Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 21


__ADS_3

malam hari el diantarkan oleh keluarganya ke pondok pesantren, sedangkan faqih sudah dari ba'da dzuhur pulang karna banyak nya kerjaan dan ingin segara menyampaikan kabar bahagia kepada orang tua nya


"el di anterin sama kalian aja ya? nenek kamu kasian" kata kakek


"ayo el, jalan aja " kata bang arland


"ayo bang, kak" kata el


"hati hati sayang jalan nya, sini pegangan" kata arland


" iya ini sudah hati hati" jawab alesya


" masih sakit gak? " kata arland


"udah agak mendingan kok mas" jawab alesya


"kak ale kok jalannya agak beda ya? " tanya el


"kamu juga nanti bakal rasain el" kata arland


"rasain apa? " kata el polos


"udah, kamu masih kecil, gak perlu tau" kata bang arland


"yey gak jelas" kata el


"udah sono masuk, belajar yang bener dan jangan bikin masalah" nasehat bang arland


"iya, assalamualaikum bang kak" kata el sambil menyalimi mereka


"waalaikum salam" jawab mereka


"jaga diri kamu baik baik el selama di sini" kata alesya


" iya kak" kata el


sedangkan di tempat lain, umi khodijah terlihat sangat senang akan keputusan anaknya faqih, meski mereka harus berhati hati karna ada masalah yang mengintai el


"nanti kamu tolong kasih sama el qih, ini gelang khusus dari umi" kata umi


"iya umi, makasih karna umi telah merestui kami " kata faqih

__ADS_1


"umi suka sekali sama el selain cantik ternyata dia jujur, dia gak bisa masak dia jujur, gak bisa beres beres dia jujur, terlebih dia jujur kurangnya ilmu agama, tapi dia gak malu, dia tetap mau belajar " kata umi


" kurang el ilmu keagamaan mungkin karna tidak ada yang membimbingnya, terlebih arland yang sibuk dengan perusahaan dan nyari pelaku kecelakaan orang tuanya, juga kakek yang harus menjaga kondisi nenek yang syok atas kepergiannya orang tua el" kata faqih


"kalau gak salah anak nya pak anton itu albeth wijaya bukan mi? " kata abi


"iya bi, kaka tingkat umi waktu di pondok" balas umi


"dia pinter loh mi bidang akademik nya" kata abi


" sama seperti el mi, unggul dalam akademik" kata faqih menimpali


"semua orang pasti punya kekurangan serta kelebihan qih, tapi alangkah baiknya kita tetap mau belajar meski itu bagian dari kekurangan kita" kata umi


"ouh ya qih, kamu udah siapin keperluan buat nikah? " tanya abi


"belum semua bi, lagian masih ada waktu sekitar 2 bulanan lagi" kata faqih


"meski masih 2 bulanan juga meski di persiapkan, apa yang kurang di list dari sekarang, umi tolong bantu faqih ya" kata abi pada umi


" siap umi, dari besok umi bakalan list semua keperluannya, biar nanti pas hari H nya gak pusing lagi" kata umi


"iya bi, biar arland fokus nyari orang itu, dan kakek fokus sama nenek" kata faqih


"satu lagi nak, setelah menikah kamu harus bisa bersabar membimbing el, kamu sudah tau peringai dia sangat di manjakan oleh abang dan kakek nenek nya, bukan berarti kamu harus kalah sama istri kamu, ada waktunya kamu memanjakannya dan ada waktunya kamu harus tegas" kata abi


"insyaalloh bi, " kata faqih mengangguk


pagi harinya el di sibukan dengan tugas tugas yang harus di tuntaskan untuk memenuhi nilai rapotnya


"aku lebih baik ngisi soal matematika dari pada harus tahfid, suka ngeblang gitu otak nya" kata el


"dulu kami juga gitu el, bahkan aku ya hampir pengen pindah sekolah karna caoe harus menghafal" kata raya


"terus tips nya apa? " kata el


" tuh tanya fitri, dulu aku di kasih tau sama fitri" kata raya


"apaan fit? " kata el


"hufft, ini menurut aku ya el, pahami dulu maksud aku ya" kata fitri sambil menghela nafas

__ADS_1


"iya apa? " kata el


" kamu ada niatin bahagiain orang tuamu gak? " maaf ya terlebih mereka sudah lama di panggil Alloh" kata fitri


"ya ada lah fit, bahkan kekecewaan ku paling mendalam saat aku sadar dari koma tak dapat memeluk lagi mereka" dengan suara seraknya


"tapi kamu yakin kan el adanya surga sama neraka? " tanya fitri


"ya iyalah yakin" jawab el


"kamu tau el, seorang yang hafal quran itu nanti di akhirat akan memasangkan mahkota terindah pada orangtuanya, dan itu kebanggan orangtua yang sangat di nantikan dari anak anak nya, kamu mau seperti itu el? kata fitri


"mungkin kamu gak tau orang tua mu pasti sangat bangga saat anak nya itu tak pernah patah semangat dalam belajar agama, " lanjut fitri


" Alloh tak menilai berapa banyak kamu menghafal, tapi saat kamu menghafal bahkan belajar dengan sungguh-sungguh itu lebih baik el " lanjut fitri lagi


"tolong bantu aku ya? " pinta el


"kami bakalan terus mengsuport kamu el" kata intan


"thank ya friend's" kata el sambil memeluk mereka


"udah sekarang kita masuk, sebentar lagi jam pelajaran ustadz faqih" kata raya


mendengar kata ustadz faqih membuat hatinya menghangat apalagi saat tau ustadz faqih memintanya pada abang dan kakek nya


"kenapa senyum senyum el" ledek intan


"lagi bahagia tan, sebentar lagi yang ngajar cemceman nya " tambah raya


"apa sih? " kata el


"udah yu masuk, takut telat, nanti sama ust faqih di hukum, " kata fitri


"nanti sore kita ke tempat biasa yah, ada yang mau el sampaikan sama kalian, " kata el


"apa el?" kata raya


"kan kata aku nanti raya " gemas el


"hehehe" jawab cengengesan raya

__ADS_1


__ADS_2