Cinta Untuk Anjani

Cinta Untuk Anjani
suara-suara menjengkelkan


__ADS_3

"Pagi." Hmm,suara indah itu menyapa lagi dengan aroma khas dari parfumnya yang wangi banget. Sosok menawan itu lewat lagi di depan meja Anjani menuju ruangannya.


"Pagi juga pak." Sahut Anjani sambil tersenyum. Entah kenapa walaupun hanya di sapa dan melihat punggungnya saja Anjani sudah merasa sangat bahagia.


Padahal selama ini dia tak pernah tergoda walaupun banyak yang berusaha untuk merayunya,seperti Pak Handoko misalnya,Manager Anjani yang hitam manis dan berdada bidang itupun pernah mengajaknya makan malam berdua,tetapi Anjani menolaknya dengan halus. Bukan karena apa-apa,tapi Anjani menolaknya karena Pak Handoko yang masih berumur sekitar dua puluh tujuh tahun itu sudah menikah dan mempunyai seorang anak. Mana mungkin Anjani mau dengan laki-laki yang sudah beristri. Bisa-bisa dia di cap sebagai seorang pelakor alias perebut laki orang.


Tapi kegantengan Pak Handoko masih kalah jauh pesonanya dengan mahkluk indah yang bernama Edward Collin tersebut. Laki-laki berumur sekitar tiga puluh lima tahun yang merupakan seorang pria berdarah campuran Indo-Jerman yang memiliki postur tubuh dan wajah yang sempurna seperti seorang malaikat. Kulitnya yang putih bersih,hidungnya yang mancung,ditopang oleh tubuhnya yang tinggi dan atletis itu.


"Hmm,sempurna banget." Ujar Anjani terkagum-kagum.


Namun Anjani hanya bisa mengagumi sosok itu dari jauh. Dia tak bisa terlalu memperlihatkan rasa kagumnya,karena di belakang sosok menawan itu selalu ada seorang perempuan cantik yang selalu mengikuti langkah nya.


Perempuan cantik berambut pendek yang berumur sekitar dua puluh empat tahun dan memiliki kulit yang putih mulus,bertubuh tinggi ramping tapi memiliki watak yang sedikit judes itu bernama Cindy.


Cindy tak akan segan-segan memarahi siapa saja yang berusaha menggoda Edward,seakan-akan Edward itu adalah miliknya sendiri. Dan diapun pernah mengancam Anjani agar tidak pernah mencoba untuk menggoda Edward. Mungkin juga dia takut kalah saing dengan perempuan cantik dan baik seperti Anjani,atau mungkin memang ada alasan lain dibalik sikap protektifnya itu.


Cindy pun melewati Anjani dengan tatapan sinis mengikuti langkah Edward yang memasuki ruangannya. Anjani pun tampak kesal dan langsung terduduk lesu kembali berkutat didepan komputernya.


******


Waktu pun berlalu entah kenapa Anjani jadi penasaran dan ingin tau apa yang di bicarakan dan dilakukan oleh Cindy dan Edward didalam ruangan tersebut. Karena sayup-sayup Anjani mendengar suara mereka,seperti orang yang sedang berbisik-bisik.


Anjani kembali melanjutkan tugasnya,tapi Komputer di depannya tak bisa membuatnya fokus,Karena Anjani masih mendengar suara-suara yang menjengkelkan dari dalam ruangan Edward. Suara mereka seperti orang yang tertawa cekikikan kecil dan terkadang bergumam tak jelas. Dan itu sudah hampir dua jam berlalu namun Cindy belum keluar juga dari ruangan Edward.


"Ya Tuhan,ujian apa lagi ini? kenapa harus aku sendiri yang mengalami semua ini?" Ujar Anjani pada dirinya sendiri,dia sangat kesal karena mendengar suara candaan mereka didalam sana. Karena memang hanya Anjani yang akan mendengar suara mereka. Karena meja Anjani berada tepat di depan ruangan Edward. Dan ruangan Anjani pun masih tersekat dinding lagi dengan ruangan teman-teman kerjanya yang lain.


Tanpa sadar suara mereka semakin pelan dan hampir tak terdengar lagi,namun sayup-sayup Anjani mendengar suara seperti orang yang sedang kepedasan,dan bergumam. Apa mereka sedang makan sesuatu didalam sana? pikirnya.


Deg,deg,deg,jantung Anjani pun jadi berdebar kencang,sampai-sampai dia mendengar suara jantungnya sendiri berdetak karena pikirannya yang sedang kacau.

__ADS_1


"Mereka lagi ngapain sih? Suara-suara apa itu?" Ujar Anjani bergumam sendiri,tapi tak berani berdiri untuk melihat kesana. Ingin rasanya dia berdiri dan mendobrak pintu ruangan Edward dan melihat apa yang sedang mereka lakukan,tapi Anjani hanya bisa diam mematung, terpaku dengan suara jantungnya yang masih berdebar keras seakan mau copot.


Sekuat tenaga Anjani berusaha untuk fokus ke komputernya,dia pun tak menghiraukan mereka lagi. "Terserah mereka mau ngapain kek,bukan urusan ku." batin Anjani.


Setelah dua jam lebih akhirnya Cindy pun keluar dari ruangan itu. Dia tetap terlihat cantik namun jutek saat menatap dan melewati Anjani. Dia keluar dengan sedikit merapikan pakaiannya dan kemejanya yang terlihat terlepas kancing bagian atasnya. Sungguh pemandangan yang menyebalkan bagi Anjani.


Dia tersenyum sinis sambil melirik pada Anjani seakan-akan berkata akulah pemenangnya, jangan coba-coba dengan ku.


"Kenapa lihat-lihat? penasaran ya? Hehe,nanti juga lu tau sendiri." Ujar Cindy berkata hal yang tak jelas bagi Anjani sambil berlalu dengan gaya centil dan angkuhnya keluar dari ruangan itu.


Sungguh Anjani masih bertanya-tanya dalam hati ada apa dengan mereka? lalu apa maksud Cindy tadi? penasaran? tentu saja Anjani penasaran. Suara-suara aneh mereka seperti sebuah lagu yang mereka ciptakan,dengan ritme dan judul yang hanya mereka yang paham.


*****


Akhirnya jam istirahat itupun datang. Anjani bisa kembali berkumpul dengan sahabat-sahabatnya yang kadang usil saat menggodanya.


Anjani terduduk lesu dan mengaduk-aduk makanan di depannya dengan tak bersemangat. Dia pun masih berusaha mencerna dan membuang suara-suara itu dari otaknya.


"Hahaha." Ardi dan Siska pun tertawa mendengar celotehan Mila yang sedang menggoda Anjani.


"Apaan sih? emangnya muka gua kayak ayakan? sembarangan lu. Sue." Umpatnya pada Mila. Dan merekapun tertawa bersama.


Memang hanya mereka yang selalu bisa membuat Anjani tertawa dan terhibur di saat hatinya kangen kepada ibu dan adik-adiknya.


"Lu masih di ganggu sama si Cindy? bilang apa lagi dia?" Tanya Siska pada Anjani.


"Nggak sih, nggak ngomong apa-apa. Cuma gua lagi kesel aja." Jawab Anjani berbohong,karena dia tak mau menyebar cerita yang dia sendiri belum tau kebenarannya.


"Ya udah,sini cantik? senyum lagi dong? jangan cemberut gitu." Ujar Ardi sambil mencubit hidung Anjani yang mancung.

__ADS_1


"Adu..duh,sakit tau?" Anjani pun menyentuh hidungnya dan pura-pura merasakan sakit untuk menggoda Ardi.


"Apaan sih? nggak kuat juga nyubitnya? weeek." Ardi protes sambil menjulurkan lidahnya pada anjani. Dan mereka pun saling mengejek tapi kembali tertawa bersama.


Bahagia sekali ada bersama kalian sahabat-sahabat ku. Batin Anjani.


******


(Ardi);


Ada apa dengan Anjani? kenapa hari ini dia sedikit aneh. Apa dia sedang ada masalah? apa ibunya sakit? atau mungkin adik-adiknya yang sakit? Hmmm,seandainya aku bisa aku ingin sekali menjadi seorang laki-laki yang selalu melindunginya. Bukan hanya sekedar menjadi seorang sahabat,tapi seseorang yang mencintai dan dicintai olehnya. Tapi apa itu mungkin?


Anjani hanya mengganggap ku sebagai seorang sahabat, bukan sebagai seorang laki-laki yang jatuh cinta padanya saat pertama kali kami bertemu. Saat dia baru masuk dan sedang mencari-cari ruangan pak Handoko,saat itu dia berjalan mendekati ku. Akupun terpana karena seorang bidadari sedang berjalan dengan stelan jas dan rok span selutut,mengapit tas kecil di tangan kanan sedangkan tangan kirinya memeluk berkas-berkas di dalam sebuah map.


"Permisi,maaf mas? boleh tau ruangan Pak Handoko dimana ya?" Ujar Anjani bertanya. Rambutnya yang panjang terurai serta wangi parfumnya yang lembut telah membuai ku.


"Ehem,mas? maaf mas? halloo?" Anjani menggoyang-goyangkan telapak tangannya di depan wajahku dan membuyarkan lamunanku ketika melihatnya. "Eeh,ma..maaf mbak? hehee,saya pikir tadi mbak ini bidadari lho,abis mbaknya cantik banget,jadi saya kaget. Ehem..uhuk..uhuk.." Aku pun gelagapan dan pura-pura batuk. Lalu Anjani pun tertawa sambil mengepal tangan dan menutupkan kemulutnya menutupi tawanya yang cantik sekali.


"Ah..mas ini bisa aja. Masa iya ada Bidadari seperti saya?Hehe,,jangan panggil saya mbak tapi panggil Anjani saja mas?!" Ujar Anjani tertawa kecil.


"hehee,,iya maaf mbak,,eh Anjani. Saya Ardi,masih single." Ucap ku sambil berjabat tangan dengan tangan mu yang putih dan halus serta mendengar suara tertawa mu yang lembut,Aah Anjani,nama yang indah seperti pemilik nya..


********


Hey... teman-teman.


Tolong komentar, kritik dan sarannya ya?


Dan jangan lupa juga vote dan likenya.

__ADS_1


wokeh? love u all..😍😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2