Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 8


__ADS_3

Canda tawa memenuhi dapur, wanita beda generasi sedang masak sambil tertawa riang, lebih tepat nya celotehan riang el seperti mengadu pada mami nya saja, bersama umi el dapat merasakan sebagian hidup nya, seorang pemuda memperhatikan di balik pintu dapur


" mungkin ini yang di maksud arland, bawel nya minta ampun" monolog faqih sambil terkekeh


"dia mulai kembali ceria saat bersama umi qih" kata abi mengejutka faqih


"Astagfirulloh, abi ngagetin tau" kesal faqih


" abis nya anak abi udah mulai gila, senyam senyum sendiri" ledek abi


"mana ada" elak faqih


"kalau suka langsung pinta sama yang punya, terus sampaikan keinginan mu sama keluarganya, apalagi arland sangat dekat dengan mu, sampaikan keinginan mu, jangan sampai keduluan yang lain" nasehat abi


"dia masih sekolah bi, gimana dong? " tanya faqih


" tunggu dia 18 tahun qih, tapi kalo bener bener kamu serius biar kita ikat dulu dengan taaruf" nasehat abi


" iya bi" jawab faqih


"tapi kalo el mau ya" ledek abi sambil melenggang pergi


"dasar abi" kesal faqih


" wah masak apa nih? harum nya kecium sampai depan" tanya abi


"masak ikan abi" jawab el


"pada ngomongin apa sih dari tadi kaya yang seru" tanya abi


"umi lagi dengerin cerita el pas lagi di sekolah yang dulu, umi senang banget abi dengerin cerita el" antusias umi


"umi dari dulu emang pengen punya anak cewe el, tapi gak bisa, maklumin aja ya el kalo umi rempong sama kamu" jelas abi sama el


" justru el makasih banget sama umi, el dapat merasakan kembali suasana seperti ini" balas el


"umi juga senang " peluk umi


" nanti kita ngobrol lagi el, nanti juga umi bakalan ajak el ke pasar, el mau kan ngabisin waktu sama umi lagi? " tanya umi


" mau banget umi" jawab antusias el


"ya udah mending kita makan dulu sekarang, nanti malam abi mau langsung ngisi ceramah di kampung sebelah" kata abi


"iya abi" kata mereka


sudah hampir dua bulan el di pondok, dan sebentar lagi libur awal ramadhan, di pondok mengijinkan libur satu minggu awal romadon, 2 minggu masuk seperti biasa dan 2 minggu libur akhir romadon dan hari raya..


"el ada tamu yang nyari kamu" kata santriwati


"siapa?" tanya el


" gak tau" coba saja ke sana


"makasih ya" teriak el


" sama-sama"


"siapa ya yang jenguk?" monolog el

__ADS_1


" kaya kenal mobi nya" pikir el


"Assalamualaikum " salam el


"waalaikumsalam" jawab serempak


"rexsaaa" teriak el memeluk sahabat nya


"udah el sesek tuh cewe gue" lerai bastian


"kalian gimana kabarnya? " tanya el


"kita baik ukhti" jawab ilham


" gak usah senyum gitu ham" kata el


" emang kenapa ustadzah? " tanya ilham menjadi


"gak usah nyari masalah" pukul reno


" kita kesini karna kangen sama loe el" balas reno cepat


"sakit anjirrr" ucap ilham mengusap punggung yang di geplak reno


"hmm"


" mohon maaf tolong di jaga ucapannya, karena ini di wilayah pesantren" titah faqih


"iya ustadz maaf reflek" jawab cepat ilham yang dapat delikan dari temannya


"maafin gue el gak jadi ikut lo pindah, gue belum bisa" sesal rexsa


"tenang aja el, rexsa gue yang urus, kalo mau juga ntar biar private aja memperdalam agama islam buat masa depan anak-anak gue sama dia nanti" kata bastian cengengesan


"jauh banget pikiran lo" toyor reno


"si bas bucin banget el sekarang, apalagi pas hubungan nya di restuin bokap nya rexsa, lengket terus" adu ilham


"gak nikah aja sekalian, biar gak takut kebablasan"frontal el


"tenang el, lulus sma kita meried, dan lo harus datang, gue mau pas hari bahagia gue semua sahabat gue pada datang" mimpi bas


" siap, kalo setiap mobil gue servis di gratisin sih oke oke aja" jawab el terkekeh


"itu mah beda lagi el, bisa tekor gue kalo lo servis mobil di gratisin" jawab bastian memelas


"merendah buat meroket lo bas" jawab el


"ya gak gitu juga, kan gue harus banyak nabung buat calon bini" jawab bastian cengengesan


"udahlah ganti topik, bisa stress kalo ngeladenin si bas ngomong" ucap rexsa


"bhahaha" tawa reno dan ilham pecah , sedangkan bastian cemberut


mereka ngobrol sampe sore hari, melepas rindu, mereka pun izin pamit untuk pulang


malam harinya, el dan teman-teman sedang mengaji di mesjid, el semakin semangat membaca al quran, banyak sekali perubahan pada nya membuat sang abang tak terlalu khawatir pada el.


di lain tempat arland sedang berunding dengan kakeknya,

__ADS_1


"kamu sudah tau land" tanya kakek


"sudah kek" jawab arland


"siapa?" tanya kakek lagi


" tuan federik, salah satu relasi bisnis papi" jawab arland


"terus langkah kamu?" tanya kakek


"dia menyembunyikan nya serapat mungkin kek, dan cara kerja nya sangat rapi sampe polisi mengira kecelakaan papi murni karna kecelakaan ke, dan arland juga bakalan cari bukti serapi mungkin tanpa dia sadari pergerakan arland, jika bukti sudah terkumpul arland pengen banget jeblosin dia ke penjara" ujar arland menggebu


"kakek dukung setiap langkah kamu, tapi ingat jangan sampe musuh kamu tau dimana el, kakek takut mereka menggunakan rl buat hancurin kita" jelas kakek


"iya ke, sudah susah payah arland kirim el ke pesantren, kebetulan sekali el bikin masalah, jadi kita pake alasan itu supaya el gak curiga kalau arland sengaja pengen ngejauhinya dulu demi keselamatan nya kek" jawab arland


"kakek akan terus pantau kamu dan el, cukup papi kamu kakek lengah, kini kakek gak bakalan lengah lagi. " ujar kakek


"kakek juga harus jaga kesehatan kakek dan nenek, cuma kalian yang kami punya, dan jika kalian sakit el pasti sangat sedih" kata arland


"iya land, semuanya kakek percaya sama kamu, kalo ada yang bimbang rundingan dulu sama kakek" kata kakek


"iya kek, arland paham" jawab arland


"kakek pulang dulu, kasian nenek kamu lama di tinggal" kata kakek


"iya kek" jawab arland


beberapa bodyguard yang selalu setia menemani kakek pun langsung bersiap saat kakek memasuki mobilnya


di lain tempat gerimis di malam hari menghembuskan udara dingin, kebanyakan santriwati sudah terlelap dalam mimpi berbeda dengn el, masih setia dengan lamunannya sambil menatap langit yang sedih di luas kamarnya


"mami el rindu," monolog el dengan suara serak menahan tangis nya


"kalo rindu doakan mami mu" suara seseorang mengejutkan el


"eh pak ustadz" sapa el


"ngapain malem malem masih di luar? " tanya ustadz faqih


"ustadz juga ngapain malem malem di area santriwati?" tanya balik el


"saya lagi keliling, menjaga kalian yang lagi tidur, takut ada yang kabur" jawab ustadz faqih


" el boleh di sini dulu kan, sebentar lagi ya ustadz, " pinta el


" hanya 10 menit lagi el, gak boleh melebihi waktu mu" jawab ustadz faqih melirik arlojinya


"makasi ustadz" jawab el dengan senyum nya


"ini pake jaket nya el, biar kamu gak kedinginan," sambil menyandarkan jaket ke bahu el tanpa menyentuhnya


"dan ini tasbih, berdzikirlah dan berdoa bila kamu sudah sangat rindu sama orang tuamu" kata ustad faqih


"makasih ustadz" jawab el dengan setengah menunduk menyembunyikan rona merahnya


"saya duluan, kamu jangan lama-lama di luarnya" pamit ustadz faqih di angguki el


"Assalamualaikum "ucap ustadz faqih

__ADS_1


"waalaikum salam" balas el


__ADS_2