
petang hari di suasana pondok suasana yang sangat nyaman, asri, bahkan el merasa hatinya damai menikmati angin semilir di depan kamarnya,
"el ayo ke mesjid" membuyarkan lamunan el
"ouh iya ayo" jawab el
mereka beriringan masuk ke dalam masjid, sebentar lagi waktu sholat magrib, el sudah mempunyai teman satu kamar nya yang bernama raya, intan dan fitri
setelah selesai sholat santri dan santriwati belajar quran bersama ustadz dan ustadzah yang membimbing ny, kini giliran el belajar mengaji
" maaf ustadzah, el belum lancar mengajinya, terakhir el ngaji saat kelas 6 sd saat masih ada mami" kata el menunduk
"tidak apa apa el, sedikit sedikit kita belajar ya, banyak faedah nya buat kamu saat baca qur'an, salah satu nya bisa mempermudah masuk nya orang tua mu ke dalam surga" kata ustadzah membuat binar mata di el
"semangat el"
mengaji qur'an di jeda saat masuk waktu isya dan di lanjutkan kembali sampai pukul9
saat ini semua santri telah beristirahat berbeda dengan el yang belum terbiasa dengan lingkungan nya,
di lain tempat ada pemuda sedang memandangi cahaya bulan serta berdoa kepada rabb-Nya karna suasa hati nya saat ini
"ya rabb jika dia yang di takdir kan untuk ku dekat kan lah, dan jika bukan tolong beri kemudahan hati hamba untuk mengikhlaskan nya" doa seseorang
" sekarang aku tau ikhlas itu sangat sulit, aku tau rasa dia kehilangan orang tuanya, bahkan mungkin lebih dari ini karna dia yang mengalami dan menjalani nya, beri dia kemudahan ya rabb" monolog pria tersebut
pukul 4 pagi para santri sudah bangun dan menyiapkan diri pergi ke mesjid guna melaksanakan shalat subuh begitu pun dengan el yang pertama kali nya bangun sepagi ini,
setelah sholat subuh di lanjut pengajian yang di isi oleh salah satu ustadz pondok yang saat ini di isi oleh ustadz rahman salah satu ustadz muda keluaran terbaik di maroco
ceramah yang di sampaikan ustadz rahman sangat menyayat hati el, tema nya kewajiban seorang ayah, hingga sesi pertanyaan el mengacungkan tangan nya untuk bertanya
"maaf ustadz, el mau bertanya" tanya el
"iya silahkan" jawab ustadz rahman
"el baru kemarin-kemarin memakai hijab, bahkan el sangat tidak menerima kepergian papi mami el, terus el juga banyak melakukan dosa, el jarang solat apalagi baca quran setelah mami dan papi el ga ada, el banyak buat masalah di sekolah el dulu demi mendapatkan perhatian abang el,el tau sekarang kalo itu semua dapat memasukan orang tua el ke neraka,yang el tanyakan apa Alloh akan terus menyiksa papi dan mami atas kelakuan el selama ini? Apa Alloh akan marah atas semua yang el lakukan? Apa Alloh bakal denger doa el saat ini? el cuma mohon sama Alloh supaya menempatkan papi dan mami di surga nya, gimana ustadz? " tanya el panjang kali lebar
pertanyaan el membuat hening seisi masjid ada yang tersentuh, terharu, ustadz rahman melirik abi sebentar setelah di jawab dengan anggukan kepala
"Alhamdulillah " ucap ustadz rahman mengejutkan semua orang
"ko Alhamdulillah ustadz? " tanya lagi el
"Alhamdulillah kamu telah menyadari nya sedari awal, meskipun telah lama orang tua mu meninggal semoga mereka di tempat kan dengan orang orang shalih. " kata ustadz
"kamu masih mau membanggakan orang tuamu? tanya ustadz
"iya ustadz" cicit el menunduk
"tidak ada kata terlambat dalam bertaubat selama kamu mau berusaha dan selama nyawa mu belum sampe tenggorokan, Alloh maha pemaaf bagi setiap orang yang mau tobat, pembunuh pun Alloh maafkan selama dia bena benar bertobat, banyak lah memohon ampun sama Alloh, banyaklah berdoa buat orang tuamu, niscaya akan mengantarkan mereka ke syurga nya Alloh, karna doa anak yang shaleh pahala nya tidak akan terputus.
"sekarang ustadz tanya, apa kamu masih tidak menerima kepergian orang tua mu? " tanya ustadz
__ADS_1
" insya alloh sudah ustadz, meski el sangat sedih saat el sadar dari koma el tak dapat melihat wajah orang tua el, " lirih el
" ikhlas kan, wajar jika kamu bersedih, tapi berlarut dalam kesedihan itu salah sangat tidak di anjurkan, karna setiap orang bernyawa pasti mengalami kematian, setelah ini kamu harus semangat belajar agama, banyak ustadzah yang akan membimbing mu, banggakan orang tua mu dengan menjadikan kamu anak yang shalihah, bisa di mengerti? " tanya ustadz.
" bisa ustadz" jawab el
setelah jawaban el pengajian pun di akhiri dan para santri di lanjutkan dengan kesibukan mereka menyiapkan diri ke sekolah
.
sementara di kamar el dan teman teman nya telah membantu el bersiap-siap, menjawab semua pertanyaan el seputar kegiatan di pesantren dan apa saja yang harus di persiapkannya
"suah beres semuanya, ayo berangkat" ajak raya mengecek buku el
" makasih ya semuanya telah bantu el" kata el
" kita itu teman, sudah seharusnya membantu el, lagian kamu santriwati baru pasti banyak yang gak tahu dan wajib kami ngasih tau" terang intan
mereka berjalan beriringan menuju kelas, hingga suara bariton mengejutkan mereka di belakang
".Assalamualaikum "
"Waalaikum salam" jawab serempak
"elysha ini ada titipan dari abang kamu, katanya dia lupa ngasih ini" kata ustadz faqih menyerahkan paper bag kecil
"ouh iya ustadz makasih ustadz" jawab el dengan senyumannya menerima paper bag nya
"kalian mau ke kelas, semangat buat kalian belajar nya" kata ustadz faqih mengalihkan tatapan nya dari senyuman el yang mampu mengkacaukan hatinya
"kami duluan ustadz" izin el
"ya silahkan" jawab ustadz faqih
"Assalamualaikum " pamit el dan teman temannya
"waalaikum salam" jawab ustadz faqih
mereka memasuki kelasnya meninggal kan Ustad faqih
istirahat pertama el dan teman temannya sudah ada di kantin, dengan el sedang memakan batagor dengan lahap
" el jangan cepet cepet makan nya" tegur fitri
"abisnya enak banget ini, " jawab el.
mereka hanya menggelengkan kepala akan tingkah el
"aneh tau disini tuh" kata el sambil melap mulut yang telah selesai makan
"aneh kenapa?" tanya raua
" aneh aja, makanan di sini itu enak, banyak murah lagi, kalo di sekolah el dulu paati mahal ini" kata el
__ADS_1
"emang segitu di sini kebanyakan pedagang hanya mematok 5000/porsi, emang kalo di kota berapa el satu porsi nya?" tanya intan
" bisa sampe 20/30ribu nih batagor" kata el mengejutkan mereka
"hah" kaget mereka berteriak
"gak usah teriak malu di liatin tuh" kata el
"maaf maaf" kata mereka sambil menelungkupkan tangan di dada
"kaget el, kalo aku auto langsung bangkrut kalo jajan batagor aja 20ribu satu porsi" jelas intan
"ya maknnya jangan makan terus" cibir raya
"gak makan gak hidup dong ray" bela intan
"gak gitu konsepnya juminten" elak fitri
"Assalamualaikum" sapa umi khadijah mengejutkan mereka
"waalaikumsalam umi" balas mereka sambil salim
"ouh ya el gimana betah? " tanya umi
" belum sih umi, tapi doakan aja umi semoga el betah di sini, sekarang el rasa el gak lagi kesepian setelah berteman sama mereka. " jawab el menunjuk teman temannya
"Alhamdulillah, semoga cepat betah el" sambil mengelus kepala el dengan sayang
"iya umi" jawab el dengan senyum nya
"kalo ada apa-apa kamu bisa bicara sama umi, abi atau ustadz faqih, keluargamu sangat mengkhawatirkan kamu terutama abang kamu, " kata umi
"iya umi makasih atas semuanya" kata el
"ya udah umi tinggal lagi, umi mau bantu masak bi ijah masak buat nanti siang," pamit umi
"iya mi" jawab el
"Assalamualaikum " pamit umi
"Waalaikum salam" jawab serempak
setelah kepergian umi tiba-tiba raya memeluk el dengan erat, di ikuti dengan yang lain memeluk el
"kenapa? " tanya el melerai pelukan mereka
"aku gak bisa bayangin jika aku ada di posisi kamu, kamu kuat banget el" balas raya terharu
"kalo ada apa apa kamu juga bisa ko curhat sama kita kita, jangan pendem sendiri" tambah intan
"sesungguhnya Alloh memberikan ujian kepada orang yang sanggup menerimanya, dan Alloh kasih ujian untukmu berarti dia sangat percaya sama kamu el, kamu kuat" tambah fikri
"makasih semuanya" peluk el bersama ketiga temannya
__ADS_1
" kita sahabat? " kata intan di jawab anggukan kepala serempak
"sahabat" kata mereka serempak