Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 15


__ADS_3

"Assalamualaikum " salam el


"Waalaikum salam" jawab serempak


"apaan tuh el" tanya raya


"belum tau" jawab el


"dari siapa?" tanya fitri


"ustadz faqih" jawab el polos


"hah" kaget raya sama fitri


"kenapa? " tanya el


"itu beneran dari ustadz faqih? " tanya raya


"iya, itu si intan kebo banget, berisik begini masih aja tidur" kata el


"bentar el, serius dari ustadz faqih? " tanya raya kepo


"iya ikh, emang kenapa? " tanya el


"ngasih apa? buka donk? " kepo raya


"iya, aku juga penasarn ustadz faqih ngasih apa sama kamu? " tambah fitri membuat el langsung membuka paper bag nya


"waw" seru raya heboh


"indah banget" seru fitri


"iya cantik, anggun" tambah el


"coba pake el" titah raya


"belum mandi akh, nanti bau sayang bajunya" jawab el dengan masih menelisik baju pemberian ustadz faqih


"ustadz faqih gak adil, masa cuma el doang yang di kasih" kata raya cemberut


"itu karna hanya el yang dia suka" celetuk fitri


"hah" kaget el sama raya


"gak usah bego deh, buat apa ustadz faqih ngasih baju seindah ini kalo bukan dia suka? lagian ya selama ini pernah gak ustadz faqih ngasih apa ke sama orang lain, enggak kan, malah nih ya, ada santri pinjem buku aja gak di bolehin" jelas fitri


"beruntung kamu el, di sukai ustadz faqih, ustadz muda, ganten apalagi nih putra tunggal pak kyai" kata raya membuat el malu


"eng-gak kali, mungkin ini apa ke, kata nya kan ini hadiah karna aku malem lolos juz 30" kata el memerah


"tuh, kakak kelas juga yang sudah 30 juz belum denger di kasih apa-apa sama ustadz faqih, nah kamu baru juz 30 aja sudah seindah ini hadiahnya, apalagi kalau sudah 30 juz" kata fitri


"mungkin kalau sudah 30 juz langsung di nikahi" kata raya terkekeh membuat el semakin merona


"cie" ledek fitri sama raya


"apaan sih, lagian ya mana mungkin ustadz faqih suka sama aku, aku kan gak pinter nih dalam agama, terus ya gak bisa masak, gak bisa beres-beres rumah, ceroboh, malas, kadang boros, apa nya yang harus di suka coba" kata el jujur


"ada satu yang bikin ustadz faqih suka sama kamu" jawab raya


"apa? " tanya el


"buat onar hahahaha" tawa raya membuat fitri dan el jengkel


"kalian ganggu banget sih" kata intan dengan suara serak nya


"udah mau sore, gak baik tidur" nasehat fitri


"nanggung, tadi lagi ketemu pangeran" kata intan dengan senyum nya


"mulai gila nih anak" kata raya

__ADS_1


"ganteng banget tau ray, kaya ustadz faqih" kata intan tersenyum


"kok ustadz faqih sih? " sewot el membuat teman temannya langsung melirik nya


"cie, cemburu nih" ledek raya


"apa sih" elak el


"ada yang lagi cemburu ray" ledek fitri


"kalian tuh kenapa sih? siapa yang cemburu? cemburu kenapa juga? " bingung intan yang masih mengumpulkan nyawanya


"gak usah kepo" sewot el menlenggang pergi


"el, siapkan hati mu jiga ketemu ustadz faqih" teriak raya membuat raya dan fitri tertawa tergelak


"kalian kenapa sih? " tanya intan


"nanti kita ceritain, yuk keluar dulu cari el" kata fitri


"ayo" kata raya, sedangkan intan yang belum mengerti hanya mengokuti nya


"pah, aku tak bisa melakukannya" kata romi


"kamu mau papamu di penjara seumur hiduo" marah tuan federik


"lalu aku harus apa? " tanya romi


"dengerin papa, sini? " titah tuan federik


" eh anter dulu sebentar deh ke uks" pinta el


"kenapa ke uks? " tanya fitri


"badan ku agak gak enak badan, mau minta obat biar nanti pagi udah mendingan


"ayo" kata mereka


"jangan gitu dong" kata el, emang el orang nya sangat penakut


"itu apa?" kata raya


"ayo lari" kata el penakut,


"hosh hosh hosh"


"kenapa lari sih?" tanya fitri


"aku takut fit" kata el


"cepat el cari obat nya, bawa nya agak banyak sekalian" titah raya


"udah nih ayo ke kamar" ajak el


karena tergesa-gesa el tak sadar ujung kedurung panjang bagian belakang nya tertutup pintu,


"eh bentar" kata el


"kenapa? " tanya intan


" kaya ada yang narik kerudung aku" kata el


"yang bener kamu, jangan nakutin kata intan


"beneran, ini udah di coba, tapi tetep kaya ada yang narik" kata el takut


"kita tengok aja yuk, bareng bareng " kata fitri


"ayo, di itung ya " kata raya.


1

__ADS_1


2


3


aaaaaaaaaaaa teriak mereka langsung lari, membuat ustadz faqih yang lagi di seberang langsung berlari menuju ke arah el


"eh tungguin, jangan di tinggalin nih, woy elah" takut el


"hantu plis lepasin gue ya"


" ya elah, hantu biarin gue pergi ya, gue emang cantik tapi sory gue gak tertarik sama lo hantu," dumel el


"ye elah masih belum di lepasin, gue doain biar ke lo ke bakar tau rasa lo" masih dumel el membuat ustadz faqih yang sudah di belakang nya terkekeh


"el ngapain kamu? " tanya ustadz faqih


"eh ustadz, ustadz tolongin el, ada hantu yang suka sama el, dari tadi el gak di lepasin, tolong dong ustadz el sudah takut banget, el takut liat muka jeleknya si hantu" pinta el membuat ustadz faqih geleng geleng


"nih liat ke belakang" pinta ustadz faqih


"gak mau ustadz, el sangat takut, nanti tuh hantu makin ke semsem sama el kalo el kasih tau muka el" jawab ngawur el


"udah liat aja, ga ada hantu" kata ustadz faqih


"eh, ko hantunya ganteng" kaget el


"eh" kata el langsung menutup mulutnya dengan tangan, membuat ustadz faqih menaikan alisnya sebelah


"mana kuncinya? " tanya ustadz faqih


"ini ustadz" kata el


"kamu ngapain sih malem malem ke uks? " tanya ustadz faqih


"nyari obat ustadz" kata el


ceklek


"Alhamdulillah, bukan ulah si hantu" kata el


"iya bukan, kamu nya ceroboh, kalau mau ngunci pastiin tu kerudung jangan ikut di kunci di pintu" kata ustadz faqih di bales cengengesan el


"yah sobek ustadz" kata el cemberut, membuat ustadz faqih gemas


" nanti saya belikan yang baru" kata ustadz faqih


"eh jangan ustadz, gak papa ko" kata el


"hemm, ouh kamu sakit el?" tanya ustadz faqih


"enggak ustadz, cuma gak enak badan, makannya nyari obat, biar besok fit lagi" kata el


" ya udah sana istirahat, biar cepet sembuh kamu" kata ustadz faqih


" hmm.. ustadz" kata el lirih


"kenapa? " tanya ustadz faqih


"boleh minta anterin gak ke kamar, el takut ustadz nanti el traktir deh ustadz, atau ustadz mau apa? asal anterin dulu el ke kamar ya ustadz el sangat takut" pinta el membuat ustadz faqih menyunggingkan senyum


"ya udah ayo, nanti ustadz tagih ya janji kamu ngabulin apa yang ustadz mau?" kata ustadz faqih


" iya ustadz, asalkan anterin dulu el ke kamar" kata el


"gak apalah tekor juga yang penting gak jadi liat muka jelek si hantu" batin el


" kamu duluan el" kata ustadz faqih


"bareng ustadz" kata el dengan mata mengerjap


"iya ayo" kata usttadz faqih

__ADS_1


__ADS_2