Cinta Untuk Anjani

Cinta Untuk Anjani
sosok itu datang menjenguk ku


__ADS_3

Anjani masih lemah dan di rawat di rumah sakit. Dia sendiri pun masih bingung tentang apa yang telah menyebabkannya jatuh sakit. Apakah karena pekerjaannya yang sangat menumpuk,atau karena waktu liburnya yang sedikit,atau mungkin ini tidak berhubungan dengan pekerjaan tapi lebih berhubungan dengan hatinya?


Mungkin kah dia sakit karena rasa cemburu pada Cindy? Karena sebelum Anjani sakit dia mendapati Edward dan Cindy yang tampak bahagia didalam ruangan Edward waktu itu.


Sampai-sampai Edward memintanya untuk membatalkan semua rapat dan mengatur ulang schedule nya waktu itu. Mungkinkah itu semua dilakukan Edward demi seorang Cindy?


Ada apa sebenarnya antara Edward dan Cindy? Apa mereka memang sedang menjalin hubungan? Atau mungkin itu hanya perasaannya saja. Anjani pun tambah pusing memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang menyebabkannya jatuh sakit itu.


*******


Dua hari sudah dia di rawat dan Ardi lebih sering menjaganya daripada Mila dan Siska. mereka tetap merasa itu suatu hal yang wajar karena mereka berempat memang bersahabat. tapi Anjani mulai merasakan perhatian Ardi lebih dari sahabat karena dia ingat saat Ardi bicara untuk tidak siap ditinggalkan. Wajah Ardi sangat dekat dengan wajahnya. Andai suster dan dokter tak masuk,, apa mungkin Ardi mau mencium nya? Anjani berpikir sambil menyentuh bibirnya dengan tangan nya. "aah,,apa mungkin Ardi menyukai ku?" Anjani bergumam sendiri.

__ADS_1


"Tok..tok..tok.." pintu di ketuk membuyarkan lamunan Anjani. "iya,,masuk" Anjani menoleh ke pintu dan deg..deg..deg.. jantung nya kembali berdebar kencang. karena yang datang adalah sosok menawan itu..ya Edward di dampingi oleh pak Handoko. "apa aku bermimpi" gumam Anjani dalam hati.


"Haloo,,Anjani. apa kabar? gimana kondisi kamu sekarang?" pak Handoko bertanya sambil menjabat tangan Anjani. "Ba..baik pak, sudah agak mendingan." Anjani menyahuti pak Handoko tapi matanya tetap tertuju kepada sosok menawan yang tersenyum menatap nya itu.


Pak Handoko yang menyadari itu langsung berdehem mengagetkan Anjani. "ehem,,kamu kaget ya? pak Edward dan saya datang?"


"Oh..heeh. saya kaget pak nggak nyangka aja kalo atasan seperti pak Handoko apalagi..?" Anjani terhenti sambil menatap Edward dengan tangannya di bibir, seakan tak percaya.


"Anjani,, cepat sembuh ya? saya membutuhkan kamu." kata-kata terakhir yang terngiang di telinga Anjani sebelum pak Edward dan pak Handoko pergi dari ruang rawat inap nya. tapi kenapa mereka hanya berdua? pak Edward membutuhkan ku? lalu dimana Cindy? ya, bukannya Cindy selalu berada dibelakang pak Edward? banyak pertanyaan di kepala Anjani yang belum terjawab.


"Hayo,,,lagi ngelamunin siapa? lagi ngelamunin gua ya?" tiba-tiba Ardi muncul membuyarkan lamunan Anjani. "yeeee,,geer lu. siapa juga yang ngelamunin lu..week." Anjani meledek Ardi dengan menjulurkan lidahnya. hmm bikin Ardi jadi makin geregetan aja melihat tingkah lucunya. "terus siapa donk? kalo bukan gua?" Ardi mendekat duduk di kasur merapatkan tubuhnya ketubuh Anjani. Anjani jadi sedikit canggung dengan tingkah Ardi,,tapi dia tetap membiarkan Ardi duduk disampingnya.

__ADS_1


"Lu tau nggak siapa yang barusan jenguk gua?" Anjani berusaha menghilangkan rasa canggungnya. "siapa? kan gua barusan datang?" kata Ardi. "yeee,, sebelum lu coy,," Anjani menyahut. "siapa? gua nggak liat siapa-siapa tadi di depan. memang nya siapa yang datang?" Ardi antusias bertanya karena dia pun jadi kepo siapa yang datang menjenguk Anjani. "ya makanya ni mau gua bilang,,tapi lu jangan kaget ya?" kata Anjani lagi. "iya,,iya,,siapa? coba bilang?" Ardi makin penasaran. "pak Edward sama pak Handoko." jawab Anjani dengan cepat.


"Haaah? pak Edward sama pak Handoko? lhaa,,tumben tu bedua. tiga tahun gua kerja dsana,nggak pernah-pernahnya gua denger mereka njenguk karyawan sakit. baru lu ini." Ardi kaget mendengar nama yang di sebut kan Anjani. ada perasaan aneh di hati Ardi. apalagi mendengar nama Edward, karena dia tau Anjani sangat memuja pak Edward. ada rasa terbakar di hatinya mendengar nama itu di sebut. Ardi cemburu tapi berusaha untuk menyembunyikannya dari Anjani.


"itu dia,,gua juga kaget. masa iya pak Edward datang menjenguk gua,,secara dia kan direktur? gua juga tadi nggak yakin kalo dia yang datang bareng pak Handoko. mana senyum nya manis banget lagi ke gua." Anjani berkata sambil kedua tangannya mengatup ke pipinya. "iiih,,apaan sih lu? geer aja lu. kali aja dia datang jenguk karena kebetulan. mungkin aja ada sodara apa koleganya yang sakit,,terus sekalian singgah." Ardi jadi sewot karena Anjani memuji senyum pak Edward. hatinya makin terbakar.


"Lhaaaa,,hahahaa. kok lu sewot? lu cemburu ya? hayo bilang...hayo..?" Anjani menggoda Ardi. mendengar ledekan dari Anjani Ardi yang dari tadi terbakar api cemburu langsung mendekati Anjani dan tangannya mengapit kedua pipi Anjani dengan spontan dia pun langsung mencium bibir Anjani. Anjani kaget dan spontan mendorong tubuh Ardi untuk menjauh. tapi Ardi tak tergeser sedikit pun,,malah makin ******* bibir Anjani yang pasrah dengan garang. puas menciumi Anjani Ardi melepaskan pagutan bibir nya dan berkata "ya,,aku cemburu, sangat cemburu. jadi jangan sebut namanya lagi di depan ku." setelah berkata Ardi keluar dari kamar rawat inap Anjani.


Anjani melongo bengong,apa yang terjadi barusan. kenapa tiba-tiba Ardi menciumnya. Ardi cemburu? Anjani menyentuh bibir nya sendiri seakan tak percaya kalau Ardi benar-benar mencium nya karena cemburu. dan dia pun jadi bingung apa harus senang atau tidak. karena dia masih menganggap Ardi hanya sebagai sahabatnya,,tak lebih dari itu.


Ardi terduduk di ruang tunggu rumah sakit tempat Anjani di rawat inap. dia pun seakan tak percaya punya keberanian untuk mencium anjani. setahun lebih dia memendam rasa cinta nya pada Anjani. tapi tadi dia benar-benar hilang akal karena cemburu mendengar pak Edward datang menjenguk Anjani. apa maksud orang itu. apa mungkin memang sebuah kebetulan seperti yang dia ucapkan pada Anjani tadi? atau bila memang benar-benar hanya untuk menjenguk anjani,,apa maksud mereka? atau itu hanya modus mereka aja,,tapi untuk apa? ah..Ardi mengusap rambutnya dengan kasar. dia tak bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan nya sendiri, hanya bisa menerka-nerka.. mudah-mudahan pak Edward tak jatuh hati pada Anjani. batin Ardi sambil menerawang mengingat ciuman nya tadi pada Anjani... tersungging senyum dibibirnya... bibir yang manis..

__ADS_1


******


__ADS_2