Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 35


__ADS_3

di dalam kamar el terasa sangat kesal, terlebih saat ini dia sedang mengandung, mungkin karna hormon kehamilannya emosinya yang selalu dia bisa tahan kini seakan akan dtak bisa lagi menahannya


el sedang berada di balkon mencoba menenangkan hatinya, tatapan el memancarkan kekesalan yang amat besar, tangan nya meremas gelas berisi jus jeruk kesukaannya.


faqih datang hanya bisa melihat dari belakang, dia tau saat ini el sedang di liputi amarah


"lihat lah pi mi, anak yang selalu kalian jaga dengan sepenuh hati di hinakan dengan nama wanita malam" lirih el tapi masih di dengar faqih di belakang nya


"gimana kek?, apa kakek akan menghukum orang yang sudah nyakitin hati el kali ini? " lanjut nya


tangan kanan nya meremas gelas lebih kuat hingga pecah


faqih tidak bisa lagi membiarkan el sendiri, dia langsung membersihkan tangan el yang masih tertancap pecahan beling yang el genggam


"astagfirulloh sayang, sadar sayang" kata faqih memeluk nya


tak bisa menahan lagi, el terisak di pelukan faqih


hiks.. hiks.. hiks..


"menangis lah sayang, keluarkan kekesalan kamu, keluarkan semua nya" kata faqih dengan terus memeluk nya erat


tangan kiri el memukul punggung faqih dengan lemah, baru kali ini el menangis di dekapan faqih, baru kali ini el tak bisa menahan emosinya


setelah di rasa el mulai tenang faqih melerai pelukannya di apit nya pipi el biar bisa memandangnya


"meski papi dan mami mu gak ada, masih ada mas, mas juga kesal bahkan sangat kesal mendengar kamu di hinakan , maafin mas sayang" kata faqih dengan suara bergetar menahan tangisnya, bahkan matanya sudah memerah


"bahkan mas juga rasanya ingin sekali melampiaskannya pada mereka, tapi kita harus sabar, kita harus bisa menahan emosi kita" kata faqih lanjutnya


"ingat Rasulullah SAW bersabda:


لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ


Artinya: "Jangan kamu marah, maka kamu akan masuk Surga." (HR Ath-Thabrani)"


Rasulullah SAW juga bersabda:


إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ.

__ADS_1


Artinya: "Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam." (HR Ahmad dan Bukhari).


"itulah sebabnya mas selalu diam, mas takut kelepasan jika mas meluapkan amarah mas" jelas mas faqih


"maaf mas" kata el terisak


"kamu gak salah el, kamu harus kuat, demi mas oke? " pinta nya dan el hanya meng ngangguk dengan masih terisak


"ya sudah, mas obatin tangan kamu dulu, takut infeksi kalo di biarin lama lama" kata faqih pergi meninggalkan el


"maafkan aku mas, aku selalu berpikir negatif sama kamu saat kamu diam tadi, padahal kamu juga sama menahan emosi kamu," lirih el saat punggung faqih sudah tak terlihat


el tersenyum saat melihat faqih menghampirinya dengan membawa air di baskom juga p3k


"tahan ya, kalo perih" kata faqih


"awsssh ... mas perih" rengek el saat faqih membersihkan tangan el


"tahan sayang sebentar" kata faqih menenangkan el


el terus menatap faqih yang tengah serius mengobatinya


bukannya dia tak suka di liatin oleh sang istri tapi faqih juga salting di perhatikan terus


meski lama sudah menikah, tapi el dan faqih selalu punya cara sendiri buat rumah tangga nya terlihat harmonis, mengalah saat salah satu pasangan marah, bukan ikutan marah itulah prinsip mereka,


"mas makasih ya sudah menjadi terang dalam delap ku" kata el berhasil membuat faqih tersenyum


"maksudnya? " tanya faqih


"makasih mas selalu ada saat el merasa sedih, marah, kesal dan yang paling penting makasih mas selalu dengan sabar membimbing el dengan penuh kasih sayang" kata el tersenyum lebar


el berhasil membuat faqih merasa terbang, hingga faqih memalingkan wajah nya, menyembunyikan rona di wajahnya,


"seperti ini rasanya di gombalin wanita pujaan, ya Alloh ..." batin fatih tersenyum


"sudah kewajiban mas sayang membimbing kamu, jika kamu dalam jalan salah mas harus membimbing kamu dalam kebenaran mas harus sabar meski kamu susah untuk berubah, tak lupa mas harus selalu berdoa buat kamu, karna sesungguhnya yang dapat melunakan hati kamu, merubah mu hanya Alloh, mas hanya perantara nya sayang" jelas faqih


"ouh ya mas, tadi tuh el punya hadiah buat mas, dan maaf tadi el lama ke luar rumah nya? " kata el baru teringat akan kado yang dia buat

__ADS_1


"hadiah? emang kamu tadi habis dari mana? " tanya faqih


"mas liat dulu ayo" kata el mengajak faqih ke dalam kamar


"ouh iya mas juga lupa tadinya mas mau introgasi kamu, kenapa mas pulang kamu gak ada? gak ijin lagi sama mas?" kata faqih cemberut


"maaf mas, nanti el jelasin setelah mas liat ini dulu" kata el menyerahkan kadonya dengan tersenyum


"mas buka ya" kata faqih meminta ijin pada el yang di jawab anggukan oleh el dengan terus tersenyum


faqih mematung setelah melihat banyak nya tespek di sana, dia gak ngerti maksudnya hanya mengangkatalisnya sebelah seolah bertanya "ini apa?"


"aku hamil mas" kata el


deg


tiga kata yang keluar dari mulut el terasa membuncahkan rasa bahagia di dada faqih, kejutan apa lagi ini, setelah di gombali istrinya sekarang di kasih hadiah yang selama ini di harapkannya


tangan nya terulur menyentuh perut el yang masih rata dengan tangan yang bergetar, air mata menetes tanpa permisi, bukan kesedihan yang faqih rasa saat ini melainkan kebahagiaan yang tiada tara


"ka-kamu ha-hamil? " tanya faqih gugup


"iya mas, mas gak senang? " kata el karna melihat respon faqih seperti itu


faqih tak mampu bersuara, dia hanya menggeleng kan kepalanya dan turun untuk bersujud syukur atas apa yang telah Alloh karuniai padanya


"mas, mas kenapa? " kata el melihat faqih bersujud dan mendengar isakan dari faqih


"mas sangat bahagia sayang, mas bersyukur pada Alloh telah mendengar doa doa mas, ada anak kita di perut kamu" kata faqih langsung memeluk el


"mungkin ini yang di rasakan imron dan istrinya hana, saat hana di vonis tak bisa mengandung karna sudah manula, tetapi imron dan hana tak pantang menyerah selalu berdoa pada Alloh, dan akhirnya mereka di kasih keturunan, mas juga melakukan yang sama seperti imron, mas selalu berdoa supaya kamu cepat mengandung


saat kamu bilang siap buat mengandung dan saat ini Alloh wujudkan doa mas sayang" jelas faqih bahagia


"maaf mas, baru kali ini el siap mengandung" kata el meneteskan air matanya


"tak apa sayang, " kata faqih


di peluk nya istri tercintanya, tak lupa mencium keningnya terus menerus

__ADS_1


"kita kasih tau umi, umi pasti bahagia" kata faqih yang di angguki oleh el


__ADS_2