Cinta Untuk Anjani

Cinta Untuk Anjani
Begitu banyak cinta untuk Anjani


__ADS_3

Anjani tampak menahan rasa sakit yang luar biasa. Dadanya terasa panas seperti terbakar. Darah segar terus mengalir dari tubuh dan mulutnya. Berkali-kali Anjani terbatuk dan darah pun muncrat dari mulutnya.


Andini pun terus menekan dada Anjani agar darahnya tak keluar semakin deras.


"Anjani, bertahanlah sayang?" Andini tampak sangat kuatir pada kondisi Anjani yang terluka parah. Walaupun Andini sudah terbiasa menghadapi pasiennya yang terluka parah,namun kali ini Andini tak bisa membohongi hatinya. Dia sangat bersedih dan tangisnya pun tak dapat dibendung lagi. Karena Anjani begitu berharga baginya. Andini seakan melihat sosok Cindy adiknya pada diri Anjani. Sehingga dia pun berharap agar Anjani bisa selamat.


Mobil ambulan pun melaju dengan kencang di ikuti oleh mobil Steve yang ditumpangi oleh Ardi dan Aditya yang tampak tegang.


Aditya yang mengemudikan mobil sesekali menatap ke arah Steve yang meringis menahan sakit. "Santai aja bro,aku belum akan mati sekarang." ujar Steve yang melihat rasa kuatir pada Aditya. Walaupun Steve berusaha bercanda,Aditya tetap melihatnya dengan serius. Aditya pun mengimbangi laju ambulan yang berlari kencang berharap Anjani dan Steve bisa selamat.


Sesampainya di rumah sakit Andini pun langsung meminta pada perawat agar menyiapkan ruang operasi bagi Anjani. Namun Anjani menahannya dan meminta untuk memanggilkan Ardi dan Aditya. "Tolong kak,panggilkan Ardi dan kak Adit sekarang?"


Andini pun semakin menangis mendengarkan permintaan dari Anjani. Andini tau kalau harapan Anjani untuk hidup sangat tipis, karena dia telah kehilangan banyak darah. Namun Andini tak ingin Anjani putus asa, mereka harus mencoba menyelamatkannya walaupun harapannya sangat tipis.


Tak berapa lama,Ardi,Aditya dan Steve pun sampai di rumah sakit. Andini pun langsung menyongsong mereka,sambil menangis Andini pun menyampaikan permintaan Anjani. "Anjani ingin bertemu dengan kalian berdua." Andini berkata pada Ardi dan Aditya.


Ardi dan Aditya pun langsung berlari masuk dan mendekati Anjani yang terbaring lemah. Ardi pun menangis memeluknya. "Sayang,,kamu harus bertahan. Aku mohon kamu harus hidup untuk sikecil kita?" Ardi menangis dibadan Anjani yang sudah basah oleh darahnya sendiri.


"Ardi sayang,terimakasih untuk semua pengorbanan kamu untuk ku. Aku minta maaf atas semua kebodohan ku." Anjani menangis dan berkata dengan lemah.


"Udah sayang,kamu jangan bicara seperti itu. Sekarang kamu harus operasi dulu agar pelurunya bisa dikeluarkan ya?" Ardi pun berdiri dan menoleh ke arah Andini,namun tangannya ditarik oleh Anjani.


"Ardi,aku nggak punya waktu banyak lagi sekarang. Tolong dengarkan permintaan ku!." Anjani memohon agar Ardi kembali duduk di sisinya. Beberapa kali Anjani terbatuk dan darah segar pun muncrat dari bibirnya.


Ardi pun langsung kembali duduk di samping Anjani,dia pun tak sanggup menahan air matanya melihat kondisi Anjani yang terluka sangat parah.


Tangannya terus menggenggam dan menciumi tangan Anjani. "Aku mohon sayang, untuk kali ini kembalilah! Kamu udah berkali-kali pergi meninggalkan aku, tolong jangan pergi lagi. Aku mohon?!" Ardi pun menangis sesenggukan sambil terus menciumi tangan Anjani.


"Ma..maafkan aku sayang? Aku juga ingin berada disisi kalian semua. Namun,bila aku pergi, tolong jaga Anjani kecil untuk ku!." Anjani pun berkata dengan suara yang semakin melemah,dia pun menangis dan berkali-kali tersengal dan terbatuk-batuk dengan darah yang terus mengalir dari tubuh dan mulutnya.

__ADS_1


"Kak Adit,disini ada rekaman pengakuan dari Edward dan Handoko. Tolong pastikan mereka menerima hukuman seberat-beratnya. Dan jangan biarkan mereka menyentuh Anjani kecil ku. Aku mohon tolong lindungi Anjani anak ku." Anjani pun memohon pada Aditya. Aditya pun mengangguk dan menggenggam tangan Anjani yang menyerahkan handphonenya pada Aditya.


"Kamu jangan kuatir Anjani. Aku pastikan mereka akan menerima hukuman yang seberat-beratnya, kalau perlu mereka akan mendapatkan hukuman mati." ujar Aditya pada Anjani,Aditya pun tampak tak sanggup membendung air matanya. Karena Anjani juga telah berjasa mengungkap kejahatan Edward pada adiknya Cindy. Aditya pun merasa berhutang budi pada Anjani yang malang ini.


Anjani pun tampak tersenyum dan menatap mereka satu persatu. Lalu Anjani tersenyum kepada Andini yang sedang menangis sesenggukan didalam rangkulan Steve.


"Kak Andini, terimakasih banyak ya?!." Anjani pun tersenyum pada Andini. Setelah itu Anjani pun terdiam dan tak bergerak lagi,dengan mata yang masih terbuka dan senyuman yang masih menghiasi bibirnya.


Ardi yang merasakan Anjani tak bergerak pun langsung mengguncang-guncang dan memanggil-manggil nama Anjani. Suaranya pun terdengar lirih dan sangat menyayat hati.


"Anjani? Anjani kamu masih disini kan sayang? tolong jawab aku? Anjani?" Ardi memanggil-manggil nama Anjani. Namun Anjani tak bergeming lagi.


Andini pun langsung memegang bahu Ardi. "Anjani telah pergi Di." Andini pun berkata sambil menangis semakin keras.


"Nggak Din, Anjani nggak pergi Din. Anjani masih hidup. Dini tolong Anjani Dini? tolong selamatkan Anjani ku Dini? Aku mohon selamatkan Anjani ku Dini?" Ardi memohon pada Andini. Andini pun semakin menangis melihat Ardi yang tak rela atas kepergian Anjani.


"Anjani? Bangun Sayang? jangan pergi,aku mohon Anjani?" Anjani? Bangun Anjani?!" Ardi pun menangis berteriak memanggil-manggil nama Anjani.


******


Beberapa bulan kemudian;


Atas keberanian Anjani akhirnya polisi pun mendapatkan bukti-bukti kejahatan untuk menjerat Edward dan Handoko. Semua bukti-bukti dan saksi-saksi pun memberatkan Edward dan Handoko.


Pada persidangannya Edward dan Handoko pun didudukkan pada kursi pesakitan. Mereka tidak bisa mengelak lagi dari semua tuduhan atas perbuatan mereka yang telah membunuh Cindy, berkali-kali menyerang dan akhirnya menyebabkan Anjani meninggal dunia, serta penyerangan terhadap Ardi,Siska,Aditya dan kakak perempuan Naya.


"Atas perbuatannya, saudara Edward dan saudara Handoko dinyatakan bersalah. Karena mereka telah melanggar pasal berlapis yang menyebabkan korban meninggal dunia,maka saudara Edward dan saudara Handoko dijatuhi hukuman mati. tok..tok..tok." Hakim pun menjatuhkan hukuman mati pada Edward dan Handoko. Tampak pengacaranya meminta banding namun jaksa pun menolaknya.


Semua orang berteriak kegirangan. Perjuangan Anjani pun tidak sia-sia. Aditya pun bisa bernafas lega karena pembunuh adiknya akhirnya mendapatkan hukuman yang setimpal.

__ADS_1


******


Beberapa tahun kemudian;


Mobil Ardi pun memasuki pekarangan sebuah rumah. Tampak seorang wanita setengah baya keluar dan menyambut kedatangan mereka.


"Assalamualaikum Bu?" Naya dan Ardi yang telah menikah pun memberi salam dan mencium tangan ibu itu.


"Waalaikum salam nak. Kalian sudah datang? ayo masuk?" ujar si ibu tampak bahagia. Namun ibu itu pun terhenti sejenak seperti sedang mencari-cari seseorang.


Ardi dan Naya pun tersenyum lalu memanggilnya. "Anjani? ayo sayang? salim sama eyang nya?" Naya pun menuntun Anjani yang tampak bermain melihat kupu-kupu yang terbang dan hinggap di atas bunga.


"Eyaaang?" Anjani kecil pun berlari dan langsung dipeluk serta digendong oleh ibu tua yang ternyata adalah ibu dari almarhumah Anjani.


"Cucu ku sayang?" ibu itu pun langsung menciumi Anjani kecil.


Tak berapa lama Alena dan Bagas yang merupakan paman dan bibi Anjani kecil pun keluar menyambut mereka.


Anjani kecil pun tampak girang dan langsung melompat ke tubuh Bagas yang dikejar-kejar oleh bibinya Alena. Mereka pun tampak bahagia bermain dan bercanda bersama.


Satu persatu sahabat-sahabat almarhumah Anjani pun berdatangan. Mulai dari Aditya yang telah menikahi Siska dan kini sedang mengandung anaknya.


Andini yang sudah tunangan dengan Steve.


Dan Mila yang akan segera di persunting oleh Dokter ganteng Gibran yang merupakan sahabatnya Andini.


Mereka semua pun berkumpul untuk memperingati lima tahun kepergian Anjani. Sesuai dengan janji mereka pada almarhumah Anjani. Mereka pun memberikan begitu banyak 'CINTA UNTUK ANJANI'.


******

__ADS_1


\*\*\* TAMAT \*\*\*


__ADS_2