Cinta Yang Kedua

Cinta Yang Kedua
26. Penguntit Sang Mantan.


__ADS_3

"Rania....".Panggil seseorang dari sana.


Rania pun menoleh, dan alangkah kaget nya ia melihat kehadiran Doni disana.


"Kamu...?". Rania membeku.


"Ini kah yang kamu ingin kan Ran..?, bisa kah kamu bahagia diatas penderitaan wanita lain?". Doni menatap nya.


"Kamu gak tahu apa-apa, jangan urusi hidup orang lain". Rania pun berdiri dari duduk nya.


"Aku tahu semuanya.. kamu bisa aja kan menolak nya...?". Doni ingin meracuni pemikiran Rania.


"Cukup Don... kita udah selesai".Rania pun berbalik ingin meninggal kan Doni, tetapi ia melihat Dimas berjalan ke arah nya membawa minuman dan cemilan yang baru dibeli nya.


"Sayang... kamu mau kemana?".Dimas melihat Rania meninggal kan tempat duduk nya.


"Bang, kita pindah ke tempat lain yuk.." Ajak Rania dan menarik tangan suami nya.


"Loh, emang kenapa sayang? Kok tiba-tiba mau pindah?".Dimas melihat ke belakang, ia melihat punggung seorang pria yang berdiri ke arah sungai disana.


"Gak papa bang, cuma kurang nyaman aja bang..". Jelas Rania.


Mereka pun berjalan untuk sekitar 150 meter, dan berhenti di alun-alun tepian sungai nil.


Rania tak habis pikir dengan Doni yang nekat menguntit nya sampai ke Cairo.


(Sungguh hati ku merasa gelisah, mantan suami yang sudah mencampakkan ku kembali membayangi hidup ku) Ada rasa perih dihati nya yang tak bisa Rania ungkap kan.


"Sayang...". Dimas menyapa Rania, tapi Rania seolah tak mendengar suaranya. "Dik.... Rania...".Ulang Dimas.


"Hem... ya bang..?".Rania menoleh.


"Kamu melamun? kamu mikirin apa dik?". Tanya Dimas.


Rania hanya diam dan menoleh ke arah sungai yang ada didepan nya.


"Rasa nya rindu sama almarhum ayah bang...".Rania memang teringat ayah nya yang sudah tiada, pernikahan nya dan Doni terjadi dihari kepergian ayah nya.


"Ingat sayang... jika rindu kepada seseorang yang sudah tiada Doa adalah pengirim pesan terbaik untuk nya, selalu doakan ayah dik..". Dimas mencoba menghibur hati istrinya.


Rania menatap suaminya, mata nya berkaca menandakan beban dihati nya akan tumpah disana.


Dimas yang mengetahui segera memeluk Rania untuk menenang kan nya.


Air mata pun tak bisa ia tahan, Rania menumpah kan beban dihati nya disana.


"Makasih bang... ".Ucap Rania dipelukan Dimas.


Dimas hanya mengusap bahu istrinya.


"Yuk... kita minum dulu..". Ajak Dimas menikmati cemilan dan minuman yang ada disamping nya.


Mereka pun menghabis kan waktu senja disana dan sholat magrib dimasjid yang letak nya ditepian sungai nil.


Usai sholat mereka kembali ke hotel.

__ADS_1


Entah apa yang mereka lakukan dikamar hotel itu, tentu membuat Adinda tak karuhan.


Dinda pun jatuh sakit, kedua orang tua nya datang untuk menjenguk Dinda dirumah bersama adik perempuan nya yang masih kulyah.


"Kok bisa drop seperti ini kamu Din..?". Tanya umi Dinda.


"Kecapean aja mi...". Jawab Dinda.


"Bang Dimas kemana kak..? kok gak kelihatan..?". Tanya Arini adik nya Dinda.


"Oh, abang lagi ke Cairo dek, ada pertemuan alumni disana". Jawab Dinda Sekilas.


"Trus... madu mu mana nak". Tanya Abah Dinda.


"Hemm... Rania ikut bang Dimas bah ke Cairo." Jelas Dinda lagi.


"Kok kamu ga dia ajak Din..?". Tanya umi lagi.


"Iya mi.. Dinda kan udah pernah kesana, jadi kali ini biar Rania yang kesana, sekalian bulan madu mi". Jelas Dinda lagi.


"Dulu kamu pergi kan belum ada Rania, kalau sekarang ya urusan nya beda lagi Din..". Umi merasa Dimas tega meninggal kan Dinda disini.


"Pasti kakak sakit karena lagi nahan rasa cemburu kan kak?". Celah Arini.


"Kamu ngomong apa sih dek..?, Kakak cuma kecapean aja kok..". Kilah Adinda.


"Jadi sekarang Dimas udah tahu belum kalau kamu sakit?". Ucap umi dengan nada sedikit naik.


"Udah mi, tadi sempet video call". Jawab Dinda lagi.


"Jadi gimana tanggapan Dimas?". Umi masih dengan nada naek.


"Kakak sih... entah kenapa punya keinginan buat dimadu, jadi perhatian bang Dimas terbagi kan kak..". Arini mulai ngedumel.


"Dek... Allah yang maha membolak balik kan hati hambanya, semua sudah kakak pikir kan sejak lama. Semua demi ke inginan suami kakak dek..". Jelas Dinda dengan nada sedikit naik.


"Arini cuma gak mau kakak gak bahagia kak...". Ucap Arini dengan wajah sedih.


Akhirnya Arini yang sedang libur kulyah memutus kan tinggal dirumah Dinda, untuk merawat nya.


*


*


Hari ini hari yang cerah diCairo Mesir, Dimas berencana mengajak Rania berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Indonesia.


Mereka pun pergi bersama, membeli oleh-oleh khas Cairo dan beberapa helai pakaian untuk dibawa pulang.


Usai berbelanja mereka pun makan siang di alun-alun kota.


Rania merasa sejak tadi ada yang mengikuti mereka, tetapi ia hanya diam memendam semua nya sendiri.


"Sayang... nanti kita ke Al-Azhar Park.


sore hari disana sangat ramai, puas-puasin Disini.. kan besok kita udah balik ke Indonesia sayang..". Jelas Dimas.

__ADS_1


"Iya sayang... aku ikut kemana pun kamu bawa". Senyum indah nya terpancar untuk Dimas.


"Rania sayang... kenapa agak murung wajah nya..?". Dimas curiga.


"Mungkin aku kelelahan sayang... kamu sih... gak mau off main bola nya". Jawab Rania spontan sekilas membuat Dimas tertawa kecil.


"Habis nya kamu buat aku candu sih...". Kilah Dimas.


"Jadi aku harus gimana sayang.?". Rania menatap Dimas dengan wajah polos nya.


"Kamu cuma harus jaga kesehatan dan minum vitamin Rania... biar selalu fit buat abang". Dimas pun tertawa oleh ucapannya sendiri.


" Hemm... mau nya". Rania sedikit memanyun kan bibir nya.


"Tu kan... kamu godain abang ya... hemm?". Goda Dimas lagi.


"Godain gimana bang...? ada-ada aja deh kamu". Rania melipat kedua tangan nya, dan mengalih kan pandangan nya. Rania pun dikejut kan oleh pemandangan wajah yang ia kenal diseberang alun-alun.


Ya... Doni duduk disana, menatap Rania penuh amarah.


"Sayang.. kamu manyunin bibir kek gitu mau dimakan ya tu bibir nya?". Jelas Dimas membuat Rania menoleh ke arah nya.


"Hemm..". Rania pun memaling kan wajah ke Dimas, ia tak ingin memperduli kan Doni diseberang sana.


Rania dan Dimas bercanda ria dengan pemandangan yang harmonis untuk pasangan yang sedang berbulan madu.


Diseberang jalan Doni yang memperhati kan kegiatan mereka membuatnya mengepal kan tangan.


"Semua gara-gara mama...!!!!". Doni begitu cemburu melihat kemesraan Rania dan Dimas.


"Begitu cepat nya kamu membuka hati mu, apa lagi untuk pria yang sudah beristri.. kamu tidak layak untuk nya Ran, kamu hanya pantas menjadi milik ku". Ucap nya dengan suara kecil yang meng geram.


*


*


Aduhai indah nya pemandangan di Al-Azhar Park, dengan masjid yang besar khas timur tengah.


Sungguh Rania tak akan pernah melupakan memori indah nya disini.


"Tak terasa waktu berlalu, besok aku akan kembali ke Indonesia". Ucap nya dengan santai.


Tiba-tiba ada notifikasi panggilan video call di ponsel Dimas. Tertera nama Dinda disana.


Dimas pun mengangkat pangilan itu..


Percakapan pun terjadi diantara mereka. Usai percakapan wajah Dimas terlihat murung.


"Ada apa bang, kok wajah abang tiba-tiba murung seperti itu...?". Tanya Rania.


"........


Assalamualaikum,


Mohon maaf ya gaes,

__ADS_1


Lama buat up, Author lagi banyak job..


Selalu setia wahai pembaca ku ter❤️


__ADS_2