
kring.. kring..
suara telpon mengganggu kenyamanan gais cantik dalam tidur nya
"siapa sih ganggu banget" monolog el sambil mencari hp nya dengan mata masih tertutup
"hallo" dengan suara seraknya
" hallo el, baru bangun lo? jadi gak? " jawab di seberang telpon
" iya bas ada apa? " jawab el
ya yang menelpon el bastian sahabatnya
"kan kata lo mau ikut balap, gimqna sih? gue jemput atau lo mau kesini? " jawab basrian
" hah? "
" kan ntar malem bas, " jawab el
" bangun woy, liat jam sono, jam berapa sekarang? " jawab bastian dengan jengkel
"waduh jam 9 malem ini?(melototkan matanya) gue siap-siap dulu bas, lo jemput gue ya? " langsung menutup panggilan nya tanpa menunggu jawaban dari bastian, membuat orang yang di seberang menggerutu akan ulah el.
"si el kebiasaan banget langsung maen tutup aja, " gerutu bastian
"kenapa lagi si el? " jawab ilham sambil matanya masih fokus liarin cewe sexy
"ga usah gitu liatin cewenya" "balas reno dengan mengusap wajah ilham dengan kasar
" apa sih lo? kesal ilham
"tapi si el mau datang kan? tanya rexsa pada bastian
"katanya sih, baru bangun dia, gue jemput dulu deh, pinjem motor lo ham"
" nih ( melemparkan kunci sama bastian)
"jangan lama bas" teriak rexsa
"iya sayang " sambil berlalu menjalankan motor
" sayang, sayang pala lo peyang" gerutu rexsa
setelah sekian lama elysha pun datang bersama bastian
" lama amat si lo, jamuran gue nungguin lo" sewot rexsa
" sorry xa, gue lupa ketiduran tadi" jawab el dengan cengengesan
" gue dateng baru makan dia ( menunjuk el) dia tidur dari sore, tidur atau mati lo el" balas bastian
" hehehe "
" udah ayo di tungguin tuh di arena" balas reno
mengajak teman temannya masuk arena
"wah wah wah elysha guys yang lawan gue " teriak romi
"kenapa? " balas el
" taruhan nya apa sayang? " balas romi
"gak usah panggil sayang sama sahabat gue" balas reno ngegas
" udah ren" tahan ilham dan bastian
__ADS_1
" lo mau apa? " tanya el
"kalo lo menang gue kasih uang 20 juta, tapi kalo lo kalah lo harus jadi pacar gue selama 1 bulan, gimana sayang? balas romi
"apa apan ini" sewot rexsa
"dari pada el jadi pacar lo, mending baku hantam sini lo sama gue" balas reno masih di tahan bastian dan ilham
"ayo aja sih, tapi lo liat temen temen gue banyak disini sedangkan lo cuma berlima, yakin bakalan menang? balas romi
"brengsek lo rom" sewot rexsa
"udah udah" lerai el
" kalo gue menang, uang 20juta dan lo jangan ganggu kita, kalo lo menang gue siap jadi pacar lo, tapi gue gak yakin lo bakal menang" balas el dengan senyum sinis nya
" deal"
"kita liat nanti sayang, persiapkan diri lo jadi pacar gue sayang" balas romi melenggang pergi memasuki mobilnya
"ko lo setuju sih el?" tanya bastian kuwatir
"dia gak bakalan menang bas" balas el
"percaya banget sih lo" balas rexsa
" uday ayo siap-siap" balas reno
saat bendera jatuh di aspal kedua mobil melesat dengan cepat, sorak sorak penonton memenuhi arena
" gue tegang anjir" kata rexsa
" percaya el, pasti menang" balas bastian sambil merangkul rexsa
"gini nih seru banget kalo el yang maen, udah kaya pembalap internasional aja dia, " haru reno
"udah cantik, pinter, bakatnya bukan maen tajit lagi yang paling penting putri bungsu keluarga wijaya" bangga ilham
" lo mah tiap liat cewe pasti bilang cantik" sewot rexsa menoyor kepala ilham
" kambing di bedakan juga dia anggap cantik" balas bastian terkekeh
"udah liat tuh el" lerai reno
sedangkan di tempat lain arland baru mendapatkan laporan mendapati el sedang balapan mobil.
kring kring kring
"halo kek, kenapa? " jawab arland
"kamu udah tau adik kamu land? " jawab kakek
"udah kek" cicit arland
"kamu ngapain aja, sampai adek kamu bisa ikutan balapan? " semprot kakek
"arland masih di kantor kek, arland masih menyelidiki tentang kecelakaan mai sama papi, maaf kek" jawab arland
"huff, terdengar helaan nafas berat di seberang telpon
"jemput adek kamu sekarang" titah kakek tegas
"iya ke, arland jemput dulu elysha kek" jawab aeland
"iya pasti kan dia jera land" jawab kakek
"iya ke, Assalamualaikum " pamit arland
__ADS_1
"waalaikum salam"
di laft terakhir menegangkan buat semuanya, mobil el dan romi sama sama merebut garis finis, hingga akhirnya
HOREEEEE
sorak sorak penonton memenuhi arena,
"gue bilang apa, el pasti menang" jawab bastian
"elyshhha gue sayang loe" teriak ilham sambil berlari mau memeluk el
"apaan sih lo? " balas el menghadang tangan ilham yang mau meluk dirinya
"hehehe khilaf el" memeluk reno
"hmmm" deheman seseorang menghentikan aktifitas mereka
"lo masih sama belum bisa gue kalahkan el" kata romi
"lo juga hebat, makin jago balap nya, hampir aja gue kalah malam ini" balas el
" ini uang nya, tapi gue tetap akan berjuang demi mendapatkan cinta lo el, gue bukan cowo yang mudah menyerah" balas romi
"terserah lo, tapi sorry jika hati gue masih gak terbuka untuk lo" balas el
" gak papa el"
"ya udah gue duluan el, bye" pamit romi
"kita party dong," teriak ilham
"ayo" kata el
mereka pulang dengan hati gembira hingga suara seseorang mengejutkan mereka.
"ELYYYYSHHHAAA"
"deg"
el sangat tau suara siqpa itu, begitu pun teman temannya,
"abang" lirih el
"ngapain kamu malam malam gini masih keluyuran di jalan? " tanya bang arland
hening tidak ada yang berani menjawab
"balapan? "
"kurang uang yang abang kasih?"
"jawab heh" emosi bang arlang
"maaf bang" lirih el
"sekarang kamu pulang, ayo ikut pulang, dan kalian cepat pulang, ini sudah malam..
" bang jangan sakiti el bang, kami yang mengajaknya " kata bastian dengan berani
"iya bang, hukum kami aja bang, jangan el" timpal reno
"ini urusan saya, kalian cepat pulang aja, besok masih sekolah, dan kamu rexsa papa kamu sudah dari tadi nelpon nyari kamu, cepat pulang "
"iya bang" cicit rexsa
"ayo" bang arland menyeret el untuk pulang dan mereka pun membubarkan diri, mereka harap el tidak mendapatkan hukuman dari bang arland.
__ADS_1