Cinta Untuk Anjani

Cinta Untuk Anjani
Koma


__ADS_3

Mila dan Siska berlari memasuki rumah sakit. mereka terkejut mendengar kabar dari Ardi bahwa Anjani sedang di operasi. Begitu mendengar panggilan dari Ardi dan mendapatkan kabar kondisi Anjani,secepat mungkin mereka langsung datang kerumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit mereka langsung mencari ruangan operasi,dan begitu sampai mereka pun langsung mendekati Ardi yang terduduk lesu di bangku panjang di luar ruangan operasi.


"Ardi...bagaimana dengan Anjani?" Siska bertanya sambil duduk di samping Ardi. Ardi hanya menoleh sebentar lalu tunduk dan menggelengkan kepalanya lalu mengapitkan ibu jari dan telunjuk nya di kening sambil menangis tertahan. Siska yang melihat Ardi seperti itu langsung memeluk Ardi dari samping. "Tenang ya di? kita doakan Anjani tidak kenapa-napa."


"Sudah 3 jam Sis,,sudah 3 jam dan Anjani belum keluar dari kondisi kritis nya. Dan semua ini gara-gara salah gua Sis..salah gua. Coba kalo gua nggak ninggalin dia sendirian mungkin Anjani sekarang udah sembuh." Ardi berkata sambil menoleh kearah Siska.


Mila yang tadinya berdiri di samping Siska,lalu mengambil posisi duduk juga di samping Ardi mengapitnya di tengah. Dia pun menggenggam tangan Ardi lalu berkata "Di,,lu jangan menyalahkan diri lu sendiri ya? ini semua bukan kesalahan lu. Mungkin saja memang ada orang yang mencoba mencelakai Anjani?." Mila langsung menutup mulutnya karena tak sadar kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut nya. Ardi dan Siska pun langsung melihat kearah Mila dengan tak kalah terkejutnya.


Ardi pun seperti membenarkan ucapan Mila. "Kalau di pikir -pikir apa yang lu ucap barusan ada benarnya juga la. Bisa jadi memang orang itu sengaja untuk mencelakai Anjani. Nggak bisa di biarkan ini semua pasti atas suruhan si ******** Edward." Ardi tampak marah lalu memukulkan kepalan tangannya ke telapak tangannya sendiri.


"Sabar dulu di,kita nggak bisa gegabah menuduh tanpa ada bukti. Kita tunggu saja bagaimana polisi dan rumah sakit menangani nya?." Siska pun berkata menenangkan Ardi.


Ardi mengangguk tanda setuju,tapi hatinya tetap saja membenarkan kalau ini semua pasti perbuatan Edward.


Dan kalau memang perkiraannya benar maka dia akan membuat perhitungan dengan Edward.?


********

__ADS_1


"Bagaimana? kau sudah menyingkirkannya?" Edward bertanya pada Handoko


"Saya sudah melakukan seperti yang tuan minta,tapi ketika orang suruhan saya menyamar. Tiba-tiba Ardi masuk dan dia harus segera pergi tanpa bisa memastikan kalau Anjani sudah tewas tuan." Handoko menjelaskan dengan gamblang pada Edward.


"Gubraak" "Apa? dia belum tewas?" Edward langsung menggebrak meja di depannya membuat Handoko sampai terperanjat karena kaget.


"Te.. tenang dulu tuan? Tuan jangan marah dulu. Orang suruhan saya sudah memasukkan dosis yang tinggi pada Anjani,jadi kecil kemungkinan bagi Anjani untuk selamat." Handoko menenangkan Edward.


"Sekecil apapun kemungkinannya,saya mau kamu memastikan kondisi Anjani, sekarang juga!." Edward berkata dengan lantang.


"Ba..baik tuan. Saya akan memastikan sendiri bagaimana keadaan Anjani saat ini." Handoko lalu pergi meninggalkan bosnya itu.


******


"Saudara Ardi kami minta maaf,setelah berusaha semaksimal mungkin tapi Anjani belum bisa keluar dari masa kritisnya. Akibat kuatnya dosis racun yang masuk ke tubuhnya sehingga terjadi kerusakan pada otaknya. Dan Anjani sekarang dalam keadaan koma." Dokter menjelaskan kondisi Anjani dengan wajah sendu.


"A..apa dokter? Anjani koma? Ya Tuhan.!" Mila menutup mulutnya dan langsung menangis bersama sambil berpelukan dengan Siska.


Ardi masih berdiri mematung,dia pun berusaha untuk lebih tegar. "Lalu bagaimana dengan kandungan Anjani dokter?" Ardi menatap dokter berharap kandungan Anjani baik-baik saja.

__ADS_1


"Kami belum bisa memastikannya Pak Ardi,dan kami masih sedang berusaha untuk menyelamatkan keduanya,untuk saat ini hanya doa yang bisa kita berikan untuk keselamatan Anjani dan calon bayinya,semoga Anjani segera sadar dan calon bayinya bisa tumbuh dengan baik. Hanya itu yang bisa saya sampaikan saat ini Pak Ardi." setelah menyampaikan kondisi Anjani, Dokter pun kembali ke dalam ruangan operasi untuk membantu tim dokter yang lain yang sedang menangani Anjani.


Ardi kembali terduduk kaku,tak tahu apa yang harus dilakukannya sekarang. Ingin rasanya dia mencari Edward dan membuat perhitungan dengan nya,atau mungkin bahkan dia ingin membunuhnya. Tapi dia tidak boleh gegabah, karena dia harus fokus dulu kepada Anjani saat ini.


Saat Ardi sedang larut dalam pikirannya, tiba-tiba ada yang duduk di sebelahnya. Handoko telah duduk dan langsung memegang pundak Ardi. "Bagaimana keadaan Anjani Di?" Handoko bertanya seakan dia perduli dengan kondisi Anjani saat ini. "Anjani belum sadar pak,Anjani masih koma." Ardi menoleh dan menjawab pertanyaan Pak Handoko tanpa ada rasa curiga.


"Apa? Anjani koma? lalu bagaimana dengan kandungan nya?" lanjut Handoko kembali berpura-pura. "Dokter sedang berusaha menyelamatkan mereka berdua,kita hanya bisa berdoa untuk Anjani." Ardi kembali tertunduk.


"Ya,kita doakan saja Anjani dan calon bayinya selamat." Handoko berkata dalam sandiwaranya. Dia sangat pintar bersandiwara sampai-sampai Ardi tak menyadari kalau kedatangan Handoko hanya untuk memastikan bagaimana kondisi Anjani sesuai perintah dari bosnya Edward.


*****


"Jadi Anjani koma? lalu bagaimana dengan kandungan nya?" Edward bertanya dengan semangat pada kaki tangannya itu. "Benar tuan,Anjani koma. Dan kondisi kandungannya juga masih dalam masalah." Handoko berkata sambil tersenyum licik, berharap kali ini bosnya tak akan memarahinya lagi.


"Bagus kalau begitu. Tapi kamu tetaplah berpura-pura dan perlihatkan rasa simpati mu pada Ardi dan kawan-kawannya, jangan sampai mereka curiga dengan tujuan kita. Agar Kamu bisa terus memantau kondisi Anjani. Dan bila ada kesempatan segera selesaikan tanpa jejak,kapan perlu cari petugas rumah sakit yang bisa di bayar berapa pun yang dia mau untuk menyelesaikan masalah ini. Saya mau masalah ini kamu selesaikan dengan cepat." Edward berkata dengan sedikit lega tapi tetap berharap Anjani segera dihabisi.


"Baik tuan,saya akan melakukan semua yang tuan perintahkan,dan saya akan mencari seseorang yang bisa dibayar untuk menghabisi Anjani." Handoko berkata bersungguh-sungguh agar bosnya percaya dan tak marah lagi padanya.


******

__ADS_1


Ardi masih terlihat kusut karena hatinya diliputi rasa kuatir yang sangat besar dengan keselamatan Anjani. Siska dan Mila pun masih tetap dengan setia menemani sahabatnya itu. Mila yang diam-diam menyimpan rasa pada Ardi mulai merasakan bahwa Ardi sangat perhatian pada Anjani. "Apakah Ardi mencintai Anjani?" Mila bergumam dalam hatinya. Apakah candaan Ardi pada Anjani selama ini sebenarnya memang berasal dari hati Ardi bukan hanya sekedar candaan? dan apakah Mila pantas untuk cemburu pada sahabatnya sendiri? begitu banyak pertanyaan dalam hati Mila dan dia akan mencari waktu yang tepat untuk bertanya langsung pada Ardi tentang Anjani,tapi tentu saja sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk itu. Mungkin nanti...


******


__ADS_2