
Di kamarnya Dewi sholat malam dan berdoa.
Setelah sohlat Dewi memandangi photo pernikahan teringat waktu suaminya melamarnya, kemudian menikah sampai memiliki dua orang anak.
Semuanya begitu indah Dewi begitu bersyukur memiliki suami yang baik seperti mas Arga, tetapi kehidupan yang bahagianya kini hancur.
Tak tersa Air matanya terus mengalir tak tertahankan.
Pagi ini Dewi masih tiduran di kamarnya setelah shalat dia tidur lagi.
"Mah.. Bangun Mah.." suara Rio menjadi Alarm Dewi terkejut dan teringat dia belum menyiapkan sarapan
" Sayang, maafin mama ya kamu lapar ya nak, sebentar mama masak dulu.." Pinta Dewi sambil bergegas menuju dapur
" Mah, tante silvi sudah membuat sarapan, cila dan Ayah sedang sarapan di dapur bersama tante silvi " ujar Rio
Tiba tubuh Dewi lemas dan bergetar, perlahan dia menuju dapur.
Dia melihat Silvi yang sedang menyupi Cila dan sesekali dia juga menyuapi Mas Arga.
Arga tidak berhenti menatap Silvi dengan senyum di bibirnya.
Dewi kembali berbalik di usapnya dadanya supaya Air matanya tidak jatuh di hadapan Rio anaknya
" Lho mah kenapa ga langsung makan," ujar Rio sambil menarik tangan Dewi
" Mama ga enak badan sayang kamu aja yang makan "
" Tunggu aku mau bicara berdua. " ujar Arga ke Dewi
Dewi mengikuti langkah Arga sesampainya di kamar Arga bicara
" Aku mau menikahi silvi " ucapan Arga ini seperti petir yang menyambar Dewi
Sambil menahan amarah Dewi menjawab
" Kenapa mas tega sama aku, kurang apa selama ini Mas"
" Kalo kamu ga setuju kita bercerai saja,
Anak - anak aku yang urus" ujar Arga sambil pergi ke dapur
Dewi kembali ke kamarnya. Setelah sarapan Arga membawa silvi, Rio dan Cila jalan - jalan ke taman Hiburan sampai sore baru mereka pulang.
__ADS_1
Dewi belum keluar dari kamarnya cila menghampiri dewi di kamar
" Mama masih sakit.. Cila pijitin ya, hari ini Cila di ajak ayah Ke Taman hiburan " cila menceritakan pemainan yang dia naiki bersama Silvi, Rio dan Ayahnya dia kelihatan begitu senang,
" Mah tadi Rio beli martabak keju kesukaan mama, Rio ingat mama belum makan td pagi " ujar Rio Sambil menyerahkan bungkusan
" Terimakasih sayang. Ayah kemana? " ujar dewi pada Rio
" Ayah ada urusan dulu sama tante Silvi " ujar Rio sambil memijat kaki Dewi.
Dewi melirik cila yang tertidur di sampingnya
" Nak,.. jika nanti mama tidak tinggal disini Rio maukan Janji sama mama ? bantu mama untuk jagain Cila" ujar dewi kepada Rio sambil mengusap kepala Rio
" Apa mama mau ninggalin Rio? Apa sakit mama parah? kalo Sakit mama parah kita pergi kerumah sakit mah ! " ujar Rio sambil menagis
" Jangan nangis sayang.! mama ga sakit parah ko, Rio kan dah besar udah sekolah kalo dah besar harus jagain adik nya yang masih kecil "
" Ia mah.. Rio pasti jagain cila mah" masih terisak nangis
" Jangan nangis sayang sini mama peluk kamu pasti cape seharian " sambil merangkul kemudian menggendongnya dan menepuk nepuk punggung Rio yang masih terisak nangis sampai terlelap di pangkuan Dewi.
Dewi memandangi kedua anaknya, mengusap kepalanya dan mengecup pipi keduanya
" Maafkan mama ya Rio, Cila mama sayang kalian "
Malam harinya ketika Rio dan Cila tertidur Dewi memberanikan diri berbicara kepada ibu mertuanya.
Mereka berbicara di ruang tamu
" Mah, mama mas Arga sudah cerita " kata dewi ke Aminah
Bu Aminah ibu mertua Dewi yang sudah dewi anggap seperti ibu kandungnya sendiri, karena ibu Aminah sangat baik pada Dewi sejak dewi menjadi menantunya sampai sekarang.
Arga sudah tidak memiliki ayah, Ayahnya sudah meninggal namun Ayahnya adalah seorang PNS sehingga Bu Aminah bisa membesarkan Arga seorang diri.
" Maafkan mama ya Dew, Mama gagal menjadi Ibu yang baik untuk Arga. Sehingga dia melukai hati kamu seperti ini" ujar bu Aminah sambil menangis
" Bukan salah mamah. Dewi yang salah tidak bisa mejaga suami Dewi dengan baik Mah" ujar Dewi.
Keduanya kemudian berpelukan sambil menangis
" Trus rencana kamu sekarang bagaimana Dew. Apa kamu mau meninggalkan mama " ujar bu Aminah sambil terisak..
__ADS_1
" Dewi belum tau mah, tapi untuk sementara ini Dewi mau tinggal disini dulu mah "
" Kamu boleh tinggal di sini sesuka kamu Dew mamah sudah menganggap kamu anak mama sendiri, sekarang kamu istirahat ya" ujar Aminah sambil mengusap punggung dewi dan meninggalkan dewi sendiri
Dewi membuka sosial media miliknya. dia juga menulis
" tunjukan kemana kaki ini harus melangkah ya Rabb"
Beberapa teman memberi Like dan berkomentar salah satunya sari teman SMA dan kuliah Dewi.
kemudian Dewi memanggil Sari lewat Vidio Call.
Mereka berdua berbincang bincang lama sekali. Dewi senang, dia bisa sedikit melupakan maslahnya ketika berbicara dengan Sari
" Oia Dew, di tempat aku sekarang lagi membutuhkan karyawan nich. gajinya lumayan, dari pada di sekolah kan sedikit gajinya juga. kalo kamu mau,n tinggal kirim lamarannya ke aku " ujar sari dari telpon
" Kerjanya di kota ya. aku pikir2 dulu ya Sar" ujar Dewi sambil menghela napas
" Mikir apalagi sich. Mikirin suami kamu yang mau menikahi wanita lain, atau mikirin anak- anak kamu. Sekarang ini yang kamu butuhin itu jauh dari orang itu, kamu harus mikirin diri kamu ! Apa kamu mau sakit hati terus ?" ujar sari yang sedikit emosi
" Aku berat meninggalkan kedua anakku Sar"
" Mereka ada neneknya nanti juga ada ibu tirinya juga ada ayahnya. aku khawatir sama kamu, kamu dah menderita dengan kejadian ini aku ga mau kamu sakit terus terusan Dew"
" Aku harus bicara sama mertuaku dulu Sar "
" Ok.. aku kasi waktu 3 hari soalnya seminggu lagi aku berangkat lagi ke kota aku cuma cuti seminggu disini. "
" Makasih ya Sar, Nanti aku kabar lg. Assalmualaikum "
Sesudah menelpon sari dewi masuk ke kamar dan tidur dengan Rio dan cila.
Esoknya Arga datang atas panggilan Dewi
" Ayo kita bercerai Mas. Aku akan titipkan anak - anak dengan ibu, aku ga mau kamu sibuk dan lupa mengurus anak- anak"
" Terserah kamu. "
" Setelah bercerai aku ingin kita tetap menjaga hubungan baik mas terutama di depan anak-anak aku ga ingin mereka ga kekurangan perhatian apapun dari kedua orang tuanya "
" Aku ga akan meninggalkan tanggung jawabku kepada anak-anak mereka darah dagingku juga "
Dewi bercerai dengan Arga, kemudian pergi bekerja dengan sari di kota setiap hari Dewi menghubungi Rio dan cila lewat Vidio Call.
__ADS_1
Dewi bekerja menjadi stap di divisi yang sama dengan sari sedangkan Sari adalah manager Dewi di PT. Sinar Wijaya Grup Perusahan terbesar di Indonesia Pemiliknya adalah Yudha Prayoga Wijaya laki-laki yang Sudah berumur hampir 40 tapi belum menikah.
Dia pekerja keras sikapnya tegas, kata-kata yang keluar dari mulutnya tidak bisa di bantah tetapi badannya gagah dan masih muda seperti laki-laki berumur 35 tahunan.