Cinta Yang Kedua

Cinta Yang Kedua
22.Memulai.


__ADS_3

Sementara itu dikamar Rania, ia belum bisa terlelap.


"Sungguh berbeda ternyata, sebelum aku jadi istrinya, perasaan ku melihat mereka hanya biasa saja. Tapi....


setelah menikah mengapa harus ada rasa yang membingungkan ini...?". Rania berfikir sendiri.


Memang benar, rasa cemburu wanita amat besar, tapi apa boleh buat? Semua sudah menjadi kodratnya wanita, tergantung bagai mana ia mengendalikan rasa cemburu itu, atau rasa cemburu lah yang mengendalikan diri nya.


Rania sengaja tidak mengunci pintu kamar nya, ia tidak tahu apakah Dimas akan tidur bersama nya atau bersama Adinda.


Rania hanya memejam kan matanya, ternyata Dimas masuk ke kamar Rania untuk memastikan Rania sudah tertidur.


"Maaf kan aku dik.... bersabarlah.. ". Ucap Dimas membelai pucuk kepala Rania. Dimas menyadari akan sikap nya, ia tak berdaya demi menjaga perasaan sang isteri pertamanya.


Rania yang mendengar ucapan Dimas, hanya diam pura-pura tidur, namun yang namanya wanita hati nya sudah pasti rapuh, tampa sadar air mata jatuh menbasahi bantal.


Setelah membelai Rania, Dimas pun kembali ke kamar nya bersama Dinda.


*


*


Adzan subuh berkumandang, membangun kan semua penghuni ponpes dan bersiap untuk sholat subuh berjamaah.


Lepas sholat Dimas pulang kerumah terlebih dahulu bersiap untuk ke area sekolah, guna melaksanakan upacara bendera pagi.


Tapi matanya mencari wajah yang belum ia temui pagi ini, karena dimasjid depan rumah nya hanya Dinda yang ia lihat.


Dimas pun masuk ke kamar istri keduanya, ternyata benar... Rania belum bangun dari tidur nya. Dimas pun duduk ditepi ranjang.


"Dik,... bangun dik..". Dimas mengusap bahu Rania.


Rania yang tersadar akan panggilan Dimas pun membuka matanya perlahan.


"Bang... ". Rania menyahut dengan Suara khas orang bangun tidur.


"Ayo bangun dik... nanti habis waktu subuh nya". Ucap Dimas menatap wajah Rania. "Mata kamu sembab dik... kamu nangis?". Lanjut Dimas.


"Hem... enggak kok bang.. cuma tadi malam gak bisa tidur aja bang..". Kilah Rania.


Saat Rania akan turun dari ranjang, Dimas menahan tangan nya.


"Maaf kan abang dik... Abang takut menyakiti nya tapi malah menyakiti mu".


"Gak papa bang, aku paham kok..., Mau siap-siap sholat dulu bang". Rania pun beranjak dari ranjang.


"Abang tunggu untuk sarapan...". Dimas mencoba mulai memberi perhatian pada Rania.


Ketika Dimas keluar dari kamar Rania, Adinda melihat nya.


"Eh, sayang... kamu udah siap...". Dimas mengalihkan.


"Kenapa bi..? Rania kesiangan?". Tanya Dinda penasaran, meski ada rasa serrrrr dihatinya melihat suami nya keluar dari kamar madu nya.


dalam hati ia berkata(Seiring berjalan nya waktu aku yakin semua akan terasa biasa biasa saja).


Dimas dan Adinda sudah duduk dimeja untuk sarapan tak lama Rania pun keluar dari kamarnya.


"Maaf kak, bang... aku terlambat... ". Rania pun duduk disisi kiri Dimas.


"Kamu kesiangan dik?". Dinda menyahut.


"Iya kak.... mungkin karena belum terbiasa aja dikamar baru, hehehe". Jawab Rania renyah.

__ADS_1


"Nanti kamu juga akan terbiasa dik". Ucap Dinda.


Rania hanya membalas dengan senyuman dan memakan nasi gorengnya.


"Hemm... enak kak... kakak pinter masak ya". Puji Rania.


Dinda sedikit tertawa... ". Ini masakan bang Dimas dik...".


"oh.. hoo... bang Dimas pinter masak juga toh?". Lirik Rania ke Dimas.


Dimas sedikit merasa malu di ledekin Rania."Kan abang mandiri dik... jadi sedikit banyak nya abang bisa kerjakan kerjaan rumah".


"Beruntung nya.... dapat suami bang Dimas ya kak...?" O, o.... Rania keceplosan.


"Termasuk kamu yang beruntung itu dik". Balas Dinda.


Rania pun tersenyum malu akan dirinya yang keceplosan.


"Kalau udah selesai kita berangkat bareng yuk..". Ajak Dimas.


Mereka pun menghabiskan sarapan nya, dan berjalan kaki ke kantor sekolah, yang letaknya dibelakang rumah mereka.


Para guru dan santri melirik mereka bertiga pasalnya semua penghuni ponpes sudah tau kalau Rania sudah menjadi istri pimpinan yayasan mereka.


Dinda memiliki posisi sebagai ustazah mengajar mata pelajaran AlQuran dan tafsir untuk santri perempuan. Saat ia mengajar maka Fatima akan di asuh oleh mbak Asih pengasuh mereka yang merupakan anak dari tukang masak di ponpes.


Sedangkan Rania adalah guru Biologi untuk beberapa kelas. Sehingga jadwal nya tak banyak.


Kala jam pelajaran hanya ada Rania dan Dimas di ruang guru karena jam Rania yang kosong. sedangkan diruang TU ada dua orang ustazah yang bertugas.


Dimas keluar dari ruangan nya dan melihat Rania duduk seorang diri dimeja guru.


"Dik... jam ngajar kamu kosong..?". Tanya Dimas.


"Hem... Mau minum gak..? Abang mau ke kantin". Tawar Dimas.


"Hem.. boleh bang, Kappucino dingin satu, gak ngerepotin nih ust?". Goda Rania.


"Jangan panggil ust... kalau gak ada orang..". Segah Dimas dengan lembut.


"Jadi.... boleh panggil abang disini..?".


Balas Rania.


"Apa aja... yang enak didenger... yaudah abang pergi dulu ke kantin". Dimas pun pergi meninggalkan Rania.


Ternyata percakapan mereka didengar oleh dua Ustadzah yang ada diruangan TU, membuat mereka yang dengar jadi berbisik-bisik.


Hari itu pun berlalu dengan tugas dan kegiatan masing-masing. Jam pulang Rania pulang terlebih dahulu.


Rania pun mulai beres-beres rumah dan memasak untuk makan malam.


Ia menyiap kan goreng ikan nila utuh saus padang, dan sayur rebus kering.


Ia pun mencuci pakai an kotor yang ada dimesin cuci. Setelah selesai ia pun masuk kekamar untuk mandi.


Selesai sholat Ashar Dimas pulang terlebih dahulu dan bermain dengan Fatimah. Mbak Asih pun pamit pulang.


Tak lama Dinda pulang dan melihat kondisi rumah sudah bersih dan masakan sudah ada dimeja makan.


"Siapa nih yang nyiapin semuanya..?". Tanya Dinda ke Dimas.


" Abi gak tau mi, kan abi juga baru pulang". Jawab Dimas.

__ADS_1


Dinda pun masuk ke kamar Rania.


"Dik... ".


"Eh kak Dinda udah pulang?". Rania menoleh, kala itu ia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Kamu yang nyiapin semua kerja an dirumah dik?". Tanya Dinda.


"Oh, itu.... iya kak... aku nyiapin, tapi gak tau sesuai selera kakak dan abang atau gak". Jelas Rania.


"Aduh dik... kita kan bisa ngerjain nya barengan... biar kamu gak cape sendiri". Dinda memberitahu Rania.


"Gak papa lah kak... tadi jam ngajar aku cuma 1 kelas aja, jadi dari pada ngantuk ya... aku pulang aja buat beresin rumah". Jelas Rania lagi.


Malam itu pun mereka makan bersama menikmati masakan Rania.


Malam sudah pukul 22.09....


"Mi, abi malam ini tidur dikamar Rania ya... ". Dimas memberi tahu Dinda.


"Iya bi... semangat ya... biar cepet dapat dedek Fatimah nya". Dinda nyeleneh untuk menghibur hatinya sendiri.


"Ada ada aja kamu mi... ". Dimas mencium kening Dinda dan meninggalkan nya dikamar.


Dimas pun masuk ke kamar Rania, Rania yang sudah berbaring hanya memejam kan matanya tetapi belum tidur.


"Dik.. kamu udah tidur..?". Sentuh Dimas dibahu Rania.


Rania pun menoleh....."Bang.. tidur disini?".


"Iya... ". Dimas menyalakan lampu tidur dan mematikan lampu kamar.


Suasana remang dan sunyi....Rania tidur terlentang, ia takut menyinggung Dimas suaminya. Karena seorang istri tidak boleh membelakangi suami nya diranjang tanpa ijin dari suami nya.


"Belum bisa tidur dik?". Tanya Dimas yang melirik Rania.


"Belum bang... ". Entah kenapa Rania merasa gerah padahal mereka memakai pendingin ruangan dikamar nya.


Dimas pun miring ke arah Rania... dan menarik bahu istrinya ke sisi nya.


"Kenapa..?". Ucap Dimas dengan tatapan nya ke Rania.


Rania membisu karna wajah mereka terlalu dekat satu sama lain....


(Ya Allah... ni jantung kuat bener deg deg kan nya yak...) Rania berbisik sendiri didalam hati nya.


Sontak Dimas tergoda dengan wajah cantik istri muda nya.


Dimas pun mencium kening Rania turun kehidung mancung nya dan sampai ke bibir merah nya yang tidak tebal dan tidak tipis.


Rania hanya memejam kan matanya, menikmati setiap desiran dari ciuman Dimas yang membuat semua bulu ditubuh nya meremang.


Meski hal ini bukan yang pertama bagi Rania tapi ini yang pertama bersama suami barunya yaitu Dimas....


Saat ini Rania dalam kungkungan Dimas, mereka melanjutkan Cu*b*an panas mereka dan......


Maaf gantung ya gaes..


Jangan lupa tinggalkan jejak..


terimakasih udah setia nungguin per bab nya.


Semangat ya 😍💪

__ADS_1


__ADS_2