
karna tak kuat menahan sakit di kepalanya,papi albeth pingsan di tempat kejadian
"papi... " teriak el menangis
"dek lebih baik kita cepat ke rumah sakit, ayo kita antarkan" kata warga yang di angguki el,
arland yang merasa ada gelisah langsung menelpon kakek, memastikan apa yang yerjadi dengan keluarganya
"Assalamualaikum arland ada apa?" kata seberang sana
"waalaikum salam" kata arland.
"kek, arland minta tolong, liat kondisi papi sama mami, kita sedang telponan setelah lama arland mendengar suara benturan, teriakan mami sama tangisan el terus sambungan terputus, arland takut kek" kata arland
"iya kakek cek sekarabg, kamu yang tenang land" kata kakek
"arland sedang di bandara kek, sebentar lagi arland akan landing" kata arland cemas
"iya kakek akan ke jakarta sekarang" kata kakek
setelah menempuh perjalanan arland langsung mendapat kabar dari nenek bahwa keluarganya mengalami kecelakaan dan sedang di rawat di rumah sakit, el yang merasakan sakit di kepala saat itu langsung terjatuh dan dinyatakan koma oleh dokter karna tak langsung di tangani
"papi mami mana kek? " tanya arland dengan ngos ngosan
"papi sama mami kamu kritis dan el koma land" kata kakek yang sedari tadi menenangkan istrinya
"pi mi, el" kata arland sambil menangis
"keluarga korban? " tanya dokter yang menangani mami,
"iya doket, saya ayahnya dan ini anaknya" kata kakek langsung berdiri,
"maaf harus kami sampaikan, nyonya dara tak dapat kami selamatkan, dan tuan albeth masih kritis " kata dokter
"daraaaaa" teriakan nenek dan langsung terjatuh pingsan
"kakek urus dulu nenek kek, biar papi dan el arland yang jaga" kata arland yang langsung di angguki kakek
"tuan muda" sapa jonathan yang baru datang setelah mendapat kabar kecelakaan tuannya
"paman jo, tolong tunggu dulu papi sama el, arland ngurus jenazah mami dulu" kata arlanf
"jenazah? "kata jonathan terkejut
"iya mami meninggal paman, papi kritis dan el koma paman" kata arland dengan suara seraknya
"kamu urus mami mu dulu, paman akan menjaga papi mu sama el" kata jonathan
"iya paman" kata arland
__ADS_1
"dimana arland? " kata kakek setelah kepergian arland
"arland lagi mengurus jenazah maminya, saya di suruh arland menunggu nya disini" jelas jonathan
"keluarga tuan albeth" tanya dokter
"iya dokter kami keluarganya" kata jonathan
"maaf tuan tuan, tuan albeth tidak bisa di selamatkan, beliau menyusul istrinya" jelas dokter
"tidakkkk albethh" teriakan nenek di belakang kakek dan langsung terjatuh
"nek, "
bagaikan tertusuk seribu anak panah, hati arland saat ini saat mengetahui papi dan maminya meninggal dan adiknya sedang koma
arland sendiri ikut saat mengebumikan jenazah orangtuanya, karana dia anak lelaki satu satunya
kakek yang terus terusan menguatkan sang nenek tidak bisa mendampingi arland saat berduka
setelah empat hari el sadar, el lupa akan kejadian kecelakaan tersebut, dan warga menyebutkan kecelakaan tunggal karna tidak ada mobil lain di tempat kejadian,
arland yang yakin saat di telponnya mencari kejadian sebenarnya, bahkan sangka arland sangat kuat saat mengetahui hilangnya video cctv saat kejadian
kekecewaan el saat meninggalnya orangtuanya membuat dirinya depresi, kakek dan nenek memaksa el untuk ikut bersamanya tapi el menolak karna ia tidak mau meninggalkan rumah kenangan nya dan arland tidak mau merepotkan nenek nya yang kondisinya sering jatuh sakit saat meningvalnya irangtua mereka
arland dengan tekadnya akan mengurus el dan melanjutkan pendidikan nya di indonesia, terlebih arland harus menjalankan perusahaan papi dan terlebih arland akan mencari kebenaran saat kecelakaan terjadi
arland yang mendapat kabar kondisi nenek langsung melajukan mobilnya ke rumah kakek
"el sudah di beri tau kek? " tanya arland
"arland cuma takut el kecewa lagi kek" kata arland
"berdoalah semoga nenek mu cepat sembuh, nenek mu sangat ingin menyaksikan el menikah, terlebih nak faqih yang melamarnya" kata kakek
"iya kek" kata arland
huwek huwek, suara orang muntahan sangat terdengar di telinga arland
arland terdiam sesaat siap da yang muntah, pikirannya tertuju pada istrinya yang tidak ada di sampingnya, arland pun lekas berlari menghampiri istrinya "sayang kamu gak papakan? " tanya arland
alesya hanya menggelengkan kepala, menahan pusing yang tiba tiba muncul "tidak apa apa mas, mungkin cuma mabok kendaraan saja" kata alesya
kakek yang merasa gelagat aneh dari alesya tersenyum menatap cucu menantunya, "seperti nya kamu ajak alesya ke rumah sakit land" kata kakek
tapi dapat gelengan dari alesya "tidak apa apa kek, cuma masuk angin biasa ini" kata alesya
kakek geleng geleng keoala saat mendengar jawaban alesya "menurut lah nak, " kata kakek
__ADS_1
"iya sayang lebih baik kita ke rumah sakit" kata arland final
alesya hanya mengangguk pasrah jika arland yang sudah berbicara "iya mas" kata alesya
di tempat lain, el baru keluar dalam ruangan ujian, el juga fitri sudah janjian bersama raya dan intan buat istirahat di seberang pondok
el duduk tanpa minta ijin terlebih dahulu "ini yang di tunggu dari tadi, makan baso" kata el sambil cengengesan
"salam dulu kek" kata fitri
"Assalamualaikum " kata mereka
"waalaikumsalam, baso neng? " kata bibi
"iya bi, seperti biasa aja" kata raya
"sama es jeruk ray" titah el
"sama es jeruk nya bi" terik raya
"siap" teriak bibi
"liburan nanti pada kemana? " tanya intan
deg
hati el terasa berhenti berdetak setelah intan menanyakan tentang liburan, "mungkin ini waktunya buat kasih tau mereka" batin el monolog
"guys, ada sesuatu yang ingin saya omongin" kata el memulai pembicaraan
merasa ada sesuatu uang serius fitri langsung menoleh "ada apa el" kata fitri
terlihat sangat binging di wajah el" ada sesuatu yang harus di ceritakan terlebih dahulu" kata el menunduk
intan pun terasa terpanggil jiwa keponya "ada apa el, cerita saja" kata intan
"sebenarnya liburan nanti aaku akan meni-" ucapan el terpotong saat bakso mereka datang
raya yang mengertahui suasana gak emungkinkan buat el cerita menyarankan buat makan terlebih dahulu "aku tau el, kamu pasti mau cerita yang penting, tapi sekarang waktu nya gak baik, nanti sore kita kosongkan saja waktu buat kita denger curhatan kamu el" kata raya
el yang kaget langsung menatap mereka " kalian mau kan denger cerita aku, aku sudah anggap kalian saudara, sebenarnya aku bingung" kata el
"iya nanti saja el cerita nya, sekarang kita makan, biar nanti kita fokus ke ujian kita" kata fitri menimpali
"kali ini biar aku traktir ya, kalian boleh nambah" kata el tersenyum
intan yang mendengar kata traktir langsung bersemangat buat makan " bener el boleh nambah? " kata intan
el hanya menggangguk tersenyum" iya sepuasnya kalo perlu" kata el
__ADS_1
"asik " sorak intan sedangkan fitri dan raya hanya geleng geleng kepala, el jusyru sangat senang mendapat kan teman yang apa adanya