
di pondok elysha di hujani pertanyaan oleh temannya, membuat nya pusing dan meyembunyikan diri di perpus
"akh selamat, udah berasa kaya artis aja, wawancarainya gak kelar kelar" lirih el sambil duduk di kursi
"hosh cape" kata el sambil mengipasi wajahnya dengan buku yang tergeletak di meja, tanpa tau ada orang yang memperhatikannya di sampingnya
"ehkhem" deheman seseorang
"astagrirulloh" spontan el
"ehh ustadz, ngapain ustadz di sini? " kata el dengan pertanyaan bodohnya
"ini tempat apa? " tanya nya
"hehe.. lupa ustadz" cengir el
"gimana udah sembuh? " tanyanya membuat el mengerjap beberapa kali
"alhamdulillah ustadz" jawab el dengan senyum nya
"jangan sakit lagi, saya lebih sakit liatnya" balasnya dengn senyum tulusnya
"hah" cengo el
"maksudnya ustadz" tanya el
"saya duluan" berdiri meninggalkan el dengan kebingungannya
"maksudnya apa sih? " monolog nya bingung
sore hari hujan melanda pondok, kebanyakan santi di dalam kabar nya melainkan el justru malah asik bermain air hujan di teras dekat lapang
"minta air lagi dong" kata el
"mau ngapain?" tanya raya
"main seluncuran" kata el
"liat nih ya, begini caranya" sambil bersiqp seluncur dengan sepatu nya
"wih keren el, ikutan akh" kata intan sambil bersiap siap
"aku gak bisa" kata fitri "takut" cicitnya
"ya udah liatin aja" kata el sambil berseluncul bolak balik
"airnya lagi dong, kurang licin nih" pinta el
"awas hati hati el nanti jatuh" peringat fitri
"iya" bales el karena terlalu semangat membuat el hilang fokus dan menabrak seseorang di depan
bruk
__ADS_1
"awshh"" ringis el
"elysha.. " geram wanita muda itu
"eh ustadzah, maaf ustadzah?" kata rl
"kamu tau kesalahanmu? tanya ustadzah
"iya ustadzah" cicit el
"kamu harus di hukum" kata ustadzah membuat el dan temen temen nya kaget
"mati gue" batin el
"ustadzah liat ada hiu terbang? " kata el mengelabui ustadzah
"mana? " balas ustadzah
"kaboooor" teriak el kepada teman-temannya dengan jurus lari cepatnya, dengan nurut nya teman teman nya mengikutinya
"elysha... " teriak ustadzah merasa terbodohi
"kenapa aku bisa di bodohi el sih? " lirihnya "biarkan saja lah nanti tak kasih hukuman" monolog ustadzah
sedangkan seseorang yang memperhatikan el di jendela lantai atas haya terkekeh
hosh hosh hosh
"iya cape" kata el
" kita ngain lari sih? " tanya raya
"biar gak di hukum sama ustadzah rukqya" jawab el dengan masih mengatur nafas
"aish el, ini sih malah nambah masalah" jawab fitri
"maksudnya? " kata el
"nanti ustadzah rukqya pasti cari kita, buat menghukum kita" kata fitri
"gimana dong? " tanya el
"ya gimana lagi, kalau di hukum yw kita lakukan saja" kata raya
"kalian kan jadi kena imbasnya, gara-gara aku" kata el
"gak papalah, tapi tadi seru banget" seru intan
"iya, sekali kali kita di hukum, itung-itung refresing" kata raya
"hukuman kamu anggap refresing, dasar aneh" bales fitri
"ya sekali kali lah fit, biar kita punya kenangan cerita indah buat nanti kita sudah berpisah" kata raya
__ADS_1
"iya fit, seru juga, asal jangan keseringan sama jangan lupa belajar yang bener" kata intan
"gimana lagi, kita jalani saja kalau di hukum" kata fitri
"makasih ya, kalian gak papa kan kena hukum gara gara aku? " tanya el
"gak el, biar kita bisa barengan terus " kata raya
"ishhh makasih" kata el "peluk sini" kata el merentangkan tangan nya
"ohmmm so sweet sekali" kata intan menimpali dengan mereka ber empat berpelukan
malam hari nya sesuai pikiran fitri, pasti mereka akan kena hukum jika bertemu dengan ustadzah rukqya,
"kalian pasti tau kan kenapa ustadzah oanggil" tanya ustadzah
"iya ustadzah" jawab el lirih
"bagus hukuman kalian hafalkan juz 10, dan setorkan besok malam" tegas ustadzah
"ustadzah el gimana? " tanya el
"karna kamu beberapa bulan di sini dan kamu tadi bohongin ustadzah, kamu dapat hukuman spesial dari ustadzah" kata ustadzah dengan senyum nya
"hah" kaget el "apa ustadzah" tanya nya
"kamu harus bisa menghafal juz 30 dan 29" kata ustadzah
"hah"
"juz 30 aja ya ustadzah" pinta el
"LA, jika tidak bisa ustadzah tambah lagi hukumannya" kata ustadzah
"jahat banget sih ustadzah sama el" kata el mendramatrisir
"justru ustadzah sayang sama kamu, sebentar lagi ujian, kamu hampir semester di disini tapi juz 30 aja belum hafal" kata ustadzah
"ustadzah pengen nangis" kata el meluruh ke lantai
"nangis aja, tak mempan sama ustadzah" tegas ustadzah
"huwaaaaa" tangis el
"udah, lebih baik menghafal dari sekarang, ustadzah duluan, Assalamualaikum " pamit ustadzah
"waalaikum salam" jawabnya serempak
"sabar el" kata raya sambil terkekeh
"udah, ayo kita ke kamar, udah sepi nih" kata intan
"iya, ayo" jawab intan
__ADS_1