
Ada kelopak bunga mawar merah yang dibentuk seperti gambar Hati, di atas tempat tidur king size nan mewah itu.
Kamar nya benar-benar seperti kamar hotel khusus pengantin baru.
Rania tak berkedip melihat keindahan kamar suaminya, kamar itu terletak dilantai satu, dan....
"Sayang, mandi dulu gih, aku udah laper, kita makan malam dibawah". Doni mengejutkan Rania yang sedang mengamati keindahan dikamar barunya.
"Hmm... iya bang... aku mau ambil baju dulu ditas, tadi tas nya masih dibawah". Rania berjalan menuju pintu keluar dari kamar, tetapi kaki Rania malah tersandung kakinya sendiri dan saat akan terjatuh Doni dengan sigap menarik tangan Rania dan....
Terjadilah adegan saling pandang diantara mereka, Semakin lama Doni mendekatkan wajahnya ke wajah Rania, saat Doni ingin mencium bibir merah Rania....
"Hmm.. bang... aku belum mandi". Dengan polos nya Rania mengatakan itu, membuat Doni tersadar dari hasrat nya.
"Sayang... kamu ada-ada saja, mandi gak mandi kamu tetap cantik kok... oiya, kamu bisa pakai baju-baju yang ada dilemari itu sayang..". Doni membuka lemari dan memperlihat kan pakaian wanita seukuran Rania yang sudah tersusun rapi.
"Ini pakaian wanita, punya siapa bang..?". Rania merasa heran.
"Ini semua... punya kamu sayang... dah, mandi gih biar makin cantik". Doni mengantar Rania ke kamar mandi yang ada dikamar itu.
Usai mandi Rania keluar mengenakan handuk pendek diatas lutut.
Ia menuju lemari pakaian nya, tampa sadar ada Doni yang duduk disopa kamar mereka.
Doni tak berkedip melihat Rania keluar hanya mengenakan handuk pendek nya, memperlihatkan kulit putih nan mulus dan rambut panjang yang basah terurai, seketika membangkitkan sesuatu di dalam celananya.
Rania mengambil satu one set berwarna putih, ketika ia membalikan tubuh, ia melihat Doni duduk disopa sedang memperhatikannya.
"A,, abang...".Rania pun berlari masuk ke kamar ganti.
Doni merasa lucu melihat tingkah Rania yang menggemas kan.
"Aduh.... pakek lupa lagi kalau udah punya suami, Raniaaa....". Ia merasa malu.
Rania pun keluar dari kamar ganti dengan wajah yang memerah, ia menepuk rambut panjangnya yang basah.
Doni pun menghampiri Rania"Sayang... sini aku bantu ngeringin pakai Hair dryer". Doni membuat Rania duduk di depan meja rias nya, ia pun mengeringkan rambut panjang Rania yang basah dan menyisirnya.
"Sungguh kamu wanita yang penuh dengan keindahan sayang, aku merasa beruntung memiliki mu." Doni memuji istrinya.
Rania tersipu malu dengan pujian dari suaminya itu.
Doni pun mengecup kening Rania.
"Abang... aku udah laper nih, kamu mandi gih". Doni pun bergantian membersihkan diri.
__ADS_1
Makan malam pun usai, Doni disibuk kan dengan berkas-berkas yang dibawa oleh asistennya.
Rania masih duduk dimeja makan berbincang dengan bik jum, Asisten rumah tangga mereka.
Lelah dengan kesibukan masing-masing, akhirnya Rania masuk ke kamar duluan. Ia berniat mengganti baju nya, tetapi hanya ada baju tidur seksi dilemari itu. Akhirnya Rania keluar dari ruang ganti memakai baju tidur diatas lutut berwarna kuning pastel, dengan rambut teruai.
Doni yang ketika itu masuk kekamar terpesona melihat istri cantik nya dengan balutan baju tidur yang seksi.
"Kamu menggoda ku sayang...". Doni pun berjalan mendekati Rania.
Ia memeluk Rania dan kembali menatap wajah Rania, dengan lembut membelai wajah mulusnya dan mengecup bibir merah istrinya.
Rania diam membisu, ini pertama kali baginya merasakan kecupan hangat dibibir nya. Doni masih menjelajah dibibir istrinya, memainkan lidahnya, Rania mengikuti permainan lembut dibibir nya.
Doni pun mulai menyentuh lembut bagian tubuh lainnya, membuat jejak kecupan disana, rangsangan demi rangsangan membuat Rania mendesah.
Rania terbuai akan kecupan-kecuapan dan sentuhan-sentuhan lembut Doni, membuat Rania merasakan sensasi menggairah kan dari dalam dirinya.
Tampa sadar Rania mendesah lagi, membuat Doni semakin bernafsu melanjutkan kegiatannya.
Dibawah sinar lampu kamar yang redup, pakaian berserak diantara sopa dan lantai kamar itu. Doni siap untuk menerobos pagar ayu milik Rania.
"Tahan sedikit sayang, ini akan terasa sakit", dengan perlahan Doni menerobos Perawan cantik itu, Rania meremas selimut menahan sakitnya.
Gerakan lembut Doni mulai membuat Rania terbiasa dan timbul lah rasa kenikmatan yang membuat nafas kedua nya berpacu.
Dua insan yang sedang memadu kasih menggapai surga dunia untuk kali pertamanya.
Rania merasa bahagia, mengukir senyum di atas dada bidang suaminya.
Malam itu mereka tidak bisa tidur dengan nyenyak, tak cukup sekali entah berapa kali mengulang rasa yang membuat mereka merasa candu.
***
Pukul sembilan pagi, Rania terbangun dari tidurnya karena merasa haus, usai minum ia ingin ke kamar mandi.
Saat ia mulai berjalan "Aaw...". Rasa perih diarea sensitif nya membuat ia tidak bisa berjalan.
Suara teriakan nya membangun kan Doni.
"Kamu mau ke kamar mandi sayang, sakit ya... sini aku bantu". Doni menggendong Rania sampai ke kamar mandi dengan tubuh polosnya.
Akhirnya mereka pun mandi bersama untuk pertama kalinya, dan mengulang kegiatan panas yang entah ke berapa kali nya...
Usai membersih kan diri Rania pun turun ke dapur, sedangkan Doni yang masih dikamar tampa sengaja melihat noda darah diatas sprei putih tempat tidur mereka.
__ADS_1
" Aku merasa bangga menjadi yang pertama memiliki mu sayang".Ia bergumam sendiri.
***
Dert dert dert... suara getaran dari smartphone Doni.
"Halo ma...
Doni dirumah ma..
iya, hari ini aku mau kerumah mama.., ada hal yang penting mau aku sampaikan ke mama...
oke ma.." Doni menutup telepon.
Rania yang mendengar Doni menyebut kata mama, mulai susah untuk menelan makanan yang ada di mulut nya. Seketika nafsu makan nya menghilang, mengingat mama nya Doni tidak menyukai dirinya yang bukan siapa-siapa.
"Sayang... kok tegang sih... kenapa..?" Doni bertanya dengan lembut.
"Gak sayang... eh.. bang...". Rania keceplosan.
"Apa, sa..yang... ulang lagi...kamu tadi bilang apa?". Doni merasa tersanjung mendengar Rania memanggilnya sayang.
"Bukan... maksud aku abang.. hiss pede amat sih... aku tadi cuma lagi mikirin mama kamu...". Rania melanjutkan.
"Kenapa..? karna sikap mama ke kamu dua tahun lalu..?". Doni mengingat masa yang lalu.
"Kamu kan tahu sendiri bang..". Rania sedikit murung.
"Kamu tenang yang sayang, aku pastiin mama dan papa merestui kita". Doni keyakin kan.
"InsyaAllah... mudah-mudahan ya bang".Rania menatap Doni dengan penuh keyakinan.
Doni berbisik ke telinga Rania ". Kamu semalam hot seksi sayang..., pengin ngulang lagi".
"Sssttttt apa an sih bang, malu deh kalau ada yang dengar". Wajah nya memerah seraya mencubit perut suaminya.
Mereka pun tertawa hangat. Pengantin baru bahagia dengan moment pacaran sesudah menikah.
Mereka pun berangkat menuju rumah utama keluarga Doni, yang jaraknya hanya tiga puluh menit dari rumah baru Doni.
Sesampainya dirumah utama, ternyata mama dan papa Doni sedang berkumpul dengan tamu nya dan ada seorang wanita muda diantara mereka.
Dan kumudian......
Hay gaes...
__ADS_1
lanjut gak nih...
kalau lanjut jangan lupa semangat nya ya buat penulis 😍...