
pagi hari yang sangat ramai di kediawan wijaya, semuanya sudah siap menuju rumah alesya untuk mengantarkan calon mempelai laki lakinya untuk melaksanakan akad
"semua sudah siap land" tanya kakek
"tinggal tunggu el kek, tadi subuh dia telat bangun, untung tadi arland bangunin el, kalo enggak mungkin saat ini masih tidur" kata arland
"belum berubah ternyata" kata kakek
"tapi kalo di pondok, el selalu bangun tepat waktu" kata ustadz faqih menimpali
"mungkin karna kangen sama kasurnya, jadi dia telat lagi " kata nenek
"kita tunggu aja, mingkin sebentar lagi turun" kata nenek lagi
tap tap tap
elysha turun dari tangga menggunakan highilenya dengan gamis modern tanpa mengurangi kesan cantik dan ceria di wajah el, semua mata memandang nya takjub, bahkan ustadz faqih terus terusan beristigfar menyadarkan lamunan nya
"ini kamu el? " tanya arland sambil memutar badan el
"kaya mami mu el" celetuk nenek yang sudah berkaca kaca
"iya tadi el ngaca, ini mami bukan" kata el dengan suara serak menahan tangis
"yang sabarnya, suatu hari kita di kumpulkan dalam surganya Alloh, insyaalloh" kata arland memeluk adiknya
"sudah, jangan bersedih dulu, ini hari bahagia kamu land" kata kakek yang langsung di angguki arland dan melerai pelukannya
"ini yang nikah nya siapa yang lamanya siapa? " kata arland mencairkan suasana
"ikh abang" jengkel el
"sudah sudah, ouh ya nak faqih, abi mu mau nyusul ke tempat akad, atau mau kesini? " tanya kakek
"nanti nyusul ke, kalo nunggu takut lama, nanti faqih sharelock ko lokasinya" kata faqih
__ADS_1
"ya udah ayo kita berangkat" kata kakek sambil menggandeng tangan nenek
"ayo gandeng tangan abang, nanti kamu jatuh lagi kalo gak pegangan" kata arland
"abang diem deh bang, el lagi puasa berantem sama abang, ini hari nikah abang, el cosplay dulu jadi cewe alim" jawab el terkekeh membuat arland dan ustadz faqih geleng geleng
"wah bang, bagus banget nih dekorasinya, nanti kalo el nikah pengen lebih bagus lagi ya" heboh el
" el mending kamu diem dulu deh, abang lagi gugup nih" kata arland
"el kamu sama saya aja sini di belakang abang kamu, biar abang kamu sama kakek dan nenek" kata ustadz faqih
"iya, mending gue titip el sama lo qih, biar gak ngoceh terus tuh mulut nya" kata arland
"ih abang jahat" jawab el cemberut melangkah ke samping ustadz faqih
"nanti nikahan kamu pengen seperti apa? " tanya ustadz faqih
"pengen yang meriah lah ustadz, kan pernikahan sekali seumur hidup" jawab el
"se di jemputnya sama jodoh lah ustadz" jawab el
"kalo sesudah lulus kita nikah mau el? " tanya ustadz faqih
"mau, kalo udah ada calon imamnya " jawab el sebelum menyadari ucapannya
"eh bentar, tadi ustadz tanya apa? " kata el sadar
"kalo sesudah kamu lulus sekolah, kita nikah gimana el? " tanya ustadz faqih jelas
"kita? " kata el polos
"iya kita, aku sama kamu" jawav ustadz faqih gemas
"eh, .." kata el kaget atas jawaban ustadz faqih
__ADS_1
"gak usah di pikirin dulu, fokus dulu sekolah, tinggal 1 tahun lagi" kata ustadz faqih
"gak usah malu malu" bisik ustadz faqih membuat el semakin merona
Acara akad berlangsung secara khidmat, arland pun menjemput sang istri di kamarnya
ceklek
suara pintu terbuka setelah arland mengetuk pintunya terlebih dahulu
"hari ini di kirim 2 bidadari sekaligus" batin arland terbengong menatap alesya yang memakai baju pengantin dengan hijab nya, membuat dirinya sangat cantik
"mas" kata alesya mbuyarkan lamunannya
"eh, ini salim dulu" kata arland sambil menyodorkan tangannya dan langsung di sambut oleh alesya, lalu arland pun mencium kening alesya begitu manis
"aku kaget tadi, liat kamu memakai hijab" kata arland
"kenapa? gak bagus ya? " kata alesya
"sangat cantik sayang" kata arland dengan senyumannya
"ayo turun kita sudah di tunggu sama yang lainnya di bawah" kata arland
"ayo mas, sambil mengaitkan tangan nya di lengan arland
"waw, kak alesya cantik sekali" kata el saat mereka turun ke bawah
"kamu yang paling cantik" celetuk ustadz faqih
blush, pipi el terasa terbakar akibat perkataan ustadz faqih
"kita makan aja dulu, nanti kalau tamu nya udah agak reda, baru kita ke pengantin" kata ustadz faqih
"ya udah ayo" kata el menyetujui kata ustadz faqih
__ADS_1