Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 4


__ADS_3

pagi harinya elysha bangun tepat waktu tanpa harus di bangunkan abangnya, hatinya merasa resah karna dari pulang malam abangnya bersifat dingin dan terasa mengacuhkannya


"pagi abang" dengan nada lemah nya


"hmm" jawab bang arland


elysha langsung duduk dan mulai sarapannya, yang sudah di siapkan abangnya, meski terkesan mengacuhkannya, tapi bang arlan masih menyiapkan keperluan el bahkan saat el sudah tidur arland masuk mengendap-ngendap ke kamar el demi memastikan adik nya baik-baik saja, dia lebih baik menjauh dulu dari elysha saat merasa emosinya tak tertahan, dia sangat takut menyakiti adiknya.


"ada yang ingin abang sampaikan saat ini" kata bang arland memulai pembicaraan setelah mereka selesai sarapan.


"apa bang? " tanya el


" semalam abang sudah rundingan sama kakek, bagaimana bagusnya untuk kamu el, dan kami sepakat untuk memindahkan kamu ke pesantren di daerah kakek." ucap bang arland to the poin


"pesantren? " beo el


"iya, tempat dulu papi dan abang menimba ilmu, dan di sana ada sahabat abang, agar abang bisa mengawasimu, tentu juga dengan kakek nenek yang lebih mudah menjenguk mu. " jelas bang arland


"tapi el belum siap bang" cicit el


" ini demi kebaikan kamu el, kamu ingat mami sama papi dari dulu sangat menginginkan kamu berhijab? "


"iya bang" cicit el


"el dengerin abang" pintanya sambil menggenggam tangan el.


" satu helai saja rambut kamu terlihat oleh yang bukan makhrom kamu, itu sama saja mendekatkan papi, abang, kakek ke neraka, apalagi sekarang papi sudah tiada sayang" jelas bang arland


"cukup selama 5 tahuan ini abang sudah menelantarkanmu el, abang salah tidak mendidik kamu dengan benar, abang di sibukan dengan pekerjaan dan pencarian pelaku kecelakaan orang tua kita, abang sadar el kenapa Alloh belum memberi perunjuk sama abang tentang kecelakaan orang tua kita, karna kita yang jauh sama Alloh, bahkan abang sangat malu el, abang pernah belajar agama tapi saat abang di beri ujian malah abang menjadi jauh sama Alloh el, " jelas bang arland


"abang mau permintaan abang kali ini tidak ada penolakan dari kamu el, meski abang juga berat harus berpisah dari kamu, semoga saja nanti di akhirat kita bisa berkumpul dengan orang tua kita di surga-Nya. " lanjut bang arlad yang di jawab anggukan kepala el dengan posiai masih menunduk dan tangan nya masih d genggam arland, dan ada cairan bening yang lolos dari mata indah el


"beri el waktu buat pamit sama sahabat el di sini bang" ucap el dengan suara serak nya menahan isak tangis nya


" abang kasih waktu sampai hari sabtu, , hari minggu kita berangkat ke pondok, semuanya bakal di sipkan sama nenek dan kakek, kamu tinggal siapkan hati kamu." kata bang arlad


"iya bang" cicit el sambil berhambur ke pelukan bang arland

__ADS_1


" sudah,, sekarang kamu berangkat sekolah dulu el, nanti abang jemput. kata bang arland


" abang jemput? " sambil mendongakan kepalanya melihat mata sang abang


" abang pengen ngabisin waktu sama kamu, sebelum nanti abang sangat merindukanmu el" kata arland sambil menuntun el berangkat sekolah.


suasana hati el saat ini sangat kacau, ada bahagianya karna dapat menghabiskan waktu bersama abang tersayang nya setelah lama tak punya waktu bersama, ada rasa penyesalan teringat akan kata" bang arland tentang hijab, semua nya campur aduk sampai membuatnya tak fokus ruk berjalan.


" woy. "


"astagfirulloh" reflek el


" kenapa lo el?" tanya bastian


"lo yang kenap? kenapa kagetin gue hah" semprot el


"yey.. kita-kita sudah panggilin lo dari tadi, tapi lo gak nyaut nyaut, malah asik ngelamun. " balas ilham


" lo kesambet penghuni koridor atau bagaimana el? " tanya reno yang langsung dapat tonyoran dari rexsa


"ayo masuk ada sesuatu yang harus gue omongin sama kalian" balas el sambil melenggang pergi duluan


saat istirahat tiba mereka tidak memilih ke kantin justru mereka malah berkumpul di halaman belakang yang sepi


"APAAAA" teriak serentak teman-teman el setelah mendengarkan cerita el


" apa sih kalian" kata el


" gue bakalan kangen lo" kata reno


" gue juga pasti kangen lo" kata bastian


" gue juga" kata ilham


"gue ikut lo el" kata rexsa membuat mereka kembali berteriak.


"HAHHH" teriak merwka serempak

__ADS_1


" iya, gue bakalan ikut el mondok, " yakin rexsa


"lo gak becanda kan?" tanya bastian


" gak, gue bakalan minta izin sama ayah bunda gue, supaya di ijinin mondok sama el," jawab rexsa


" emang lo bakal di ijinin? tanya reno


" pasti di ijinin lah, (percaya diri) nih ya dengerin, orang tua mana yang bakalan seneng plus bangga saat anak nya mau merubah akhlak nya? dan gue yakin 100 persen bakal d ijinin karna ayah gue teman bisnisnya bang erland" jelas rexsa


" thank's xa, lo selalu nemenin gue dari kecil" balas el sambil memeluk rexsa


" yah gak semangat dong sekolah gak ada kalian" kata ilham


" apalagi gue, harus LDr:-an sama rexsa. " kata bastian menatap rexsa


"emang siapa gue? " tanya rexsa


tawa mereka pecah saat pertanyaan polos dari rexsa, membuat muka bastian murung


"bhahaha" kedengar baget tuh retak nya gima" canda ilham


"kalo lo berjodoh dengan rexsa, sampai ke ujung dunia pun rexsa bakal balik lagi sama lo, " tenang el


" emang selama ini lo beneran suka gue bas, gue kira gombalan" lo itu cuma bualan semata" tanya rexsa serius


"selesaikan urusan kalian berdua, tapi satu nasehat gue, mau kalian pacaran atau enggak, untuk sekarang dan selanjutnya pastikan tidak merusak persahabatan kita" nsehat reno


"ayo cabut" ajak reno pada el dan ilham melenggang pergi meninggalkan kedua sahabat nya


" kita habisin waktu dong el, mumpung lo masih disini" tanya ilham


"liat entar ya, gue atur waktu dulu, abang gue juga pengen ngabisin waktu dulu sama gue" jawab el


" siap" jawab reno dan ilham berbarengan


dilain tempat kakek nenek merasa bahagia mendapat kabar cucu perempuan nya bakalan dekat dengan mereka, meski nanti el mondok tapi setidaknya nenek bakalan sering mengunjungi cucunya karna letak pondok dan rumahnya sangat dekat, bisa di tempuh dengan berjalan kaki

__ADS_1


__ADS_2