
malam ini malam setoran mereka
"ayo intan kamu setor sama ustadzah leni, raya kamu setor sama ustadzah larisa, fitri setor sama ustadzah fathia, dan kamu el setor sama saya, paham kalian? " tanya ustadzah rukqya
"pahimtum" jawabnya serempak
"ustadzah" acung tangan el
"kenapa? " tanya ustdzah rukqya
"gak bisa di tuker gitu, fitri sama ustadzah, lalu el sama ustadzah fathia, gimana? tanya el
"emang nya kenapa dengan saya?" tanya ustadzah rukqya
"glek, gugup ustadzah" cicit el
"gak ada bantahan, ayo semuanya mulai setorkan hukuman kalian" kata ustadzah rukqya
sedangkan di lain
"semuanya sudah beres sayang" kata arland merebahkan kepalanya di paha alesya
"terus aku ngapain?" tanya alesya
"siapkan diri kamu aja, buat nanti malam pertama" canda arland menggerlingkan matanya
"ish apa an sih" kata alesya memukul lengan arland
"ouh ya, setelah menikah aku masih boleh kerja kan? " tanya alesya
"no baby, kamu tau alasan saya memperkerjakan kevin sebagai asisten pribadiku? " tanya arland
"enggak tuh" kata alesya
"karna aku menghindari kamu, karna setiap liat kamu, setiap deket kamu jantung ini selalu berdetak dengan cepat" kata arland sambil meletakan tangan alesya ke dadanya
" gombal" kata alesya tersipu
"seriusan" kata arland sambil bangun dari tidurnya meyakinkan alesya
"iya aku percaya" kata alesya sambil tersenyum
__ADS_1
"i love you" kata arland dengan suara lembut nya
" love you to" balas alesya mengembangkan senyumnya
balasan alesya membuat arland terasa di hujani banyak bunga, reflek tangan nya membelai pipi alesya, pandangan mereka bertemu, mereka larut dalam gelora cinta pandangan arland turun ke bawah tepat di bibir pink alesya yang sayang menggoda, tak tau siapa yang memulai arland mengecup bibir alesya lama, merubahnya menjadi ******* membuat alesya terbuai dengan permainan arland, tangan arlan memegang tengkuk alesya semakin lama arland menggigit kecil bibir bawah alesya, membuat mulut alesya terbuka arland pun dengan bebas mengabsen semua gigi alesya, ciuman arland turun ke leher alesya menggigit tnya membuat tanda ke merahan membuat alesya melenguh tanpa sadar membuat birahi arland terpancing, tangan nya meraba gundukan kenyal, tapi di tahan alesya
"jangan sayang, kita tahan ya? " pinta alesya
"astagfirulloh" spontan arland menjauhkan diri dari alesya
"ma-maf sayang, tadi aku khilaf" kata arland gusar
"iya, aku pulang sekarang ya, aku takut kita tidak bisa menahan nafsu kita" kata alesya membuat arland hanya mengngangguk lemah
"maaf sekali lagi, tadi diluar kendali aku sayang" kata arland
" iya sayang" kata aleaya dengan senyumnya
"besok kita tidak ketemu dulu ya, kita ketemu nya pas kita nikah, kamu jaga diri baik-baik ya" pinta alesya
"kalo kangen gimana? " tanya arland
"kan masih video call sayang" kata alesya menenangkan arland
" cuma 2hari sayang" kata alesya
"tetep lama" balas arland merajuk
"ya udah pilih kita gak ketemu 2hari atau kita batalkan nikah nya? " tanya alesya tegas
"iya iya di tahan kangen nya sayang" kata arland cepat
"nah gitu dong" kata alesya
"kamu hati hati di jalannya, maaf gak anterin kamu ke rumah" kata arland
"tidak apa apa aku duluan ya, bye" pamit alesya
"hampir saja tidak bisa nahan godaan, astagfirulloh, maafkan arland ya Alloh, ampuni arland" lirih arland
"cuma hafal segitu ustadzah" cicit el
__ADS_1
"tak apa el, semangat terua ya, meski juz 29 nya kamu belum hafal tapi ustadzah menghargai usahamu" kata ustadzah
"beneran ustadzah" kata el
"iya, tapi kamu harus lebih semangat menghafal nya, biar nanti saat kamu ujian akhir sekolah dapat menyelesaikan hafalan qurannya" kata ustdzah
"ay ay siap kapten" kata el sambil hormat membuat mereka tertawa akan tingkah el
" ekhemmm" deheman seseorang menghentikan langkah el
"eh ustadz faqih" kata el
"Assalamualaikum el" salam ustadz faqih
"waalaikum salam ustadz" kata el
"ouh ya, ini ada hadiah buat kamu" kata ustadz faqih
"hadiah? dalam rangka apa ustadz? " tanya el
"malem kan kamu sudah loloa juz 30 sama setengah juz 29" kata ustadz faqih
"kok ustadz tau?" kata el
"apa sih yang ustadaz gak tau? ustadz juga tau saat kamu nangis nangis di depan masjid tadi malam" kata ustadz faqih
"hah" kaget el
" ustadz liatin el tadi malam nangis bombay? "kaget el
"hem, iya nangis bombay" kekeh ustadz faqih
"ikh malu" cicit el menutupi mukanya dengan paper bag yang di kasih ustad
"gak usah malu" kekeh ustadz fagih
"ya udah saya duluan, kalo suka kasih tau ya? "kata ustadz faqih
"iya ustadz," jawab el
"Assalamualaikum " pamit ustadz faqih
__ADS_1
"waalaikumsalam" jawab el
"ustadz makasih" teriak el sambil melihatkan paperbag nya yang di bales senyum dan anggukan oleh ustadz faqih