
malam hari begitu ramai, dari sore elysha belum ke bagian menemui pengantin, karna tamu yang begitu banyak dan el yang begitu benci mengantri
"abang... " teriak el
"gak usah teriak-teriak el, sakit tenggorokanmu" peringat bang arland
"dari tadi el mau ketemu abang susah banget, banyak banget tamu nya, el gak mau ngantri" kata el cemberut
"kan sekarang udah ketemu el, udah gak usah cemberut gitu" kata bang arland
"abang selamat ya, sudah jadi suami orang" kata el terkekeh dengan mata berkaca kaca
"cup cup, iya makasih dek, udah gak usah nangis" kata bang arland memeluk el
"hiks abang masih akan sayang el kan meski abang sudah punya istri? " tanya el dengan terisak masih di pelukan arland
"sutt, abang pernah bilang kan, abang akan selalu jagain kamu, manjain kamu, sayangi kamu meski udah punya istri, justru abang sekarang bisa jadi abang dan sekaligus ayah buat kamu el, dan kak ale bisa jadi mama kamu" kata bang arland dengan suara serak nya menahan tangis nya
"el sangat sayang sama abang hiks" kata el masih dalam pelukan arland
"abang juga sangat sayang sama el, sini dengerin abang, sekarang apa pun yang el rasakan, atau apa pun el mau cerita, el bisa cerita sama kak alesya, kamu mengerti sayang? " tanya bang arland
"iya bang" kata el mengangguk engan isak tangis nya
"tetap rukun kalian, meskipun nanti kalian sudah berumah tangga, " kata kakek mengelus punggung el
"iya kek, arland akan usahakan menjaga el, adik arland satu satunya " balas arland
"sudah el sana, peluk kak alesya beri selamat dulu, liat antrian panjang gara gara ulahmu" kata kakek
"kak ale, selamat ya, soga pernikahan kakak sama abang menjadi awal kebahagian buat kalian, menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warohmah" kata el memeluk alesya. "terimakasih sayang, kakak cuma minta sama kamu jangan anggap kakak mengbil abang mu dari mu el, kakak akan bantu abang kamu menjaga adik tersayang nya ini, " kata alesya
"terimakasih kak
"ih si el dari tadi lama banget sih" celetuk seseorang dari belang ustadz faqih
"ih ka kevin ganggu aja," kata el
"lo nya lama banget sih" kata kevin
__ADS_1
" eh bentar, kak kevin dari mana aja? dasar asisten durjana ya ka kevin, atasan menikah bukan nya bantuin malah menghilang" kata el
"menghilang gimana el? emang yang ngurusin kantor sama pernikahan ini siapa?" hantu? " tanya kevin
"emang siapa? " gak mungkin banget kak kevin kan? " balas el
"gue lah el, tanyain aja abang lo noh, dia mah enak tinggal di cek di rumah, lah gue sana sini terus dari seminggu yang lalu" kata kevin
"udah ngobrol nya dibawah" lerai ustadz faqih.
"abang el pulang duluan ya" kata el setelah mereka selesai sesi fotonya
"hati-hati el di jalan nya, jangan rewel abang gak ada di rumah" kata arland
"iya bang, masih ada kakek sama nenek di rumah " kata el
"aku duluan land, ijin masih di rumah mu malam ini" kata faqih.
"santai bro, ingat pesan gue semalam qih" kata arland
"insyaalloh di jaga dengan sepenuh hati" kelakar faqih
"waalaikum salam"
sedangkan di sebuah ruangan seseorang tengah mengamuk
"sialan, kenapa lo malah deket sama cowo lain elll " teriak nya
"tidak, lo hanya milik gue, hanya milik gue el" teriak nya lagi
"apapun caranya, lo harus jadi milik gue el" monolog nya dengan senyum devilnya
"saya duluan pa ustadz" ijin el
"silahkan el, jangan lupa berdoa sebelim tidur" kata ustadz faqih
"iya ustadz, Assalamualaikum" pamit el
"waalaikum salam" kata ustadz faqih masih memperhatikan el
__ADS_1
"ekhem" kejut seseorang menyadarkan faqih
"eh, kek ada apa? " tanya faqih
"ada sesuatu yang kakek ingin di bicarakan sama kamu nak" kata kakek
"ouh iya kek, mari lebih baik kita duduk dulu" kata faqih
"ouh iya nak" kata kakek
"apa ada yang penting ke? " tanya faqih setelah mereka duduk
" iya nak, ini tentang el" kata kakek
"ada apa kek? apa yang harus faqih lakukan? " tanya faqih
" kamu tau kan alasan kenapa orangtua arland dan el meninggal? " tanya kakek
"setau aku, arland pernah cerita kecelakaan mereka karna terobsesinya seseorang atas mami arland dan el kek" kata faqih
" iya nak, dia federik sudah di tahan, meaki dia pernah ingin meloloskan diri, tapi orang kakek kerja cepat, jadi bisa menggagalkan federik" kata kakek
"lalu kek" tanya faqih
"sekarang anak nya sangat terobsesi sama el nak, kakek takut akan keselamatan el, sedangkan kakek merasa kakek sudah tidak bisa menjaga nya lagi" lanjut kakek
kakek minta kamu nikahi dulu el, resepsi belakangan, bila el terus bersama mu, dia akan aman, tanggung jawab arland sekarang menambah, dia juga harus menjaga keluarga alesya, meski kakek tau paman jo tak akan tinggal diam" kata kakek
"faqih, gimana menurut el sama arland saja kek, insyaalloh faqih akan menjaga el dengan semampu faqih, terlebih umi sangat mengharapkan el jadi menantunya.
"kalau arland sudah setuju nak, besok kita bahas dengan el " kata kakek.
"terimakasih telah menyayangi cucu kakek dengan tulus, semoga kalian selalu di beri kebahagian" kata kakek
"aamiin kek" jawab faqih
"kakek istirahat dulu, kamu juga sebaiknya istirahat" kata kakek
"iya kek" kata faqih
__ADS_1
"kakek duluan" pamitnya