
Sayang...Kamu udah pulang..???
Doni menoleh ke asal suara itu dan ternyata...
"Kamu?? Sintia kamu ngapain dirumah aku malam-malam, kita kan udah putus".Doni merasa tidak nyaman atas kehadiran mantan kekasihnya.
"Sayang... aku tau kamu masih marah sama aku, kamu gak beneran kan marah sama aku, kita belum putus..".Sintia memeluk Doni.
"Apa an sih!! Gak usah peluk-peluk deh, kita udah putus titik.!!".Doni melepas pelukan sintia dan...
"Doni...kamu gak boleh kasar dong sama sintia, kalian itu masih sama-sama suka kan, udah deh.. baikan aja". Tiba-tiba mamanya Doni muncul dari kamar.
"Mama.? mama juga pulang kesini...". Doni heran karena dua wanita yang muncul secara tiba-tiba, ya... mama dan mantan kekasih nya.
"Iya.. mama pulang kesini, kamu gak seneng mama pulang?".Mama Gina memarahi anak bungsu nya itu.
"Bukan gak seneng ma... mama pulang bawa-bawa Sintia segala".Doni tidak senang, karena sintia pergi tampa pamitan meninggalkan Doni ke Perancis untuk ambisinya menjadi penyanyi Klasik internasional.
"Mama ketemu Sintia itu dibandara sayang...Pulang dari Singapure, Yaudah mama ajak aja sintia kesini, lagian Sintia itu anak teman baik mama Don.... udah kamu baikan aja sama dia ya...". Mama Gina membujuk Doni.
"Maaf ma, aku gak bisa, aku udah punya pacar". Doni pun masuk ke kamar, meninggal kan mama Gina dan sintia.
"Don.. sayang... kamu gak bisa punya cewe lain, kamu itu masih pacar akuuu".Sintia tidak terima Doni memiliki pacar baru.
"Udah sin.. besok aja kita bahas Masalah ini ya, udah malem, mending kita istirahat". Mama Gina menenangkan Sintia.
"Tapi tan... aku gak mau putus dari Doni tan.. tolongin.... ".Sintia memohon.
"Iya... iya, Tante bantuin". Akhirnya Mereka beristirahat dikamar masing-masing.
Keesokan harinya mereka semua berkumpul di meja makan untuk sarapan pagi.
"Don, jadi pacar baru mu itu siapa..? Mama Gina ingin mengetahui siapa pacar baru anaknya.
"Ada deh ma, nanti kalau udah waktunya Doni pasti kenalkan ke mama, Yaudah ma, aku duluan mau ke kantor".Doni pun berlalu meninggalkan meja makan.
"Don.. aku ikuttt .... ".Sintia pun berlari mengikuti Doni".
"Aku ada rapat penting, kamu gak usah ikut, ganggu aja!!".Doni pun meninggalkan Sintia, karena Doni pergi bawa motor.
"Sayang... Aku kok ditinggal.... hiii iih..!!
Ngeselin banget sih..!! kalau gak Ganteng plus tajir, Gak sudih aku disini". Sintia pun kembali masuk kerumah dengan kesal.
Doni adalah pria muda berusia 25 tahun, ia merintis sebuah usaha di bidang percetakan, usahanya sudah berkembang selama hampir dua tahun, berkat ke cerdasan dan kegigihannya, ia berhasil melebarkan sayapnya.
Meskipun Papanya adalah seorang pengusaha batu bara sukses sekaligus seorang pejabat negara, Doni memilih untuk memulai usahanya sendiri.
__ADS_1
Malam itu., Rania sudah pulang dari Kafe dan bertemu Doni di parkiran.
"Hai Ran...".Doni menyapa Rania yang baru keluar dari kafe.
"Eh kamu Don...".Rania pun tersenyum.
"Jangan panggil Doni dong, kan aku lebih tua dari kamu...".Doni tersenyum malu.
"Jadi dipanggil apa dong...".Rania pun balas senyum.
"Kalau kita jodoh kan, kamu gak mungkin manggil nama kan Ran ke aku..? Panggil Abang dong, heehehe". Doni sedikit malu mengatakannya.
"A, Abang..."Rania tersipu malu, prihal jodoh yang dibahas Doni.
"Iya... kan lebih enak didengar Ran... Oiya... ini buat kamu,".Doni memberikan sebuah kotak Smartphone ke Rania.
"Apa ini... Do.. eh bang...?".Rania menerima kotak itu.
"Itu buat kamu, aku rasa kamu membutuhkan itu untuk menghubungi orang tua kamu dikampung, teman kulyah, dosen dan.....".Doni memutus kata-katanya.
"Dan... apa bang? ".Rania melanjutkan.
"Dan.. aku dong Ran..".Doni tertawa kecil.
"Tapi bang... ini pasti mahal, aku gak bisa terima ini, aku..".
Doni memutus kata-kata Rania dan memaksa nya menerima Smartphone darinya.
"Hmm... iya deh bang, karena aku butuh, aku terima ya.. makasih abang..".Rania sedikit sungkan.
"iya... kamu udah makan belum.. makan bakso yukk..".Doni mengajak Rania makan bakso disimpang Gang rumah nya dan kostsan Rania.
Akhirnya mereka makan di teras warung dipinggir jalan, ketika mereka asyik bersenda gurau, tiba-tiba berhenti sebuah mobil mewah, dan turun dua orang wanita menghampiri Doni dan Rania yang sedang menikmati Bakso.
"Sayang... kok kamu makan di tempat kek gini sih sayang...".Sintia memegang bahu Doni.
Doni dan Rania pun tertegun oleh kedatangan dua wanita pengganggu itu, yang tidak lain adalah mama Gina dan Sintia mantan kekasih Doni.
"Sintia.... mama, ngapain sih kesini.. ganggu aja!!!".Doni merasa terganggu akan kehadiran mereka, pasalnya Doni ingin lebih dekat dan meyakinkan Rania.
"Doni, siapa perempuan ini? apa ini pacar baru mu?". Mama Gina penasaran.
"Kenalin ma, ini Rania... Rania ini mama ku".Doni berusaha tenang menghadapi dua wanita itu
Rania pun berdiri dan mengulurkan tangan ke mama Gina, untuk bersalaman."bu...".
"Gak perlu!! kamu pasti perempuan kampung gak tau malu, yang deketin anak saya dan pacarin anak saya, pasti mau morotin Hartanya kan..!!".Mama Gina menghina Rania.
__ADS_1
"Cukup ma, Rania Bukan Pacar Doni ma... Rania itu calon isteri ku..".Doni mengakui Rania sebagai Calon isterinya.
"Aaapaa.?????".Jawab Gina dan Sintia serentak.
"Tante......".Sintia merengek kepelukan Mama Gina.
"Doni, beraninya kamu mengakui dia sebagai Calon isteri tampa persetujuan mama". Mama Gina kecewa.
"Heh, kamu!! Berani kamu merebut Doni dari aku..?? kamu cari gara-gara". Sintia nantangin Rania.
"Sintia kamu...!!". Doni ingin membela Rania tetapi...
"Cukup.!! kalian gak usah ributin hal yang gak penting, maaf buk, saya dan Doni gak ada hubungan apa-apa, kami hanya sebatas teman saja, jadi kalian gak perlu hina saya atau susah-susah buat nyingkirin saya, saya sadar diri kok, Permisi..!!".Rania pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Ran.. tunggu Ran...aku bisa jelasin...". Doni ingin mengejar Rania tetapi ditahan oleh mamanya.
"Doni.. ayo kita pulang...!!".Mama Gina menahan Doni.
"Lepas ma.. Doni bisa pulang sendiri". Doni pun pergi meninggalkan warung bakso.
Sesampainya dikamar kost..
Rania masih memikirkan kejadian diwarung bakso.
"Sakit banget ternyata kalau direndahkan".Rania mengusap wajahnya.
"Siapa yang ngerendahin kamu Ran?".Sarah muncul dari luar kamar Rania.
Rania pun menceritakan kejadian diwarung bakso ke Sarah.
"Benar-benar keterlaluan mereka..!!". Ucap Sarah Geram.
Tiba-tiba suara smartphonephone berbunyi, dari dalam tas kecil Rania.
ternyata smartphone baru itu sudah aktif.Memang sengaja Doni aktifkan, agar Doni bisa langsung menghubungi Rania.
WhatsApp..
"Assalamualaikum.. Ran.. kamu gak marah kan sama aku.?". Isi pesan WhatsApp Doni.
???? Rania tidak membalas...!!!
Hai, Gaes.. terus dukung penulis ya...
jangan lupa Tinggalin jejak semangat buat penulis baru ini😂.
Terimakasih buat yang Baca😍.
__ADS_1