
Ketika waktu tidur tiba, Rania menyaran kan agar Dimas tidur dikamar belakang bersama Fatimah, sedang kan Dinda tidur dikamar bersama Rania dan baby khafi.
Abah dan umi tentu dikamar tengah...
Bagitu lah seharus nya hidup, tinggal kan ego dan tinggi kan empati.
Setidak nya kerikil-kerikil kecil terlewati dengan mudah.
Allah memberi hikmah terbaik untuk hambanya yang bersabar dan banyak bersyukur akan nikmat Nya.
Oleh sebab itu, selalu ber prasangka baik kepada siapa pun terutama pada Nya, sang Pencipta Alam semesta dan isi nya.
*
*
*
Tiga tahun kemudian Rania melahir kan dua anak kembar perempuan yang sangat cantik.
Pipinya kemerah-merahan dan bibir nya pun merah bak buah delima.
Mereka diberi nama..
"Aisyah Radia Khumaira dan Asyiah Radia Khumaira".
Sungguh kebahagia an yang tak terduga di anugerahi anak kembar yang cantik jelita.
Semoga anak-anak mereka menjadi anak-anak yang sholeh dan sholeha.
Atas permintaan Abah, Dimas membangun 2 rumah lagi didekat rumah Rania.
Rumah abah ditengah-tengah berada diantara rumah Rania dan Adinda.
Abah ingin tinggal berdekatan dengan cucu-cucu nya.
Rumah dipondok pesantren ditempati oleh Rendra dan ibu nya Rania.
Rendra menjadi salah satu guru bahasa arab di ponpes.
Meski ia masih menempuh pendidikan guru bahasa arab, tetapi kepandai an nya patut diacungi jempol.
Ananda menetap di Malaysia bersama keluarga kecil nya, sekali-kali berkunjung ke Indonesia atau keluarga di Indonesia yang berkunjung ke Malaysia.
Sedangkan Dimas sudah disibuk kan dengan Universitas yang dibangun nya melalui kerja sama para investor.
__ADS_1
Sedang kan Doni sudah menemukan belahan jiwa nya di kota J. Doni juga telah berdamai dengan kedua orang tua nya. Mereka mengizinkan kan Doni memilih teman hidup nya sendiri.
Sungguh perjuangan yang berat bagi Doni untuk move on dari Rania sang gadis desa yang saat ini sudah disibuk kan mengurus anak kembar nya.
"Kak Fatimah dan bang Khafi tolong jagain dek Aisyah dan dek Asyiah dulu ya, Ami mau buat susu dulu".
"Iya Ami....".
Jawab kedua nya serentak.
"Assalamualaikum....".
Salam Dimas baru datang.
"Waalaikumsalam..". Jawab anak-anak.
"Anak-anak abi lagi ngapain nih..".
"Lagi main sama dedek kembar bi..".
Sahut Fatimah.
"Iya bih...". Sambung Khafi.
"Hubby.... udah pulang..?". Sapa Rania membawa susu untuk si kembar.
"Fatima dan Khafi main disini ya, Abi sama Ami mau bobo in dedek kembar dulu". Titah nya.
Dimas dan Rania pun masuk ke kamar membawa si kembar.
Mereka duduk diranjang memangku sikembar.
"Sayang... makasih ya, kamu udah mau bersabar dalam membina rumah tangga kita yang banyak drama nya..". Ujar Dimas.
"Abang, ini sudah menjadi rencana Allah untuk kita, aku gak pernah menyangka akan melahirkan 3 anak dari seorang ustad Dimas yang aku kenal sejak kelas 5 SD, walaupun dulu ditinggal nikah duluan sama kamu..."
"Adek, kamu juga nikah sama orang duluan ya... dan....." ucapan Dimas terputus.
"Dan.... kita sama-sama dipertemukan DI CINTA YANG KE DUA..".Sambung Rania dan menatap suami nya dengan lekat.
Dimas pun menatap Rania dengan bibir yang melengkung.
"Kita berjodoh... Ku harap aku yang terakhir untuk mu..". Ucap Dimas sembari mendekat kan wajah nya untuk mengecup bibir manis milik Rania.
Kedua nya hanyut akan ke damai an yang mereka ciptakan berdua.
__ADS_1
***
Apa kabar dengan Adinda..?
Ya,
Adinda saat ini menjadi wanita yang lebih kuat dari sebelum nya, kegiatan nya sebagai Kepala sekolah Di Taman kanak-kanak milik yayasan suami nya membuat nya enjoy menjalani kehidupan rumah tangga nya.
Dinda tak lagi mudah menyimpan rasa iri dan cemburu pada Rania, karena Rania tak pernah sekali pun ingin menyaingi nya.
Ia sendiri yang membawa Rania masuk ke dalam rumah tangga nya, lalu untuk apa Dirinya harus cemburu pada saudari nya yang sudah membuat nya menjadi seorang ibu dari anak-anaknya.
Kehidupan rumah tangga mereka berjalan dengan semestinya,karena masing-masing dari mereka sudah memahami arti berbagi.
Sehingga kerikil-kerikil tajam pun tak mampu melukai mereka.
Kuncinya adalah sabar dan Keikhlasan dalam menjalani nya.
Hingga 10 tahun kemudian Adinda meninggal Dunia karena penyakit gagal ginjal yang diderita nya.
Begitu sedih dan terpukul bagi keluarga yang ditinggal kan, terutama bagi Fatimah, harus kehilangan ibu kandung nya diusia muda.
Namun apa lah daya, Allah lebih menyayangi sang ibu untuk kembali ke pangkuan ilahi.
"(Selamat jalan Adinda ku tersayang.., ketabahan dan keikhlasan mu sungguh akan diganjar surga, Aku Ridho akan kepulangan mu, berbahagia lah disana istri ku sayang, Bidadari surga ku)." Ucap nya dari lubuk hati terdalam.
"(Sungguh engkau wanita yang mulia kak, dari mu aku belajar sabar, dari mu pula aku belajar ikhlas, maaf kan aku yang tampa sengaja pernah menyakitimu, terimakasih sudah mau berbagi pada saudari mu ini, engkau orang baik, istri sholeha, ku yakin surga tempat mu kembali)". Rania pun turut berpesan dari hati nya.
Entah apakah pesan dari hati mereka akan Allah sampai kan pada Dinda, sehingga Dinda bisa mendengar isi hati mereka.
Tinggal lah Dimas dan Rania serta ke 4 anak-anak mereka.
Kisah poligami mereka pun berakhir disini, karena kedepan nya mereka tetap hidup berdua dan ke 4 anak-anak mereka, tampa ada kisah poligami lagi.
Akhir kata semoga mereka mampu mendidik anak-anak mereka menjadi anak-anak Yang sholeh dan sholeha.
Sedang kan Rania dan Dimas hidup menua bersama hingga maut memisah kan.
~•End•~
Terimakasih lover's sudah membaca Novel Cinta Yang Kedua,
terimakasih juga yang udah kasih like and vote,
I Love you all...❣️
__ADS_1
InsyaAllah Author mau nulis Novel baru... tapi belum tahu judul nya😁🤭
Mohon maaf 🙏🙏 atas segala kekurangan nya, Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakatuh.