
Tak terasa bulan ramadhan sudah berlalu, elysha tengah meyiapkan semua ke perluannya yang akan dia bawa ke pesantren esok, setelah merasa cukup el pun turun menemui abang nya.
tap tap tap
suara lahkah kaki menuruni tangga
"abang.. el ke luar dulu ya, main dulu bentar"pamit el
"iya, bawa mobil, jangan motor kamu pake gamis" peringat bang arland
"iya bang" sambil salim tangan bang arland
"eh dek, abang mau ke kantor dulu sebentar, ada meeting dadakan, nanti kalo bosan di rumah kamu ke kantor aja. " kata bang arland
"iya bang," Assalamualaikum " pamit el
"waalaikumsalam"jawab bang arland
"kesana dulu akh, sudah lama gak main kesana"monolog el sambil memarkirkan mobil di pinggir jalan
karna terlalu fokus melihat kedai es krim, el tidak sadar ada mobil yang sangat kencang menuju dirinya,
"awasssss"teriak seseorang
seseorang menarik el hingga mereka berdua jatuh ke trotoar, dan mobil tadi menabrak tiang di depan,
"awh " ringis el
"anda gak papa kan?maaf tadi terlalu kuat narik nya hingga tangan anda terluka" ujar nya
"tidak apa apa, justru saya terimakasih anda telah meyelamatkan saya tadi" kata el
"elysha... " teriak seseorang dengan tergopoh gopoh
"kamu gak papakan" ujarnya
"kak ale" lirih el
"mana yang sakit?" tanya alesya sambil meneliti semua badan el
"el cuma luka di sikut doang nih kak, tapi kakak ini yang luka di kepalanya, tadi kebentur tembok kaya nya" jawab el menunjukan orang yang telah menyelamatkan nya
"boby" kata alesya
"mbak alesya" jawabnya sambil menunduk
"makasih sudah nolongin el bob" jawab alesya pada rekan kerja nya
"gak papa mbak, sesama manusia harus tolong menolong" jawab tulus pria itu
"ouh iya, ayo kita ke rumah sakit dulu periksa keadaan kalian" titah alesya
setelah beberapa mereka melangkah, elysha melihat mobi yang tadi mengenaskan menabrak tiang, membuat tubuhnya menegang, lidahnya kelu, serta keringat dingin membanjirinya,
__ADS_1
"ayo el" kata alesya
"akhhhhh" teriak histeris dari elysha
"el kenapa? " panik alesya
"mbak, mending bawa ke rumah sakit dulu" balas boby
"iya bob, tolong bantu dulu bob" jawab alesya
setelah di rumah sakit elysha belum sadarkan diri dengan terus mengigau nyebut maminya, arland pun yang dapat kabar dari sekertarisnya langsung melaju ke rumah sakit, alesya kerja sudah lama jadi sekertaris arland, menggantikan papanya dulu yang menjadi tangan kanan papinya arland
" mami.. mami" racau el dengan mata yang masih menutup mata
"el bangun el, jangan seperti ini" lirih alesya sambil memegang tangan el
"mami.... " teriak el langsung bangunddan duduk
"el" peluk alesya
"mami kak hiks papi juga kak hiks" tangis el pecah
"iya kakak tau el, kamu yang sabar ya, ikhlasin mereka" tenang alesya pada el
"el pengen peluk mami sama papi tapi mereka sudah tidak ada kak hiks" curhat el mempererat pelukan
"kamu bisa peluk kakak semaumu el, hati kakak sakit saat kamu menangis" jawab alesya dengan hati bergetar
"el pengen tidur di peluk kak ale" pinta el
di balik pintu arland mendengarkan semua pembicaraan mereka, hatinya pilu saat el menangis merindukan orangtuanya, setelah menguatkan hatinya, arland pun memberanikan diri masuk ke dalam kamar inap adiknya.
ceklek
Alesya balik badan siapa yang memasuki ruangan tersebut, alesya berniat untuk bangun dari tidurnya setelah tau yang masuk itu arland bosnya di kantor dan kakak dari elysha, tapi di tahan oleh arland.
"sudah tidur aja, tolong temeni dulu adik saya" kata arland sambil membenarkan selimut adiknya dan sebagian menutupi kaki alesya yang menggunakan rok selututnya.
"maaf pak, saya lancang sudah menemani tidur el" lirih alesya
"tidak apa apa justru saya berterikasih kamu telah menghiburnya dan menenangkannya, bahkan dari kecil pun kamu selalu menghiburnya" jawab arland sambil mengelus rambut adik nya
"tidak masalah pak, saya senang menghiburnya, hati saya sakit bila melihatnya menangis" jawab alesya sambil memandangi wajah damai el
arland melirik wajah alesya yang sedang memandangi wajah el dengan tulusnya, karna merasa di perhatikan alesya pen melirik arland dan pandangan mereka bertemu sejenak yang langsung di putuskan alesya dengan pipi merona
"pak boby yang menyelamatkan el, masih di rawat inap, saya menyuruhnya tetap di rawat dulu, beliau di temani istrinya" jawab alesya dengan kikuk
"bisa anterin saya menemuinya? " pinta arland
" bisa pak, sebentar" jawab aleaya dengan membenahi elysha tidur, dan mencium kening elysha dengan sayang
arland melihat semua prilaku nya terhadap el menghangatkan hatinya,
__ADS_1
"ayo pak" ajak alesya
"ouh iya" jawab arland
"bisa jelaskan semua kronologinya kejadiannya?" tanya arland sambil berjalan
alesya menjelaskan semua kejadian versinya saat melihat el hampir tertabrak tanpa di kurangi dan di tambahkan
"pak boby karyawan baru di perusahaan bapak, beliau tim marketing, kerjanya baru 4 bulan, tapi dia sangat jujur bahkan kerjanya sangat bagus" kata alesya
"naikan jabatannya nya, dan tolong cari datanya" pinta arland
"kebetulan saya tetangganya pak, beliau menjadi tulang punggung demi membiayai adiknya yang sedang kuliah juga ibunya yang sudah renta, ayahnya sudah lama meninggal dan beliau mempunyai anak yang masih sekolah dasar" jelas alesya membuat langkah arland berhenti
"kenapa pak?" tanya alesya
"tidak, ayo" kembali berjalan
di ruang rawat
"terimasih telah menyelamatkan adik saya" kata arland
"adik? " beo boby
"gadis yang kamu selamatkan adiknya pak arland" jelas alesya melihat kebingungan boby
"ouh, maaf pak saya tidak tau" jawab boby dengan menunduk
"tidak apa apa, justru saya kagum sama anda, anda rela menolong orang walaupun akibatnya anda yang terluka" kata arland
" kewajiban kita pak untuk saling tolong menolong, maaf juga tadi narik adik bapa kenceng sampai jatuh dan sikutnya terluka" kata boby
"tidak masalah, hanya luka kecil" kata arland
"sebagai terima kasih saya, anda naik jabatan, untuk selengkapnya tanya alesya, maaf saya tidak bisa lama lama, saya harus ke kantor, sekali lagi saya sangat berteri kasih pada anda" kata arland sambil menjabat tangan
"terima kasih pak sudah menjenguk suami saya pak"
"iya sama sama" kata arland sambil meninggal kan ruangan tersebut
"maksudnya gimana mbak? " tanya boby setelah kepergian arland
"kamu naik jabatan, jadi manager bob, dan biaya kuliah adik kamu sudah pak arland bayar juga biaya sekolah anak kamu, pak arland tanggung sampai lulus kuliah" jelas alesya
"Alhamdulillah " jawab serempak suami istri tersebut
"tapi mbak apa ini gak berlebihan, jasa suami saya cuma narik tangan adiknya itu pun masih terluka" jawab nina istri boby
"itu juga buah dari kesabaran boby mbak, di kantor dia sangat rajin juga jujur, bahkan dia menolak iming"an uang orang yang mengajak nya untuk curang di perusahaaan" jelas alesya
"terimakasih mbak" jawab boby
"iya sama-sama, kalian bisa pulang, karna gak ada luka yang serius, tadi saya tahan karna pak arland pengen ketemu orang yang menyelamatkan adiknya" jawab alesya
__ADS_1
saya tidak bisa lama lama, saya harus kembali ke ruangan adik pak arland, semoga cepet sembuh bob, mari mbak" pamit alesya
"iya sama-sama mbak" jawab istri boby