Cinta Yang Kedua

Cinta Yang Kedua
4. Awal Pertemuan


__ADS_3

Sudah 6 bulan Dewi bekerja sebagai stap Pemasaran. Tugas Dewi mengecek barang yang akan di pasarkan, kemudian laporannya di serahkan ke Sari.


Arga juga sudah menikah dengan Silvi tapi Rio dan Cila masih tinggal dengan bu Aminah.


Hari ini Dewi Lembur lagi dia lebih giat bekerja karena Lima hari lagi akan ada pemilihan pekerja yang akan ikut acara Perayaan Ulang tahun Perusahaan kabarnya akan diadakan di luar kota.


Dewi begitu bersemangat karena siapa tau dia terpilih dan bisa naik pesawat gratis pikirnya


Sementara di kantor Pusat Yudha sedang sibuk memeriksa Kesiapan acara ulang tahun perusahaannya, Acara ini sangat Penting karena dia juga mau memperkenalkan tunangannya sekaligus calon istrinya ke seluruh dunia. Mereka akan menikah 2 bulan lagi


" Tuan semuanya sudah siap, juga Persiapan anda Lusa ke Amerika menjemput Nona Natasha, " ujar Rendi Sekertaris Yudha yang setia menemani Yudha dari nol mendirikan Perusahaan sampai sekarang.


Rendi juga sudah menikah dan memiliki seorang anak.


" Kamu boleh pulang duluan Ren, aku nyusul nanti" ujar Yudha


" Kenapa lagi pernikahan tinggal 2 bulan lagi. Anda dan Nona Natasha Sudah 3 tahun Tunangan "


" Kita kan di jodohkan Ren. Dia Anak Temannya Ayahku kita juga tidak sering ketemu karena kesibukan kita kan."


" Kenapa, Anda belum yakin dengan nona Natasha ? dia cantik baik sebagai wanita dia sempurna "


" Kenapa ga kamu saja yang menikahi dia? aku pulang dulu, suruh Pa Man siapkan mobil"


Lalu Rendi mengambil hp di sakunya dan menelpon pa Man


Pa Man mengantar Yudha pulang dengan mobilnya, di lampu merah dia melihat seorang wanita sedang membagikan makanan pada Pengemis


" Ini kan bukan Bulan Ramadhan kenapa di membagikan makanannya" ujar Yudha


" Nona itu sering membagikan makanan kepada pengemis tuan, saya sering melihatnya" ujar Pa Man


Kemudian mobil Yudha melesat jauh samapi lah di perumahan elit dan rumah Yudha paling besar di sana


" Kamu sudah pulang Yud " ujar wanita berusia 65 tahun namun masih kelihatan sehat dan cantik bu Yuni wijaya adalah ibu kandung Yudha


" Bagaimana kabar mamaku yang paling cantik hari ini " ujar Yudha sambil mencium tangan ibunya


" Ibumu belum baik sebelum menggendong cucu " ujar bu Yuni


" Yola kan sudah punya anak dan sekarang anaknya mau dua, udah akh aku mau mandi dulu " ujar Yudha


Yola adalah istri Rendi juga adikya Yudha satu- satunya.


Jam tujuh Yudha sudah berangkat ke bandara untuk menjemput Natasha ke Amerika. Setibanya d bandara Amerika


" Tuan Apa kita tidak akan memberi tahu nona Nathasha dulu, sebelum ke hotel"

__ADS_1


" Ren, ini sudah malam nanti aku akan memberi kejutan dengan membangunkan dia"


Setibanya di Apartemen Natasha


" Kamu tunggu dulu di luar aku masuk dulu "


ujar yudha.


Yudha menekan passwod kunci pintunya Nasha, tidak lama pintunya pun terbuka dia masuk.


Apartemen yang mewah dua lantai tersebut begitu besar kamar Natasha di lantai dua Yudha sengaja tidak berisik ingin memberi kejutan kepada Nathasha, tetapi saat menuju ke lantai atas Yudha kaget melihat anggur berserakan di meja dan baju- baju berserakan di lantai.


Dia melangkah ke kamar pintu kamarnya yang terbuka membuat Yudha melihat dengan jelas adegan orang dewasa


" Natasha jadi ini yang kamu lakukan selama ini di belakangku"


Suara keras yudha membuat keduanya kaget dan menghentikan Aktifitasnya


" Yudha se..se.sejak kapan kamu di situ" ujar Natasha sambil bergetar


" Sejak kamu mulai menyentuh laki- laki bule itu" teriak Yudha sambil menahan Amarahnya


" Tunggu dulu sayang kamu salah paham"


" Salah paham apalagi ! kamu mau bilang mataku rabun, sehingga ga bisa bedain mana orang yang lgi tidur dan di tidurin "


" Mulai sekarang kamu ga usah panggil aku sayang dan jangan pernah muncul di hadapan aku lagi. Kita Putus "


Nathasa lari sambil mengejar Yudha namun Yudha langsung pergi


Wajah Yudha langsung merah karena marah di mobil dia meluapkan amarahnya


" Dasar wanita murahan beraninya mempermainkan aku Pesan tiket pulang besok pagi "


Teriak Yudha sambil memukul kursi mobil depan


" Baik tuan "


"Tuan Pertunangan anda Apa akan di batalkan? Sementara Persiapan Pernikahan Anda sudah 50% masalahnya.." kata- keta Rendi terhenti


" Masalahnya apa.?"


" Berita Pernikahan anda sudah tersebar kemana mana, Lusa anda akan memperkenalkan tunangan jika batal itu sangat berengaruh pada citra perusahan. bisa bisa kita akan kehilangan kontrak kerja dengan perusahan lainnya. kita akan..."


belum sempat Rendi berbicara Yuda sudah memotongnya


" Kamu ga usah kawatir! Biar aku yang memikirkan jalan keluarnya "

__ADS_1


" Baik tuan "


Setibanya di Bandara Yudha memutuskan untuk terbang lagi ke bali melihat kesiapan Acara besok


Sesampainya di bandara Bali


" Tuan Sebaiknya anda istirahat saja di Hotel " ujar Rendi kepada Yudha sambil mengikuti langkah kaki Yudha


Sementara itu Rombongan Para Karyawan termasuk Dewi sudah tiba di Bali, Sari melirik Kawannya yang tidak terlihat senang dari kemarin hingga sekarang wajahnya terlihat sangat sedih


" Dew. kamu kenapa sich kemaren- kemaren kamu yang semangat pengen naek pesawat sekarang muka kamu kaya orang yang habis di tipu uang puluhan milyar tau ga " ujar sari


" Mas Arga pernah janji mau ngajak aku dan anak - anak bulan ini liburan sekolahnya ke bali, sekarang malah aku sendirian ke Bali Sar "


" Ya.. Kamu berdoa aja mudah mudahan taun depan kamu bisa ke bali bareng Rio dan Cila"


" Belum tentu aku mampu Sar " ujar Dewi kepada Sari


" Ya udah Jangan sedih aku gak suka liat kamu gitu, kita nunggu bis jemutan dulu " kata Sari


Dewi duduk di atas koper sambil memangku kedua dagunya terlihat begitu menyedihkan.


Yudha Tiba - Tiba menghentikan langkahnya dan terpokus pada satu pandangan yaitu seorang wanita yang terlihat Bercahaya


" Ren buket bunga mawar yang datang tadi pagi apa kamu buang ? " ujar Yudha sambil memandangi wanita itu


" Mana mungkin saya buang itu kan ada Cincin berliannya tuan"


" Anda mau ngaapin tuan " Sambung Rendi


" Aku menemukan solusi masalah kita,. berikan bunganya? "


Rendi menyerahkan buket bunga yang besar ke Yudha


Yudha mempercepat langkah kakinya. menuju seseorang Dadanya berdebar debar


" Nona Apa Anda mau menikah dengan saya "


Yudha berjongkok di hadapan wanita yang sedang duduk di atas koper sambil Sambil menyerahkan buket bunga mawar besar di tengahnya ada cincin berlian yang cantik sekali


Dewi terpana melihat laki-laki tampan kulitnya putih tinggi juga berpenampilan keren memberikan bunga mawar ke hadapanya.


Mereka saling memandang lama sekali


Dalam hati Dewi ( Apa aku ini sudah mati kenapa ada malaikat tampan melamarku )


Pandangan semua orang tertuju pada Mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2