
siang hari el masih bergulum dengan selimut nya, kebiasaan sebelum ke pesantren kini ia merasakan lagi, di ruang tamu kakek sangat geram menunggu sang cucu yang tak kunjung bangun
"nek, bangunkan lagi el, cepat ini udah pukul 10, sebentar lagi arland datang, kalo dia tau adiknya masih tidur bisa habis el di marahi arland" kata kakek
"kek dari tadi nenek sudah bolak balik, pintu el di kunci jadi gak bisa denger teriakan nenek yang lemah ini" kata nenek
"itu anak" geram kakek sambil memijit pelipis nya
"Assalamualaikum " sapa arland dan alesya
"waalaikumsalam" jawab mereka
"el mana kek? " tanya arland
"masih tidur, nenek kamu sudah cape bangunin adik kamu" kata kakek
"astagfirulloh, tuh anak bener bener ya, " kata arland
"cepat bagunin aja deh land, soalnya saya harus balik nih nanti bada dzuhur" kata faqih
"kamu tunggu dulu nya sebentar" kata arland pada alesya yang di anggiji kepala alesya
arland pun membuka pintu dengan kunci cadangannya, karna sudah geram sama adiknya arland langsung memangku adiknya membuat el kaget
"aaaaaaa" teriak el kaget dengan apa yang terjadi
byur
"abanggggg" teriak el
"cepat mandi, semua orang telah nunggu kamu dari tadi" kata arland
"tapi gak langsung maen ceburin el dong" kata el cemberut
"nunggu kamu bangun gak usah secara baik baik, cepat mandi atau abang akan kirim kamu ke ausie hari ini juga" ancam arland
" iya iya, sana keluar" titah el yang langsung di turuti oleh arland
arland pun turun dari kamar el, dengan wajah di tekuk,
" gimana? udah bangun? " kata alesya
"udah, lagi mandi dia" kata arland
"nenek dari tadi bolak balik ketuk kamar el gak bangun bangun" adu nenek
"arland pake kunci cadangan di kamar arland nek, arland langsung ceburin aja ke kamar mandi, kalo di ketuk doang pintunya gak bakalan bangun" kata arland
"udah tunggu aja, masih ada waktu buat bicara serius sama el, kalian sudah sarapan? " tanya kakek mengalihkan pembicaraaan
"sudah kek" jawab alesya
"alesya kamu harus banyak minum vitamin nya, nanti kalo sudah isi terus melahirkan gak usah di kb aja, gak papa banyak anak asal jangan satu kaya nenek, " kata nenek
"kalo alesya gimana mas arland aja nek" kata alesya
__ADS_1
"dulu juga papinya arland pengen banyak anak, tapi gak bisa kandungan mami nya arland,, tapi kami bersyukur juga dengan 2 cucu yang bandel bandel ini" kata nenek
"el yang bandel, arland enggak ya" bela arland
"umi juga pengen banget hamil, tapi gak bisa, kata umi banyak anak banyak rezeki" kata faqih
"lo aja nanti qih, banyakin anak, buat ponakan yang banyak nanti" kata arland terkekeh
"kalo el nya sanggup sih, gak masalah" kata faqih
" sedikasih nya Alloh aja, kalian gak usah dengerin curhatan nenek, emang sih rame banget kalo banyak anak, tapi kita juga harus liat kondisi baik dan buruknya, soal anak kalian serahkan saja sama yang maha mengatur" nasehat kakek
"iya kek, arland juga gak terlalu bebani alesya, kita cuma bisa ikhtiar sama berdoa selebihnya hanya Alloh yang bisa wujudkan keinginan kita" kata arland
tap tap tap suara sendal yang sedang turun dari tangga
"pagi semuanya" kata el
"pagi dari mana, nih udah jam setengah sebelas ya," kata arland sinis
"hehehe" cengir el
" sudah sini duduk, nenek ambilin dulu royi sama susu buat kamu bentar" kata nenek
" emang ada apa ini, kok el di ajak ngobrol serius, biasanya kan el gak usah ikut campur, cukup belajar dan jaga diri baik baik" kata el menirukan ucapan arland dulu
" ada sesuatu yang kamu harus tau, " kata kakek
"suruh makan aja dulu, nih makan dulu roti sama susunya" kata nenek
"makan nya agak cepat el, abang gak bisa lama lama" kata arland sambil meminum susu el seperempat
"di bantuin biar cepat selesai makannya" kata arland
"nih bang makan rotinya" kata el sambil menyodorkan rotinya
"adek yang baek" kata arland langsung mengunyah rotinya
"udah selesai, ayo mau bicara apa" kata el bersemangat
"arland yang jelasin el, " kata kakek
"bentar" kata arland
"kamu tau kan kecelakaan papi sama mami itu di sengaja? " tanya arland
"lalu? " tanya el
"abang sudah temukan orang itu, dan sekarang dia di penjara" kata arland
"bagus dong, tapi siapa bang?" tanya rl
"tuan federik, kamu pasti tau" kata arland
"temennya papi kan, yang el bilang sama abang, gak mau punya papa baru itu dia kan bang, yang kita sering mergokin dia selalu memperhatikan mami?" tanya el beruntun
__ADS_1
"iya, dia federik abelson" kata bang arland
"motif nya karna mami sangat menyayangi papi? " kata el
"tepat sekali, dan sekarang anak nya sama seperti papanya dia terobsesi sama kamu rl" jelas arland
"siapa anak nya bang? " tanya el
"romi abelson, " kata bang arland membuat rl kaget
"romi? "beo el
"iya dia sangat licik el, dan sekarang abang sama kakek minta persetujuan mu" kata arland
"dalam hal apa? " kata el
"kakek merasa tidak bisa menjaga penuh dirimu el, liat kondisi nenek, dan abang, sekarang harus bisa menjaga alesya sama keluarganya, dan untuk kamu abang percayakan sama faqih, dia temen abang el" jelas arland melirik faqih
"ustadz faqih? " kata el kaget
"iya, kakek minta ustadz faqih buat nikahin kamu segera nak, dan kamu tinggal lah di pondok jangan ke luar dulu sebelum kondisinya stabil" kata kakek
"nikah? kaget el "tapi el kan masih sekolah? " kata el
"ekhem, el masih ingat gak waktu kamu bilang sama ustadz, apapun yang ustadz mau el bakal turutin" tanya ustadz faqih yang sedari tadi menyimak
"tapi ustadz, el gak mau membawa ustadz dalam masalah keluarga el, apalagi sampai terikat dengan el, dan ini bisa membahayakan ustadz bahkan pondok pesantren" kata el
" el, sebelum nya faqih pernah kesini bersama pak kyai dan umi, beliau meminta kamu, tapi abang menyerahkan semua keputusan itu pada mu, dia mau nikah sama kamu bukan karna masalah ini el, tapi dari dulu, pas kamu masuk pondok" jelas bang arland
"aku harap kamu gak nolak, dan sebuah janji harus di tepati el, untuk masalah romi, itu jadi urusan kita, terlebih abi punya teman polisi yang bisa di ajak kerja sama " kata ustadz faqih.
" pernikahan kalian akan di laksanakan setelah ujian kenaikan kelas mu el" final kakek
"terus sekolah el gimana? " tanya el
"kamu lupa, pondok itu punya abinya faqih? " kata bang arland
"ouh iya, terus santri santri disana gimana? " tanya el lagi
"di dalam agama tidak ada larangan menikah usia dini el, nabi muhammad saja menikahi siti aisyah saat berumur 7tahun el, " kata faqih
"tapi el mau di rahasiakan dulu gimana? " kata el
"ya udah itu bisa di atur" kata ustadz faqih
"tapi maaf el, aku belum bisa mewujudkan keinginanmu yang ingin nikah lebih mewah dari abang kamu kemarin" lanjut faqih mrmbuat kaget semua orang
"tapi aku akan berusaha, setelah kami sudah menangkap romi dan menghukum seadil adilnya, kita akan melaksanakan resefsi yang kamu inginkan" lanjut lagi faqih
"eh, it itu kemarin itu becanda ustadz" cicit el
"aku tau el, setiap wanita pasti ingin pernikahan itu terkesan, dan akan aku usahakan untuk mewujudkannya" kata ustadz faqih tersenyum
"jadi kamu setuju kan el atas keputusan kakek dan abang kamu?" kata kakek
__ADS_1
"iya kek, el setuju" kata el
"Alhamdulillah" sorak semua orang atas jawaban el, terlebih faqih yang sudah tak bisa menahan rasa di hatinya