
Rania penasaran dengan apa yang ingin dikatakan Doni. Namun Doni walau sudah merasa yakin, masih gugup untuk menyatakannya. Pasalnya selama ini Doni selalu dikejar-kejar oleh para gadis, dan selalu Doni yang ditembak oleh gadis mana pun yang menyukainya. karena itu ini kalai pertama nya bagi Doni untuk menyatakan isi hatinya.
"Don...Doni.. ". Rania menyadarkan Doni dari lamunannya.
"hmm.. iya Ran..?".Jawab Doni.
"kamu tadi mau ngomong apa?malah bengong sih..?".Rania merasa aneh dengan sikap Doni.
"Oh ini, aku lagi mengingat sesuatu Ran, hehehe".Jawab Doni kikuk.
"Apaan sih.. Jadi kamu mau ngomong apa? kalau gak jadi aku mau kerja nih...".Rania memastikan, karena ia sedang dalam jam kerja dikafe.
"Iya.. jadi...Ran, hmm.... tapi,, nanti aja deh, tunggu kamu pulang kerja, biar lebih nyantai..".Doni ingin lebih santai, karena tergesa-gesa,biasanya membuahkan hasil yang tidak baik.
"Oh, gitu, yaudah aku tinggal dulu ya".Rania pergi meninggalkan Doni, masuk ke kafe kembali bekerja.
"okeh, aku tunggu disini ya...".Doni pun menunggu di kursi pengunjung kafe dekat teras, yang bernuansa coklat dengan lampu hias diantara dinding-dinding nya.
beberapa waktu kemudian Rania selesai membersihkan kafe, dan menemui Doni diteras kafe.
"Don...Doni.. bangun..". Ternyata Doni ketiduran karna terlalu lama menunggu Rania bekerja dikafe.
"Hmm... Ran..". Doni terbangun dan melihat Rania yang sedang tersenyum ke arahnya.
"Segitunya kamu Don, nungguin aku sampai ketiduran".Rania merasa tidak enak dengan Doni.
"Ini..!!".Rania memberi Secangkir kopi hangat dalam gelas kemasan.
Doni tersenyum dan mengambil kopi itu dari tangan Rania."Tumben kamu perhatian ke aku Ran..?".Ucap Doni sambil tersenyum ke Rania.
"Habisnya kamu beneran nekat nungguin aku kerja, seperti gak ada kerjaan aja".Rania mulai beralibi.
"Kan aku udah bilang, kalau aku...".Ucapan Doni terhenti diujung lidah.
"Entah kenapa lidah ku terasa gugup untuk menyatakannya".(Doni bergumam didalam hati).
"Kamu...? kamu apa Don..?".Rania menyambung kata-kata Doni yang terhenti.
__ADS_1
"Aku suka kamu Ran...". Akhirnya kata itu terucap dari mulutnya untuk Rania.
Rania yang mendengar pernyataan Doni pun tertegun dan mereka pun saling tatap satu sama lain.
mereka seperti saling mencari kebenaran dari mata yang saling beradu pandang.
Hingga akhirnya....
(Rania Prov.)
Sebenarnya aku sudah lama melihat gelagat Doni yang diam-diam memperhatikan ku. Secara langsung memberi perhatian yang tidak biasa kepadaku. Namun apalah daya ku..?
aku masih berdiri diBayangan surat cinta pertama ku yang bertepuk sebelah tangan. Aku jatuh cinta dengan pesan nasihat yang tertulis di surat itu.
Oh... bang Dimas... mengapa sulit sekali melepas kan mu dari ingatan ku?
Apa ini..?Aku yakin saat ini engkau sedang berbahagia dengan Adinda..
(Prov. end).
Doni yang tersadar dari pandangan nya, melihat Air mata menetes dari pipi Rania.
"Ran...kamu kenapa menangis..?".Doni merasa bingung dengan air mata Rania.
"Maaf kan aku Don... aku tau .. selama ini kamu menyimpan rasa itu untuk ku.. Tapi apa lah daya ku...?".Rania mengusap air matanya lalu melanjutkan lagi...
"Aku masih dipintu bayangan orang lain..".Rania terisak kembali mengingat betapa pilu nya kisah cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.
"Orang lain..? maksud kamu Ran..?". Doni ingin tahu alasan Rania lebih jelas lagi.
"Dipintu Bayangan Cinta pertama ku yang bertepuk sebelah tangan". Sekilas terdengar biasa, namun begitu memilukan bagi Rania yang jatuh Cinta pada seseorang dari ia masih duduk dibangku sekolah dasar.
Doni yang mendengar jawaban Rania pun tertegun tak dapat berkata-kata.
(Prov. Doni).
"Astaga... ternyata kamu masih dalam bayangan masa lalu mu Ran, betapa pilunya cinta bertepuk sebelah tangan itu,,, seperti yang ku rasakan saat ini. Aku mengerti perasaan mu Ran, aku akan membuat mu melupakan kisah yang memilukan itu."(Doni bergumam dalam hati dan fikirannya). Namun demikian Doni masih mampu menyembunyikan kekecewaannya bahkan pilu dihatinya.
__ADS_1
Akhirnya Doni membuka suara..
"Ran, aku tahu rasanya cinta bertepuk sebelah tangan, seperti yang aku rasakan saat ini. Kamu secara tidak langsung menolak ku.
Tapi, aku tidak akan menyerah untuk membuatmu bisa membalas perasaanku. Aku mohon, buka lah sedikit cepah dihatimu untuk ku Ran. Bisakah kamu lakukan itu?".Doni ingin meyakinkan Rania, akan perasaan tulusnya.
Rania terdiam sejenak untuk mencerna semua ucapan Doni, dan...
"Don.. aku tahu rasanya cinta bertepuk sebelah tangan. Mungkin gak mudah bagi aku untuk melupakannya lalu membuka hati ku untuk yang lain, tapi aku akan coba untuk itu Don..". Sedikit senyuman rania berikan untuk Doni.
"Jadi....kamu mau memberi ku kesempatan untuk membuatmu jatuh cinta padaku?".Doni bersemangat.
"Aku akan coba, tapi aku ingin hubungan ini dalam keseriusan dan tujuan utamanya adalah pernikahan.
tapi tidak menikah dalam waktu dekat ini, aku ingin menyelesaikan study ku terlebih dahulu, akan lebih baik kedepannya kita lebih saling mengenal tetapi masih dalam batas kewajaran."Rania menyatakan keinginannya.
"Ran... aku siap menerima semua syarat dari mu, akan aku buktikan dengan tindakan bukan dengan sebuah kata janji".Doni meyakinkan Rania.
Akhirnya mereka sama-sama mengukir senyuman satu sama lain. Mereka pun berjalan bersama menyeberangi jalanan kota yang terang benderang.
setelah sampai didepan kost Rania, akhirnya mereka pun berpisah, Rania masuk kekamarnya sedangkan Doni pamit untuk pulang kerumah.
Hari ini adalah hari yang mengejutkan bagi kedua insan yang telah membuat kesepakatan untuk saling kenal lebih dalam lagi, dengan tujuan yang pasti adalah pernikahan.
"Aku yakin, aku bisa memenangkan hatimu Ran..".Doni bergumam pada diri sendiri.
Ketika Doni masuk ke pintu utama rumah nya, tiba-tiba terdengar suara wanita menyebut namanya...
"Sayang... kamu udah pulang...???
Assalamualaikum gaes...
maaf telat update terus... ๐
full job terus beberapa hari ini,
selalu beri dukungan ya gaes buat karya pertama ku...๐
__ADS_1