Cinta Yang Kedua

Cinta Yang Kedua
16.Seumur Jagung


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu, hari itu Doni akan pulang dari kota K. Karena perjalanan dari kota K ke kota L harus transit, diperkirakan Doni akan sampai ke kota L pukul sembilan malam.


Sore itu mama Gina mengirim paket makanan ke rumah Rania, ia perintah kan asisten nya untuk mengirimnya langsung ke Rania.


Rania merasa heran sekaligus senang mendapat perhatian dari mama Gina.


Jam makan malam pun tiba, Doni belum juga sampai, Rania dan bi jum pun makan makanan yang dikirim oleh mama Gina.


"Bi, antar makanan ini ke pak kadir di pos, biar kita sama-sama makan nya." Perintah Rania ke bi jum.


"Iya Non... ". Bi jum pun mengantar makanan itu ke pos satpam.


Mereka pun makan malam bersama, setelah makan malam Rania duduk disopa ruang tamu mereka, ia sungguh menantikan kedatangan sang pujaan hati yang sudah satu minggu tak bertemu.


Tiba-tiba Rania mengantuk, ia pun tertidur disopa.


Satu jam kemudian....


Doni pun sampai dirumah mereka, pak kadir tak muncul untuk membuka kan pagar, Doni pun turun dari mobil membuka pagar rumah nya yang tidak dikunci.


"Pak, pak kadir".. Doni membangun kan pak kadir.


"Eh, tuan... sudah sampai, maaf tuan saya ketiduran". Ucap pak kadir.


"Masih jam sembilan ini pak, kok udah ngantuk, Rania mana..?". Tanya Doni.


"Gak tahu tuan, gak biasanya sengantuk ini, nyonya ada didalam tuan." Pak kadir melanjut kan.


Doni pun masuk kerumah. "Assalamualaikum... Sayang... sayang... hemm... mungkin dia dikamar". Doni pun bersemangat menuju ke kamar nya.


Ketika Doni membuka pintu kamarnya, terlihat gelap, ia pun menyalakan lampu.


cetek!!!... Lampu menyala.


Alangkah kagetnya Doni, melihat ada seorang lelaki yang tidur memeluk Rania disampingnya. Seketika Dunia terasa Gelap, Melihat istri yang dicintai nya tidur bersama laki-laki lain, sungguh sakitttt..!! bagai tertusuk pedang yang tumpul. Membuat Doni tak tahan menahan emosi yang membakar dada nya, Doni pun berteriak memanggil nama istri nya.


"RANIAAA....!!!!!". Doni segera menghampiri mereka diranjang.


Seketika Rania terbangun dari tidur nya, ia terkejut bukan kepalang akan teriakan suaminya.


"Bang... kamu udah pulang..?". Dengan nada seperti orang kebingungan, karna Doni berteriak mengaget kan nya.


"Kurang ajarrrr!!!! Beraninya kalian berbuat maksiat dirumah ku!!". Doni pun langsung menghajar lelaki yang ada disamping Rania.


Seketika Rania paham akan kemarahan Doni, Ia pun segera mengambil jilbab nya yang berserak dilantai.

__ADS_1


"Bang, udah bang... nantik orang itu bisa mati". Rania berusaha melerai. "Diam kamu!!". Doni membentak Rania dan mendorong nya.


"Tolong.... pak kadir.. tolong!!". Rania teriak meminta tolong.


Tak lama pak kadir dan bi jum datang ke kamar yang sedang ada keributan itu.


Pak kadir melerai pergulatan itu.


"Brengse* kalian...!!". Doni mengumpat.


" Bang, ada apa ini bang..?". Rania pun melihat ke arah pria asing itu dan ternyata... "Hendra...? kamu Hendra kan..? Kenapa kamu ada disini?". Rania bertanya kepada Hendra.


"Cuih...!! gak usah bersandi wara kamu Ran... !!!?". Doni yang terbakar emosi berkata dengan kasar.


"Sayang, kamu gak ingat apa yang terjadi tadi?". Ucap hendra semakin membuat Doni marah.


"Brengse*!!!". Doni ingin menghajar Hendra kembali, tetapi tangan nya masih dipegang oleh pak kadir.


"Apa-apaan kamu Hen..!! Bang Doni, ini tidak benar bang, ini tidak seperti yang kamu lihat, aku bisa jelasin semua bang..". Rania pun mencoba menjelaskan.


"Cukup!! Apa yang aku lihat sudah jelas semua, ternyata kamu serendah itu Ran..!!". Doni mencerca Rania dan tidak ingin mendengar apa pun yang ingin Rania jelaskan.


" Jangan begini bang, ini semua salah paham, aku dijebak!!".Rania pun menangis.


"Simpan air mata palsu mu, apa kurang nya aku Ran?, sampai kamu menghianati ku diusia pernikahan kita yang belum sampai satu bulan." Doni tak bisa menahan air mata nya.


"Kamu lupa dengan apa yang kita lakukan sayang??". Hendra semakin memperkeruh keadaan.


"Cukup!! aku minta kalian berdua pergi dari rumah ku". Doni mengusir Hendra dan Rania.


"Baik, aku akan pergi, terima kasih sayang atas ke hangantan nya". Hendra pun pergi meninggal kan Rania dan Doni".


"Pergi..!!! pergi...". Bentak Doni ke Hendra.


" Kamu juga pergi!! ". Doni pun menarik tangan Rania keluar dari kamar.


"Bi jum... ambil tas yang Rania bawa kesini". Doni sungguh ingin mengusir Rania.


"Tapi tuan..... ". Bi jum ingin membela Rania, pasalnya ia tidak percaya kalau Rania berbuat seperti itu.


"Ambil..!!!". Teriak Doni ke bi jum.


"Baik tuan". Bi jum pun mengambil tas Rania yang masih utuh, karena belum pernah dibuka selama ia tinggal dirumah itu.


"Bawa ini!! pergi dari Sini !!". Usir Doni ke Rania.

__ADS_1


"Bang, aku mohon... beri aku kesempatan untuk menjelaskan semua ini, aku benar-benar gak tau kenapa laki-laki itu bisa ada dikamar kita". Rania menjelaskan dengan ketidak berdaya an nya.


Doni diam sejenak dan meredam emosinya, setelah beberapa menit ia mengontrol emosinya. Dan.... akhirnya.


"Rania, dengan sadar aku nyatakan bahwa mulai malam ini kamu bukan isteri ku lagi, kamu aku talak..". Doni menjatuhkan talak untuk Rania.


Rania yang mendengar kata talak dari Doni, tak bisa berkata apa pun lagi, ia hanya bisa menangis. Mau bagai mana pun Doni pantas marah akan kejadian itu, tetapi Rania memang tidak berdaya untuk membuktikan kebenaran nya.


"Baik lah bang, kalau ini sudah jadi keputusan abang, aku tak bisa berbuat apa-apa, aku minta maaf bang, aku pergi...".Rania pun mengusap air matanya, dan pergi meninggalkan rumah itu.


Betapa hancurnya hati Doni, melihat orang yang dicintainya pergi meninggal kan nya. Tapi apa lah daya, jika dirinya sudah dihianati.


Doni tak ingin berlama-lama dirumah yang membuatnya hancur, ia pun pergi kerumah mama nya.


Dikediaman mama Gina...


"Ma... mama..,". Doni mencari keberadaan mamanya.


"Ada apa sayang, malam begini kamu kerumah mama?". Tanya mama Gina yang sebenarnya sudah tau akan hal ini.


Ternyata mama Gina lah dalang dari masalah, Gina merencanakan hal ini, makanan yang ia kirim untuk Rania sudah diberi obat tidur. Dan Hendra adalah orang bayarannya untuk merusak rumah tangga anak kesayangan nya.


"Ma, Rania ma.. dia menghianati Doni". Doni menangis dipelukan mama nya, ia sungguh menunjuk kan kehancuran dirinya.


"Maksud kamu.... Rania selingkuh?". Mama Gina berpura-pura.


Doni mengangguk...


"Astaga... dasar gak tau diri, udah jadi isteri kamu, malah berulah... Sabar ya nak... hemm.. Sebenarnya ada yang ingin mama tunjuk kan ke kamu". mama Gina melepas pelukan nya dan mengambil sesuatu di laci meja.


"Ini... coba kamu lihat..!". Mama Gina menunjuk kan dua lembar foto.


"Ini....". Bertambah lah sesak didada Doni melihat foto Rania dan Hendra di kafe dan disuper market. Adegan difoto itu adalah ketika Rania jatuh di kafe dan adegan saling pandang di supermarket.


Ternyata mama Gina memang sudah merancang nya dengan baik, seolah kejadian itu memang ada dasar nya.


"Ternyata keputusan aku untuk mentalak Rania tidak salah ma, aku cerai kan dia".Doni begitu terbakar oleh emosinya.


"Besok akan ku urus semua percerai an kami." Tekat Doni sudah bulat, ia tidak akan memberi Rania kesempatan apa pun.


Sementara itu, Rania yang berjalan dipinggir tor Toar menangis dengan menenteng tas nya, ia tidak menyangka rumah tangga yang baru seumur jagung itu sudah kandas oleh kesalahan yang tidak ia perbuat.


Rania terus berjalan...


Tampa sadar ia akan menyeberangi persimpangan jalan, ketika ia melihat dan..... "Aaaaaaaa...."....

__ADS_1


Hai... Gaes...


Salam hangat untuk kalian para pembaca ku❤️


__ADS_2