Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 1


__ADS_3

namaku elysha putri wijaya, umur 17 tahun, putri bungsu dari pasangan dara anastasya dan albeth wijaya, abang pertama ku bernama arland putra wijaya yang saat ini berusia 26 tahun memegang perusahaan milik papi setelah orang tua ku meninggal karna kecelakaan,


dulu sebelum kepergian orangtuaku, aku sangatlah manja kepada keluargaku, terutama sama mami, aku tergolong anak yang cerdas, mudah mengeti, ceria, tapi tidak juga lemah.


tapi kini setelah perginya kedua orang tuaku, aku menjadi orang yang bemasalah, ya mungkin karna tidak dapat pengertian lagi kedua orangtua, bahkan abang aku sekarang di sibukan dengan perusahaaan papi, bahkan sampai lupa aku membutuhkannya,


kehidupan awalnya aku sangat penurut berubah menjadi bembangkang demi mendapatkan kasih sayang lagi dari abang saru-sarunya, saru-satunya keluarga yang dimiliki saat ini,


papi anak tunggal, dan kakek nenek nya tinggal di desa menikmati hari tuanya, sesekali kakek dan nenek mengunjungi cucu-cucunya, atau kami yang mengunjungi mereka.


inilah kisahku..


pagi hari yang cerah gadis cantik masih bergulum di dalam selimut, sampai ketenangan tidur nya terganggu oleh abangnya..


" el bangun sayang,, ini udah siang" ( ucap bang arland sambil menepuk pipi elysha)


"akh abang.. bentar lagi deh" (ucap elysha sambil meninggikan selimutnya)


"bangun atau abang bakar motor kamu? (ucap bang arland mengancam elysha)


"iya iya abang, jangan di bakar motor el, (ucap elysha sambil berlari ke kamar mandi)


"abang tunggu di meja makan" ucap bang arland sambil berteriak


" iya abang " balasnya dengan tak kalah teriak


tak lama menunggu el datang, karna el mandi suka sebentar, berbeda dengan dulu saat masih ada maminya, ya mungkin anak perawan dulu masih di rawat oleh maminya, dari baju, sampai skincare, bedak dll maminya yang mengurusnya, Berbers demean Semarang tidal Ada yang merawatnya,, abangnya pun take mengerti soal kebutuhan anak perempuan, karna dirinya disibukan dengan perusahaan papi demi kelangsungan hidupnya dan adik tersayangnya.


"pagi abang, tumben masih ada di rumah? biasanya sudah pergi, meeting dadakan lah, itu lah, anu lah (sedikit menyindir abangnya)

__ADS_1


"maafkan abang sayang, abang banyak melupakan mu, abang terlalu fokus dengan perusahaan papi, dan pencariaan bukti kecelakaan orangtua kita, (sambil mengelus rambut elsyha)


"deg"


ucapan abangnya membuat elysha mematung sebentar


"maafkan el bang, el gak bisa bantu abang, el pun banyak merepotkan abang, el cuma pengen seperti dulu, di manja abang meski ga ada mami sama papi" ( sambil berkaca-kaca)


"iya tak apa sayang, abang tau itu, abang cuma minta kamu tetap fokus sekolah, dan buat mami sama papi bangga sayang. ( sambil memeluk el dengan erat, kepalanya menengadah ke atas menahan air mata turun)


"iya abang, el janji tak berulah lagi di sekolah, el juga janji akan rajin belajar supaya mai, papi bangga sama el, juga abang sama kakek dan nenek, el sayang kalian (sambil menangis di pelukan abangnya)


"sudah-sudah.. sarapan dulu sekarang, sudah pukul 06.20 nanti kamu telat ke sekolah( menuntun el duduk )


"makan yang banyak sayang, biar ada tenaga buat mikir nanti di sekolah"


"iya abang"


" nanti pulang nya, abang kirim sopir atau nanti kalau abang tidak sibuk, abang yang jemput kamu"


di angguki kepala oleh el " iya bang"


"sudah sana bang, di liatin orang, malu el bang"( mendorong abangnya masuk mobil)


arland dengan jail mencium kening sang adik hingga siswi-siswi yang melihat memekik tertahan


"ih abang malu, cepat sana pergi ke kantor, (dengan sedikit kesal akan ulah abangnya)


"iya, salim dulu sini"

__ADS_1


dengan patuh el menyium punggung tangan kanan abang nya, dan mengusap sedit puncuk kepala adik nya


avang pergi dulu, Assalamualaikum?" pamitnya


"waalaikum salam"


elysha berjalan dengan tas yang di sampirkan di tangan kiri, dengan memakai kaca mata hitam, dengan rambut yang di gelung melihatkan leher jenjangnya.


" el.. tunggu"


" hmm"


"anjir masih pagi udah dingin, gak bawa jaket gue," menyindir el


" apa sa? "


ya rexsa yang menyapa, sahabatnya dari smp, satu frekuensi dengannya, bedanya dia masih memiliki orangtua, dan orangtuanya hanya menganggap kenakan di sekolah hanya kenakalan remaja,


" bareng lah, kuy" merangkul elysha


"el, si rio nanyain no wa lo sama gue, kasih jangan? yang sudah duduk di paling belakang.


' rio? balasnya


" iya rio, kakak kelas kita, mantqn ketua osis, yang dulu suka hukum lo, balas rexsa.


" ouh kak rio, diemin ajalah, nanti ka veni si cabe marah" lagi sama gue, kalo pangerannya minta no wa sama gue" balas el


"hahaha" si cabe lo bilang, dulu lo bilang dia si lonT, si nyinyir, ada ada aja lo." balas rexsa.

__ADS_1


"emang benerkan, ke sekolah pake baju ketat, dandanannya menornya ngalahin spg d minimarket, kerjaannya nyari masalah sama gue"


perdebatan mereka terhenti saat bel berbunyi, dan tak lama guru pun masuk kelas, keheningan pun terjadi selama pelajaran di mulai, siswa siswi fokus selama jam pelajaran, karna pelajaran sekarang pelajaran matematika dengan guru si killer julukan siswa siswa di sekolah ini.


__ADS_2