Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 11


__ADS_3

Alesya kini sedang di rumah arland atas kemauan el yang mau tidur jika di peluk alesya


flasback on


malam hari setelah kepulangan el dari rumah sakit, arland menemani el yang selalu mengigau mami nya, bahkan siang hari nya selalu murung, dokter menyatakan traumanya kembali saat melihat kecelakaan mobil,


"el sayang, ini abang tidur yang tenang ya dek" pinta arland


"abang.. el pengen kak ale, el pengen di peluk kak ale" pinta el dengan tangisnya


"iya besok ya sayang, sekarang kan sudah malam" bujuk bang arland


"mau sekarang bang hiks" pinta el


"sebentar abang telpon dulu"


"halo" jawab seberang telpon


"halo alesya, saya ganggu kamu gak?" tanya arland


"tidak, emang kenapa pak? "*tanya alesya


"saya bisa minta tolong? ini elysha ngigau terus dan gak mau tidur jika tak di peluk kamu. " terang arland


"ya udah, saya kesana sekarang pak. " jawab alesya


"alesya, biar saya yang minta ijin sama paman jo, juga kamu nanti di jemput aja sama sopir, gak baik seorang gadis keluar malem malem" jawab arland cepat


"ya udah pak, saya tunggu pak" jawab alesya


"makasih sebelum nya alesya, malam" kata arland


"malam pak" jawab alesya


flasback of*


"pagi el, sini sarapan dulu, kakak bikinin kamu sarapan" kata alesya


"makasih kak" sambil duduk

__ADS_1


"abang mana kak? " tanya elysha


"masih kamar mungkin" jawab alesya sambil mengoles roti


"pagi" sapa bang arland


"pagi bang" jawab el


"pagi pak" jawab alesya


"roti saya mana? " kata arland


"hah" kaget alesya


"tolong bikinin roti buat saya" jawab arland


"ba-baik pak" gugup alesya


"el nanti keluarga pondok mau jenguk kamu, kamu sudah siap kan belajar lagi, sebentar lagi ujian kenaikan kelas" tanya arland


"insyaalloh bang, el sudah sembuh, tapi el pengen di anterin ka ale ya? " sambil memandang abang nya


"kak ale mau kan anterin aku ke pondok? " pinta el


"iya el" jawab alesya sambil tersenyum


"ya udah kakak berangkat dulu, kamu diem aja di rumah di temeni kak alesya, jangan bandel, "ingat bang arland


"iya bang" jawab el


"alesya ayo"kata bang sambil berdiri


"kemana pak? " tanya alesya


"anterin saya ke depan" kata arland


"maksudnya? " jawab alesya bingung


"ck, ayo" sambil menarik tangan alesya lembut

__ADS_1


"tolong benerin dasi saya? " kata arland menghadap alesya


"gimana pak? " bingung alesya


"benerin dasi saya" ulang arland


"iy-iya pak" gugup alesya yang langsung membenarkan dasi arland sedangkan sang pemilik hanya memandangi wajah cantik nya


"sudah pak" gugup alesya karena dari tadi di pandangi terus arland


"iya, salim dulu nih" kata arland sambil menyodorkan tangan nya


"hah" lagi lagi alesya di buat bingung dengan tingkahnya


"sini" sambil merebut tangan alesya untuk salim


"jaga diri kamu baik baik, sama tolong jaga elysha dengan baik" pinta arland


"siap pak" jawab alesya


"saya pamit" sambil mencium kening alesya dengan lembut membuat alesya terdiam kaku


"hati hati" lirih alesya setelah sadar akan keterkejutannya dan melihat punggung arland menjauh


"kok gue merasa jadi kaya istrinya" monolog alesya tersipu


"kalo arland manis terus kaya gini, gak bakalan kuat gue" monolog alesya sambil terus tersenyum


di lain tempat, tepatnya di belakang pondok, tempat el dan teman temannya menghabis kan waktu


"el sakit apa sih, ko belum masuk jua? " tanya intan


"gak tau" jawab lemes fitri


"katanya abi sama umi mau jenguk el, apa kita minta ikut aja sama mereka? " tanya raya


"janganlah malu tau, kita doakan saja, semoga el cepet sembuh dan cepat kembali," jawab fitri


" semoga saja"

__ADS_1


__ADS_2