Cinta Yang Kedua

Cinta Yang Kedua
1. Kehidupan ku yang bahagia


__ADS_3

Pagi yang cerah, secerah semangat semangat anak Pertama dewi yang akan mulai memasuki sekolah dasar namun tidak bagi dewi pagi ini dia harus bangun jam 4 pagi mulai dari mencuci baju, memasak mencuci piring menyiapkan keperluan sekolah Rio anak pertama mereka dan mendandani Arsila yang akan di anjaknya ke tempat kerja, dewi sendiri seorang guru tidak tetap di sekolah dasar tempat Rio sekolah. sekolah mengijinkan dewi untuk membawa cila panggilan anak bungsunya, untuk ikut ke sekolah.


" Mah,, kaka ga bisa pake baju sendiri" teriak Rio dari kamarnya


" Bentar ya mama lagi mandiin cila" kata dewi


" Biar Ayah yang bantu pake baju, duh ganteng banget anak ayah lain kali belajar sendiri yah kan dah besar dah mulai sekolah sekarang" kata Arga suami dewi.


Arga suami yang lebut selain itu usianya yang beda satu tahun dengan dewi membuat arga seperti kelihatan lebih muda dan gagah wajahnya juga cukup ganteng, membuat para istri di kampungnya iri.


" kamu siap-siap mah biar cila aku yang urus"


" terima kasih mas, aku mandi dulu sarapannya dah siap" dewi langsung ke kamar mandi.


" kaka, cila ayo sarapan dulu" kata arga kepada kedua anaknya


tidak lama dewi keluar dengan seragam yang biasa ia kenakan ke sekolah dengan kerudung panjang tanpa make up


" udah, sarapannya sayang ayo berangkat,, kita nanti terlambat"


" Ga sarapan dulu mah, biar nanti aku anter ke sekolah "


" aku bawa bekal yah, cepetan kalo mau nganter" ketika di dalam mobil dewi bercerita


" Yah,di sebelah rumah kita ada tetangga baru lho orangnya cantik, masih muda lagi" sambil melirik Arga yang sedang menyetir


" memangnya kalo cantik kenapa, cantikan juga istriku


"alah gombal "


" ga percaya liat Rio dan Cila mereka ganteng dan cantik kaya Ayah dan ibunya,,hehe"


" ia ayah ganteng deh."


sampailah mereka d sekolah, karena jarak rumah ke sekolah memang dekat.


" kita masuk sekolah dulu ya ayah" kata dewi sambil mencium tangan arga dibsusul kedua anaknya


" tunggu dulu mah, Ada sesuatu d pipi mu sini ayah usap dulu"


dewi balik lagi nyamperin arga tiba-tiba


" Cup "


Arga mencium pipi istrinya


" Semangat ya sayang"


" Makasih" kata dewi sambil masuk ke sekolah


tiba-tiba hp arga berbunyi dilihatnya dari pegawainya di toko. Arga memiliki toko elektronik dan tempat servis alat elektronik yang rusak, dari usahanya dia memiliki rumah dan mobil yang lumayan cukup untuk jalan- jalan keluarganya

__ADS_1


" Halo Den, ada apa" kata arga kepada deni pegawi d tokonya Arga


" Ini Mas Arga ada pelanggan yang nunggu mau beli barang tapi pengen yang ketemu dulu sama mas Arga" kata Deni


" oke tunggu aku kesana sekarang"


Setengah jam kemudian Arga datang ketoko miliknya yang dua tingkat, di lantai satu untuk barang baru yang d atas untuk stok barang dan barang yang sudah selesai d servis


tiba tiba wanita cantik berkulit putih dengan bodi dan pakaian yang seksi mendekat sambil tersenyum


" Mas Arga ya aku Silvi tetangga baru d sebelah rumah mas,," sambil menyodorkan tangan Arga menyambut tangan Silvi yang halus itu


" Oh, tau dari mana saya mempunyai toko elektronik di sini" kata arga sambil tersenyum


" Siapa sich yang ga kenal Mas Arga, ibu- ibu di komplek merekomendasikan toko Mas lho waktu aku bilang butuh beberpa barang Elektronik"


" Oia sudah liat belum, silakahkan di lihat lihat dulu Mba"


" Jangan panggil mba dong aku baru 23 tahun" ujar Silvi sambil menarik tangan Arga yang mengajaknya melihat lihat barang


" Oia maaf kamu butuh apa ya " ujar Arga


" Aku pengen kulkas,tv dan mesin cuci, tp boleh diskon dong " sambil menggandeng tangan Arga sehingga kedua gunung kembarnyA terasa empuk menyentuh tangan Arga


" Tenang aja yang penting sekarang pilih dulu mau yang mana "


" Aku udah pilih si td mas yang td juga udah mau siapin,, tp boleh di diskonkan"


tapi matanya gagal fokus karena d depan mejanya silvi pura pura memperhatikan arga menulis sehingga kedua gunung kembarnya yang besar tepat di wajahnya.


" Jumlahnya segini " ujar arga sambil memberikan nota


" terimakasih" tangan Silvi yang meraih bolpoint dan menulis no hp d kertas notanya sehingga salinannya terlihat jelas


Silvi pun pamit pulang


" Astagfirullohaladzim" ujar Arga sambil mengusap dada


" Rezeki nomplok tu Mas, awas sampai Mba Dewi tau bisa perang duni ke 3 nanti, ha.ha " ujar deni sambil mengemas barang - barang


Jam 12. 30 Dewi dan anak - anaknya sudah di rumah, sementara Dewi sedang memask makan siang untuk anak- anak dan suaminya.


Rio dan Cila sedang berbaring sambil nonton TV kesayangan mereka sambil memakan cemilan. Tiba - Tiba ada yang mengetuk pintu


" Assalmualaikum,"


" Waalaikumsalam" jawab dewi dari dapur smbil bergegas ke depan membukakan pintu


" Siapa ya?"


" Aku Silvi mba tetanga sebelah. cuma mau menyapa dan ini ada sedikit oleh- oleh "

__ADS_1


" Oia silahkan masuk. silahkan duduk"


" Ga usah de mba takut ganggu, kayanya mba lagi masak ya"


" Ah ga apa ko ga ganggu, ayo masuk "


Silvi pun masuk kedalam dan menyapa Rio dan Cila


" Haai lagi nonton apa nih kelihatannya seru"


" Tante siapa" ujar Rio


" Tante Silvi,.. Panggil saja tante Silvi tante tinggal di rumah sebelah"


Silvi yang orangnya mudah bergaul dengan orang tidak butuh waktu yang lama untuk mengambil hati rio dan cila, dewi dan Silvi pun bebincang bincang sampe sore.


" Silvi pamit dulu mba, dah sore takutnya suami mba pulang lg" kata Silvi


" Lho ga sekalian menyapa"


" Lain kali aja Mba, aku pamit dulu Assalamualaikum"


" Waalaikumsalam"


sore hari Rio dan Cilla sudah rapi mau berangkat ke Madrasah. Tiba- tiba suara mobil datang


" Tin.. tin"


sontak keduanya berlari " Ayah pulang"


Arga memeluk Rio dan menggendong cila masuk ke dalam


" Assalamualaikum,"


" Waalaikumsalam, mas mandi dulu bentar lagi magrib" ujar Dewi


" Ia, kamu mau ngnter anak- anak ke Madrasah"


Setiap sore dewi menganrar anak- anak je madrasah tempat rio dan cila mengaji. Pulangnya di antar pa ustad ke rumah


" Ia aku pami dulu Mas Assalamualaikum" sambil mencium tangan Arga


Ketika di kamar mandi Arga tiba- tiba teringat gunung kembar milik Silvi yang besar dan seperti mau keluar sontak membuat Adik kecilnya bangun


" coba kalo milik Dewi sebar itu pasti asyik hi..hi.."


Ketika malamnya Dewi sudah terlelap karena lelah seharian harus bekerja dan menjadi ibu rumah tangga.


Arga menarik selimut dan mengecup kening istrinya


" Selamat Malam Istriku"

__ADS_1


Kemudian dia pun berbaring di samping Istrinya


__ADS_2