagi gua dari pandangan mata seorang lelaki,,Cindy mah nggak ada apa-apanya dibandingkan sama Anjani. lu juga cantik,tinggi,,langsing,bohai." Ardi nyeletuk menggoda Anjani.


"Terus,terus,terus aja lu muji-muji gua paling juga lu minta di bayarin lagi makanya muji-muji gua kan?" Ujar Anjani pura-pura cemberut.


"Becanda lho sayaaang." Ujar Ardi sambil mencubit pipi Anjani.


Anjani pun menepis tangan Ardi berpura-pura marah pada Ardi.


Teman-temannya pun tertawa-tawa melihat tingkah mereka berdua. lalu mereka pun melanjutkan makan siangnya.


Sambil makan Anjani pun teringat dengan Cindy. Dia pun masih menyimpan rasa kesal pada Cindy. Awas aja lu? pikir Anjani.


******


Hay... Teman-teman.


terimakasih sudah singgah di komik pertama ku ini. Tolong beri komentar,kritik dan saran ya? agar aku bisa memberikan suguhan cerita yang lebih menarik lagi. jangan lupa vote dan likenya ya?


love... love... untuk kalian semua...😍😍😍😘😘😘😘😘

__ADS_1


******To be continued*****


__ADS_2