
"Ayah sama ibu sehat-sehat ya,, doakan Rania berhasil menggapai cita-cita dikota, Yaudah ya bu... Assalamualaikum". Rania menutup telepon.
Prov.Rania
Akhirnya selesai juga tugas Campusnya.
Sebenarnya gak mudah buat aku menjalani kehidupan seperti ini, Aku harus kulyah, nyelesaikan tugas-tugas campus, bahkan dari sore sampai malem aku harus bekerja dikafe.
Ya Allah... kuatkan aku untuk menjalani ini semua.
tut tut.. tut..tut.. Eh siapa ni yang nelpon..? (Rania melihat layar handphone jadulnya).
What..? "Doni Ganteng..?".Rania membulatkan matanya.
***
"Halo Assalamualaikum...? Rania mengucapkan salam untuk Doni ditelepon.
"Walaikumsalam!! gimana kamu?? udah 1 minggu nih, udah bisa nyicil hutang belum??Doni berpura-pura menanyakan uang ganti rugi, kejadian dikafe.
"Ya belum dong!! gajian juga belum, gimana mau nyicil hutang...".Rania menjawab dengan tidak semangat.
"Yaudah..!! Gini aja, kalau kamu gak bisa nyicil, gimana kalau kamu berhenti dari kerjaan kamu dikafe..??Doni memberi solusi.
"Kalau aku berhenti kerja, gimana aku mau dapatin duit buat biaya hidup Don..? Lagian apa hubungannya berhenti kerja sama nyicil hutang??".Rania heran sama saran doni.
"Ya ada dong... kalau kamu berhenti kerja dikafe, kamu bisa kerja dikafe kakak aku Ran..".Doni menjelaskan ke Rania.
"What!! Kamu tau gak Don..?Kalau aku Mahasiswi?? Mana bisa aku kerja sesuai peraturan, lagian Boss tempat aku kerja, udah baik banget ngizinin aku ambil jam kerja shift malam".Rania menjelaskan lagi.
"Oo... jadi dia mahasiswi toh.. bagus dong, hehehe". Doni bergumam dalam hati.
"Gini aja, aku kasih kamu jam kerja sesuai jadwal kuliah kamu, gimana?". Doni tetap berusaha menakluk kan Rania.
"Aduh, kamu ngeyel banget ya..!! Jawaban aku tetap TIDAK..!!, Tentang hutang aku, nanti siang aku cicil dulu limaratus ribu, tunggu aku ditaman campus, bisa?".Rania terpaksa mengambil uang tabungan nya untuk menyicil hutang ganti rugi itu.
"Oke, kalau kamu Gak setuju buat kerja dikafe kakak aku, nantik aku tunggu kamu ditaman".Doni sedikit kecewa namun tetap semangat karna akan bertemu Rania ditaman.
"Oke, Assalamualaikum..!".Rania langsung menutup teleponnya.
"Ran.. Rania tunggu!!!". Tut tut tut .... suara telepon terputus.
"Ih, dasar...untung kamu manis, kalau gak...huh.!!".Doni menghela nafas.
***
"Aku duluan ya gaes... ada perlu".Rania pamitan sama teman-teman sekelasnya dijurusan Pendidikan Biologi.
"Oke Ran..".Jawab teman-teman Rania serentak.
Rania pun berjalan menuju taman dikampus itu.
__ADS_1
"Mana sih, kok belum kelihatan batang hidung si Doni".Rania mencari keberadaan Doni ditaman.
Tiba-tiba...
"Udah lama disini Ran..??". Doni muncul tiba-tiba.
"Astaghfirullahal'azim... kamu ngagetin aku aja Don..".Rania memang kaget dengan kemunculan Doni secara tiba-tiba.
"Gitu aja kaget". Jawab Doni.
"Oiya, inih... lima ratus ribu dulu". Rania menyerahkan amplop berisi uang Lima ratus ribu.
"Ah... Gak usah dipikirin, anggap aja lunas Ran, aku mau kita berteman Ran".Doni membatalkan uang ganti rugi itu.
"Beneran kamu Don..?".Rania tersenyum bahagia.
"Iya, maaf..,aku udah bikin kamu hampir dipecat, tapi kamu mau kan jadi teman ku?".Doni ingin jawaban yang pasti dari Rania.
"hmm.. iya kita temenan, masalah yang dikafe aku udah maafin kok, walau sempat pingin nimpuk kamu..., hehehe".Rania jujurnya kelewatan deh.
"Astaga... teganya kamu Ran". Doni membalas dengan nada sedikit manja.
Akhirnya Doni mengajak rania untuk makan siang bersama dikafe dekat kampus Rania.
***
Sementara itu dikediaman Jamal, Dimas dan Dinda sedang bahagia karena Adinda sudah mengandung anak pertama mereka.
Adimas membuat pesantren untuk dikelola sendiri oleh nya, karena itu adalah cita-citanya Dimas dari masa duduk di sekolah menengah pertama diPesantren tempat nya menimba ilmu.
Tentu saja Donatur pertamanya adalah sang ayah, Jamal.
Mereka bekerja sama untuk kesuksesan proyek itu.
***
Beberapa bulan kemudian, Kedekatan antara Rania dan Doni tidak bisa dipungkiri lagi.Namun mereka masih dalam batas yang wajar.
Hingga suatu ketika handphone genggam jadul Rania rusak karena jatuh dari saku, ketika ia ketoilet.
"Aduh... Handphone atu atu nya, malah rusak kecebur closed".Rania mengeluh kan atas kejadian itu.
Akhirnya Rania meminjam telepon teman kerjanya untuk mengabarkan kepada orang tua nya.
Sesampai nya dikamar kost.
Rania membiarkan pintu kamarnya terbuka.Lelah jangan ditanya, kecewa tentu, karena handphone yang ia miliki rusak.Padahal itu cara satu-satunya untuk melepas rindu pada kedua orang tua nya di kampung.
Tiba-tiba Sara datang menghampiri kamar Rania."Kenapa kamu Ran..? Kok kusut gitu mukanya?".
"Gimana gak kusut Ra.., handphone aku rusak, kecebur di toilet kafe".Rania menjelaskan dengan nada sedih.
__ADS_1
"Ya udah, kan bisa beli baru, kamu kan udah gajian kemarin..".Sara memberi solusi ke Rania.
"Gajian sih gajian...tapi habis bayar uang kost tiga bulan kedepan ra".Rania semakin lemes kalau ingat masalah handphone yang jatuh ke toilet kafe.
"Mana lagi tu handphone buat ngubungin dosen".Lanjut Rania.
"Waduh... ia juga ya Ran,, sabar-sabar dulu deh Ran,hehehe... kamu boleh kok pinjam Andro punya aku buat telponan sama ortu kamu dikampung.
"hmmm... Thanks banget ya Ra, kamu baik banget sama aku".Rania merasa bahagia memiliki teman satu kost sekaligus sahabat yang baik seperti sara.
"Iya... aku udah anggap kamu seperti sodara Ran".Sara tersenyum.
***
Dirumah Doni.
"Kok gak aktif terus sih, handphone nya, udah sebulan nih Rania gak ada kabar".
Akhirnya Doni berinisiatif menemui Rania ke kafe.
Sesampainya dikafe.
"Maaf bro aku mau nanya, ada Rania gak bro?".Doni bertanya ke salah satu waiters dikafe tempat Rania bekerja.
"Oh,Rania... ada bro lagi dibelakang, mau Gua panggilin bro??". Waiters itu menawarkan bantuan.
"Iya, tolong panggilin Rania ya bro, sebelumnya thanks ya bro". Sejak berteman dengan Rania, Doni menjadi lebih ramah.
Rania datang menghampiri Doni.
"Eh Doni... tumben ke kafe, ada apah..?".Rania sedikit heran Doni datang ke kafe tempatnya bekerja.
"Pakek nanyak lagi.... nyariin kamu lah Ran..., handphone kamu gak aktif terus, udah satu bulan nih gak ada kabar".Doni terlihat sedikit kecewa karena Rania seperti tidak merindukan dirinya.
"Iya Don... handphone jadul aku kecebur ditoilet kafe, hehehe... aku gak hafal nomor kontak kamu, jadi gak bisa ngabarin kamu".Rania menjelaskan kejadian handphone jadulnya kecebur closed.
"Ya ampun... kirain kamu nya sengaja ganti kontak, terus gak ngabarin aku, kok gak beli baru aja sih Ran..?". Doni memberi solusi.
"Yeee.... kalau beli baru mah gak perlu diajarin Don... Aku tuh lagi banyak kebutuhan yang harus dibayar, belum tugas-tugas kampus perlu banyak biaya buat nge print".Rania memberi alasan yang memang memberatkannya, dari pada harus membeli Android.
"Ran.. ada yang ingin aku sampaikan ke kamu".Doni ingin mengungkap kan sesuatu ke Rania.
"Apa itu Don...?".Rania penasaran.
Hai gaes...
Maaf ya baru update..
maklum lah, wanita karir😁
selalu beri penulis dukungan ya gaes...
__ADS_1
biar makin semangat 💪.