Cinta Yang Kedua

Cinta Yang Kedua
24. Pacaran sesudah Halal.


__ADS_3

Keesokan harinya...


Dimas dan Rania menuju kota untuk membuat pasport Rania.


Mereka masih dimobil menempuh perjalanan sekitar 40 menit lagi.


"Dik.. mau singgah beli minum dulu..?". Dimas membuka suara.


"Belum haus bang... abang haus? ". Balas Rania.


"Enggak dik... Kemarin malam kamu cepet banget bobo nya...?". Dimas mulai bicara ke arah lain..


"Hem... ". Rania salah tingkah dan bingung mau jawab apa.


"Kok hemm...?". Tanya Dimas lagi.


"Abang sih....kelamaan diluar nya.. keburu ngantuk". Kilah nya.


"Oh... kamu gak marah kan sayang...?". Dimas keceplosan.


"Hmm... Sayang?". Rania menatap Dimas disamping nya yang sedang mengemudi.


"Emang kenapa kalau sayang..?". Dimas menepikan mobil nya ditepi jalan dibawah sebuah pohon.


"Gak salah sebut ni bang?". Rania tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Dimas pun memegang tangan Rania..


"Abang udah tau dik Rania yang dicintai oleh Allah... dan disayangi oleh abang saat ini". Dimas mengucap kan penggalan isi surat nya 5 tahun lalu.


"Jadi.... Abang udah tahu?". Wajah Rania memerah.


"Abang tak menyangka kalau takdir menyatukan kita.. Abang janji dik, InsyaAllah... akan berusaha adil untuk kalian..". Ucap Dimas dengan penuh keyakinan.


Rania yang mendengar perkataan Dimas lalu menatap matanya, mencari kebohongan dimata Dimas. Akan tetapi ia tak menemukan nya.


Dimas pun menarik Rania ke dalam pelukannya.


"Aku senang mendengar nya bang..". Air mata pun lolos dari matanya.


Dimas melepas pelukannya dan menatap Rania lekat. " Dik Rania yang disayangi oleh abang... Mau kah kamu pacaran halal dengan ku..?". Dimas tersenyum menatap wajah istrinya.


"Aku mau bang... aku mau sayang...". Rania kembali memeluk kekasih halal nya.


Dimas dan Rania pun kembali melanjutkan perjalanan ke kantor imigrasi.


Sungguh berbunga-bunga hati pasangan baru itu, takdir membawa mereka bertemu dan berjodoh.


Ini kah Cinta Yang ke Dua..?


Rania berjodoh dengan Doni, tetapi kisah nya hanya seumur jagung, dan Rania kembali disatukan dengan Dimas cinta pertama nya tetapi berjodoh untuk Cinta yang ke dua kalinya bagi Rania.


Begitu pun sebaliknya, dahulu Dimas menolak Cinta Rania, dan sekarang ia dipertemukan kembali dan menikahi Rania untuk menjadi Istri keduanya.


Dimas mulai merasakan kehadiran Cinta yang kedua untuk Rania di hati nya.


***


Di rumah Doni....


Aku tak mengira akan berakhir seperti ini. Saat itu aku tak ingin mendengar kan apa pun yang ingin kau jelas kan.. Ran...


Sungguh aku suami yang bodoh, aku sudah lama mengenal mu, seharusnya aku tak langsung mencerai kan mu. Tanpa mencari tahu kebenaran aku mentalak mu dan mengusir mu dari rumah ku malam itu juga... Raniaaaaaa...... Maaf kan aku....


Doni pun terjaga dari mimpi buruknya.... "Ini bukan mimpi.. ini nyata Ran... Raniaaa". Dimas sungguh menyesali tindakan nya.


Dert.... dert.. dert...

__ADS_1


Doni membuka pesan dari asisten nya.


ia mendapat kiriman foto Rania dan suaminya sedang makan siang berdua.


pesan lain masuk lagi...


Mereka ada di mall xXx....


Doni pun bersiap-siap untuk menuju mall xXx...


20 menit kemudian ia sudah sampai dimall dan dikafe tempat Rania makan.


Sungguh Romantis pasangan yang sedang dimabuk asmara itu..


Dimas menghapus noda makanan di bibir merah Rania.


Rania memandang Dimas dengan pipi yang bersemu merah.


Doni yang menyaksikan pemandangan itu pun hatinya teriris bagai disayat sembilu.


"Aku ke toilet sebentar bang..." Rania pun menuju ke tolilet yang ada disamping kafe tempat ia makan.


Ketika Rania akan masuk ketoilet, tiba-tiba tangan nya ditarik oleh seseorang.


"Doni...?". Rania menarik tangan nya.


"Rania...". Balas Doni.


"Ada apa lagi Don..?". Rania memaling kan matanya.


"Aku sudah tahu semua kebenaran nya... ". Jelas Doni.


"Lalu..?". Jawab Rania.


"Maaf kan aku Ran... dan kembali lah bersama ku...!". Ucap Doni tanpa rasa malu.


"Aku tahu Ran... kamu sudah menikah, apalah artinya kalau kamu hanya jadi yang kedua untuk nya". Cercah Doni.


Rania menatap Doni dan...


"Maaf..!!". Rania pun pergi meninggalkan Doni.


"Ran... aku masih mencintaimu.. kembali lah kepadaku...". Teriak Doni.


Rania tetap berjalan tampa menghiraukan teriakan Doni.


(Tega kamu... tega kamu Don.. dengan mudah nya kamu mencampakkan ku, dan kini kembali hanya untuk menghina ku) Rania menangis dalam hatinya dan menahan embun yang ada dimatanya.


"Kamu kenapa sayang..?". Dimas sudah berdiri dipintu masuk menunggu Rania dari toilet.


"Bang... aku gak papa kok..". Rania menyembunyi kan rasa sakit dihatinya.


"Terus kenapa mata kamu berkaca kaca..?". Tanya Dimas penasaran.


"Tadi tu mau bersin, tapi gak jadi... sakit banget rasanya bang... sampek pengen nangis..". Jawab Rania tersenyum dan ingin menghapus air dimata nya yang hampir jatuh.


"Kamu gak perlu bohong sayang...".


Dimas pun menahan tangan Rania yang hendak menghapus air di matanya.


Rania menatap Dimas, air mata pun jatuh tak tertahan kan. Dimas pun mengusap lembut air mata dipipi kekasih halal nya.


Dimas menggenggam erat tangan Rania lalu menghiburnya berkeliling mall.


Dimas membelikan Rania sebuah kalung emas putih dengan liontin kecil berbentuk hati.


Setelah sedikit berbelanja baju untuk Rania, mereka pun kembali ke mobil.

__ADS_1


Dimas pun memakai kan kalung itu, ia menyingkap jilbab Rania. Mereka saling tatap dan Dimas pun mengec*p kening istrinya itu.


Pemandangan itu tak luput dari mata Doni, hatinya sungguh terbakar akan kemesraan dua sejoli itu.


"Jika uang yang kamu ingin kan, aku lebih banyak uang dari nya Ran.. kamu tak perlu menjadi yang kedua seperti itu".Bisik Doni geram.


Dimas dan Rania pun kembali kerumah mereka.


Dimas memberi Adinda sebuah cicin emas dan sebuah kalung untuk Fatimah.


Dimas pun memberikan beberapa helai baju untuk Dinda dan Fatimah.


Dimas tak ingin ada satu pun dari istrinya yang berkecil hati oleh ketidak adilan nya.


Meski yang namanya manusia tidak luput dari kesalahan, yang utama adalah ia tetap berusaha menjadi yang terbaik untuk Tuhan dan keluarganya.


*


*


Beberapa hari kemudian tiba lah saat nya untuk Dimas dan Rania berangkat ke kairo.


Mereka harus terbang menuju kota J, dan transit di Negara M.


Disana Dimas dan Rania menginap satu malam untuk penerbangan esok harinya.


Dikamar hotel itu....


Dimas melihat Rania sudah berganti baju. Rania mengenakan baju daster warna putih sependek pahanya, tak lupa juga dengan rambut hitam panjang nya yang terurai.


Dimas menatap Rania yang keluar dari kamar mandi dengan penuh pesonanya. Membuat Dimas jatuh cinta sejujur nya....


"Sayang... kamu..?". Dimas menatap Rania yang mendekat.


"Jangan kaget ya abang...


Sayang... sejujurnya aku memang seperti ini kalau dikamar." Jelas Rania menggoda dengan polosnya.


Dimas pun menarik tangan Rania, sehingga Rania terjatuh dipangkuan Dimas.


Mereka saling tatap dan perlahan mendekat kan wajah satu sama lain.


Dimas pun memulai aksinya...


Ia menci*m lembut bi*ir Rania, mereka saling bertukar saliv*.


Puas dengan c*um*an panas nya, Dimas mulai turun ke l*her jenjang Rania.


Rania men*kmati setiap sentuhan dan belaian lembut Dimas.


Tampa sadar membuat nya M**d*s*h.


Sentuhan demi sentuhan ditubuh nya membuat Rania menuntut perlakuan lebih dari Dimas.


Sayang bukan kepalang... aral melintang pun tiba...


Ding ding dong... Suara notifikasi diponsel Dimas.


Panggilan video call dari Adinda, pasalnya Dimas sudah mengganti kartu telpon nya.


Dan panggilan telpon wa itu sudah berbunyi untuk kedua kalinya...


Akhirnya.....


Hai gaes... lagi semangat up nih..


Rajin baca ya...❤️

__ADS_1


jangan lupa vote nya😍💪


__ADS_2