Cinta Untuk Anjani

Cinta Untuk Anjani
Ledakan mobil


__ADS_3

"La..Mila..?" ujar Ardi lembut di telinga Mila sahabatnya yang masih tampak tertidur. Ardi mengusap-usap rambut Mila dengan lembut. Perlahan mata Mila pun terbuka. "Di..? lu disini? atau gua masih bermimpi?" ujar Mila. Ardi tersenyum pada Mila. "Nggak la,,lu nggak mimpi,gua memang disini la." ujar Ardi masih terus membelai rambut Mila. Mila pun sumringah lalu berusaha bangkit. "Di..lu disini. Lu beneran Ardi kan?" ujar Mila langsung menangis dan memeluk Ardi. Siska dan Naya pun ikut menangis melihat mereka.


Mila menangis dan memeluk Ardi dengan erat seakan dia tak mau lagi melepaskan laki-laki yang dicintainya itu. Namun sejenak Mila melihat seseorang yang tak dikenalnya. Mila langsung melepaskan pelukannya ketika dia melihat Naya. Mia pun langsung bertanya pada ardi "Dia siapa Di?" ujar Mila. Ardi pun memberi kode pada Naya untuk mendekat. "Ini Naya la,,dia yang udah nyelamatin gua. Dan sekarang dia udah jadi kekasih gua." ujar Ardi tersenyum pada Mila. Naya pun menjabat tangan Mila. " Kak Ardi banyak cerita tentang teteh semua." ujar Naya pada Mila dengan tersenyum manis.


Mila merasakan sesak di dadanya. Ada rasa perih direlung hatinya, namun dia pun berusaha untuk menutupinya dengan senyuman. Tangannya pun menjabat tangan Naya. " Hay Naya,,kamu cantik banget? Pantesan Ardi kesem-sem sama kamu. Hahaha." ujar Mila tertawa menutupi rasa perih dihatinya.


"Makasih teh,teteh juga cantik dan ayu." ujar Naya malu dan balik memuji Mila yang memang cantik seperti gadis keraton.


Setelah itu Ardi pun bercerita pada Mila seperti ceritanya pada Siska. Dan Mila pun memahami kenapa Naya ikut bersama Ardi. Setelah puas bercerita pada Mila,kini Ardi pun beralih pada sesosok perempuan cantik yang pernah sangat di cintainya itu,kini Ardi mendekat pada Anjani yang masih belum juga bangun dari tidur panjangnya.


"Naya,,ini sahabat ku Anjani." Ardi memberi tahu pada Naya. Dan Naya pun mendekat menatap wajah wanita yang sangat cantik seperti orang-orang blasteran itu. Wanita berkulit putih mulus,hidung kecil namun mancung, dengan pipi tirus dan rambut yang panjang,benar-benar sempurna seperti putri yang sedang tertidur di negeri dongeng.


Ardi menggenggam tangan Anjani,lalu berbisik di telinganya. "Sayaang? aku disini." Ardi lalu mengecup kening Anjani. Saat dia ingin beranjak untuk kembali duduk di samping Naya,genggamannya tak bisa lepas. Seakan-akan Anjani menggenggam erat tangannya. Ardi pun terkejut dan langsung menoleh pada para sahabatnya yang lain. Dengan mimik wajah bingung campur bahagia Ardi pun mengangkat tangannya yang di genggam oleh Anjani. Siska dan Mila pun tampak menutup mulutnya karena terkejut melihat tangan Ardi di genggam oleh Anjani. Naya pun seakan termangu melihatnya.


"Anjani? lu udah sadar?" ujar Siska yang langsung mendekati Anjani dan mengguncang-guncang tubuh Anjani. Tampak wajah mereka sumringah seakan Anjani memberi tahu bahwa dia masih disini bersama mereka.


"Dokter...Dokter.?" Siska lalu memanggil Dokter. Dokter pun masuk lalu memeriksa kondisi Anjani. Setelah memeriksa,Dokter pun tampak takjub melihat tangan Ardi di genggam oleh Anjani. Dokter pun membuka mata Anjani dan melihat respon mata Anjani terhadap cahaya. Dan ternyata Anjani meresponnya. Dokter pun tampak bersemangat. Dan dengan tersenyum manis Dokter cantik itu pun berkata "Anjani sepertinya mulai merespon,semoga dia segera bangun dari tidurnya."

__ADS_1


Ardi dan sahabat-sahabatnya pun tampak bahagia mendengar penjelasan Dokter tersebut. Hanya Naya yang sedikit terlihat sedih. Bila Anjani sadar bisa jadi Ardi akan mengabaikannya,karena dia tau kalau Ardi sangat mencintai Anjani. Namun Naya hanya tersenyum menutupi perasaannya. Terpaksa dia pun berpura-pura bahagia dengan kemajuan kondisi Anjani tersebut.


*******


Di rumah mewah Edward,Handoko kembali di kejutkan dengan kabar yang menjengkelkan. Anak buahnya menginformasikan bahwa Anjani ternyata masih hidup. Dan Ardi pun tampak berada disana bersama Anjani. "Kenapa tidak kalian tangkap dia?" ujar Handoko. "Maaf pak? saat kami ingin bergerak ternyata disana sudah banyak polisi yang berjaga. Dan komandannya adalah polisi yang pernah datang kesini." ujar anak buah Handoko memberi tahu.


"Dia lagi,,dia lagi. Siapa sih polisi itu?" Handoko pun tampak kesal dan mulai mencoba menghubungi seseorang dari handphonenya. "Hallo Kombes Rikwanto,sepertinya ada seseorang yang belum tau aturan kita dan dia juga mencoba mengusik kehidupan bos Edward. Seseorang bernama Briptu Aditya. Apa bisa anda bereskan?" Handoko pun tampak senang mendengar jawaban dari lawan bicaranya di handphone. Setelah menutup panggilan tersebut tampak senyum sinisnya mengambang di bibirnya.


******


Setelah mereka selesai berbicara Siska dan Aditya pun beranjak hendak pulang. Mereka pun bergantian untuk menjaga Anjani dan Mila. Dan kali ini Ardi dan Naya yang akan menjaga mereka di rumah sakit.


Ardi dan Naya pun kembali kedalam rumah sakit untuk menjaga Anjani dan Mila, sementara Siska ikut naik ke mobil Aditya untuk diantarkan pulang.


"Kak Adit,terimakasih ya?" ujar Siska saat mobil melaju dan dikemudikan oleh Aditya. Aditya pun tersenyum melihat gadis pujaannya akhirnya bisa berada disampingnya. "Hehehe,,iya. Itu udah jadi kewajiban,sudah tugas ku jadi kamu nggak perlu berterimakasih." ujar Aditya tersenyum sambil tetap fokus mengendarai mobilnya.


Mobil pun tampak melaju dengan santai karena Aditya sedang ingin berlama-lama dengan gadis disampingnya itu. "Walaupun begitu tetep aja,aku harus berterimakasih sama kak Adit." ujar Siska tersenyum sedikit malu-malu, tampak pipinya pun merona. Aditya sangat menyukai Siska yang menurutnya beda dengan perempuan-perempuan yang pernah berkencan dengannya.

__ADS_1


Seorang perempuan berkulit hitam manis,bergaya tomboi tapi ternyata manja dan cengeng. Aditya pun tersenyum melihat rona diwajah Siska.


Saat lampu merah menyala, Aditya pun memberanikan diri untuk menyentuh dan menggenggam tangan Siska. "Kamu tenang aja,kita akan melakukannya bersama-sama. Jadi kamu tak perlu canggung ya?" ujar Aditya. Siska pun tersenyum manis pada Aditya.


Saat lampu hijau menyala,Aditya pun melepaskan genggamannya dan melaju untuk berbelok ke kanan.


Tanpa disadarinya sebuah mobil tampak melaju sangat kencang di depannya. Dan saat mobilnya berbelok ke kanan "Bruaaak." terjadilah hantaman yang kuat pada mobilnya di arah bagian kiri. Aditya pun hilang kendali dan mobil pun berputar-putar dan menghantam pembatas jalan.


Tampak Siska terkapar dengan darah mengalir dari dahinya. Aditya pun terhantam kedepan dan mengalami pendarahan di kepalanya. Sejenak mereka pun pingsan. Tak berapa lama,Aditya pun tersadar dan langsung melihat kearah Siska yang berada di sampingnya. "Siska,,Siska,,bangun sayang? Ya Tuhan,, tolong Siska?." Aditya tampak panik tak memperdulikan luka ditubuhnya sendiri.


Aditya berusaha mengeluarkan Siska dari dalam mobil. Aditya pun menendang-nendang pintu di samping Siska agar terbuka. Akhirnya pintu pun terbuka dan Aditya pun berhasil membawa Siska keluar. Aditya tampak bergetar memangku tubuh Siska yang lemah bersimbah darah.


"Sayang? aku mohon bangunlah. Sayang?" Aditya pun langsung mengangkat tubuh Siska untuk mendapatkan bantuan. Saat ingin beranjak pergi Aditya pun melihat mobil yang telah menabraknya kembali mencoba untuk menghantamkan mobilnya kembali. Aditya sekuat tenaga berusaha untuk menjauh dari mobilnya. Dia pun berlari kuat sambil menggendong Siska.


"Bruaaaak,,,Dhuuuuaaar." Aditya yang mengendong Siska pun terjatuh karena terkena angin dari benturan mobilnya dan juga akibat ledakan yang terjadi kemudian. Aditya hanya bisa memeluk tubuh Siska dibawah tubuhnya untuk menutupi nya dari serpihan-serpihan mobilnya yang meledak. Aditya pun meringkuk melindungi kepalanya sendiri dengan tangannya. "Dhuaaaar." ledakan kuat kembali terjadi sehingga mobil Aditya benar-benar hangus terbakar..Aditya hanya bisa termangu melihat api yang membumbung tinggi membakar hangus seluruh bagian dari mobilnya.


*******

__ADS_1


__ADS_2