Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 5


__ADS_3

Tak terasa sudah hari minggu dimana hari ini, el akan pergi ke pondok memulai kehidupan baru di sana, memperbaiki diri, menata hatinya yang telah lama kosong saat kepergian orang tuanya


" ikhlaskan sayang, nanti juga pas libur kamu bisa kesini lagi" kata el saat melihat adiknya melihat gedung rumahnya, tempat ia dan abangnya di besarkan dengan penuh cinta oleh kedua orang tuanya


" jangan sampai ada yang berubah bang rumah ini, banyak kenangan indah saat bersama mereka" kata el dengan cepat masuk ke dalam mobil guna menghindari turunnya air mata


setelah lama dalam perjalanan mereka telah sampai di kediaman kakek dan nenek, ya mereka berencara mengantarkan el ke mondok bersama


" cucu nenek datang juga" kata nenek sambil berhambur memeluk el dengan sangat erat.


" Assalamualaikum kek, nek" kata arland di belakang el mengejutkan mereka yang melepas kangen


"waalaikum salam, ayo masuk dulu, kita ngobrol dulu di dalam" kata kakek mengajak mereka masuk kedalam rumah kakek


"kakek harap kalian ziarah dulu ke makam orang tua kalian, di mulai hari ini kalian harus bisa ikhlas menerima kepergian mereka. " jelas kakek memulai pembicaraan


"deg" membuat mata arland dan el bertemu


"tapi arland gak bisa kek, sebelum orang yang mencelaki mami sama papi ketemu kek" bantah arland


" bukan gak bisa land, tapi belum, dan kakek yakin kamu bisa ikhlas land, bukankan kamu tau sedikit nya tentang agama berbeda dengan el land, kamu harus bisa membimbing dia menerima kenyataan pahit ini" nasehat kakek


" iya kek" cicit arland menunduk


"ayo kita ke pemakaman dulu sebelum ke pondok" ajak kakek


tiba di pemakaman keluarga wijaya, terlihat sangat bersih karna nenek selalu datang setiap hari membersihkan makam anak dan menantunya, karna hanya papi albert anak nya satu-satunya yang kini telah tiada bersama menantu tersayangnya.


"deg" kaki arland dan el terasa berat melangkah saat di depan nya makam papi dan mami nya, hanya dua kali dia kesini saat penguburan mami dan papinya, dan saat memberi tau el dimana mami dan papinya beristirahat terakhir kalinya, saat itu arland ikut dalam prosesi pemakaman kedua orang tuanya, dan saat itu el koma selama 4 hari dan nenek nya mengalami syok berat atas berita kecelakaan anak dan menantunya, itu salah satu alasan arland tak membiarkan el tinggal dengan nenek nya, takut merepotkannya


"ikhlas kan lah land" elusan di bahu arland meruntuhkan tangis nya yang selama ini di pendam, memeluk pusara sang papi


"papi maafin arland belum bisa ikhlas pi" tangis arland pecah


sementara el masih mematung, lidahnya terasa kelu, melihat pusara papi dan mami nya


" peluk lah el pusara mami mu, curahkan semua keluh kesah mu" nasehat nenek


"mami.... " berlari ke pusara maminya, menangis sejadi-jadinya


kakek hanya memeluk nenek nya, menguatkan nya akan kewajiban mereka memberi jalan cucu-cunya untuk melepaskan kepergian mereka


"semoga mereka bener-bener bisa ikhlas kek" kata nenek dengan suara seraknya


" insya alloh sayang" kata kakek mempererat pelukan mereka


setelah lama mereka berduka di mprmakaman, mereka memutuskan tuk beristirahat di rumah kakek dan memutuskan esok hari pergi ke pondok nya, kakek dan nenek nya sangat mengerti keadaan hati mereka saat ini,


keesokan paginya di kediaman kakek di hebohkan dengan nenek yang hilir mudik sana sini guna mengecek kembali keperluan el selama di pondok, katakanlah sangat lebay tapi itulah kasih sayang yang di tunjukan nenek nya yang tidak mau kekurangan sedikitpun cucu nya saat d pondok, bahkan dia dengan heboh meminta ustadz ustadzah membimbing cucu nya dengan ikhlas, nenek sangat di kenal di pondok karna sering mengikuti pengajian rutin di pondok juga salah satu donatur di pondok apalagi albert dan arland alumni pondok itu.


"sudah berapa kali kamu cek? belum puas juga? " tanya kakek yang di balas cengiran nenek

__ADS_1


"ini udah semuanya kek" balas nenek dengan senyum nya


Tap tap tap suara langkah kaki di tangga menghentikan aktifitas mereka


""masya alloh, ini cucu nenek? cantik sekali kamu sayang" kata nenek pada el


kali ini el menggunakan pakaian syar'i seperti maminya dulu


" el sudah janji kemarin sama papi mami buat berubah nek, el pengen banggain papi sama mami meski mereka gak bisa liat perubahaan el, tapi el yakin Alloh pasti memberi tahu papi dan mami kalo el sudah berubah mencoba menjadi lebih baik nek." kata el dengan senyuman tulusnya


kakek dan neneknya sampai terharu melihat senyum tulus yang sudah lama tidak terlihat di wajah cantik nya, membuat semua orang terpana apalagi abang nya yang baru keluar dari kamar bawah sampai memeluk erat adik nya itu.


"terimakasih sayang, sudah mau dengerin abang, dan tetaplah tersenyum seperti itu, senyum yang sangat indah seperti mami" kata bang arland


"insya alloh ban, doakan el bang supaya tetap istiqomah" yang hanya di bales anggukan kepala oleh arland


mereka pun pergi menuju pondok dengan berjalan kaki karna hanya 100 meter jarak rumah kakek ke pondok, sepanjang jalan banyak tetangga yag menyapa dan memeuji ketampanan dan kecantikan el, apalagi sekarang mereka banyak tersenyum sehingga memancarkan keindahan wajah mereka


"*masya alloh geulis pisan"


"enya, nu lalaki ge meni kasep nya"


"anak alm pak albeth sanes? "


"muhun jiga na mah, da sareng nek amy sareng pak anton*"


masih banyak perkataan mereka yang mengagumi arland dan elisyha


"bade nganterken incu yeuh nu awewe ka pondok ceu" jawab nek amy


" ouh budak na alm pak albeth?" tanya lagi warga


" muhun ceu" jelas nenek


"ti payun nya ceu, tos rada siang ka pondok na, punten ti payun nya ceu" pamit nenek amy


" muhun mangga" jawab warga


akhirnya mereka telah sampai di depan pintu eumah kyai pengasuh pesantren al manah


"Assalamualaikum "


"Waalaikum salam, pak anton ayo masuk" jawab pak kyai


" ini cucu saya yang mau saya titip di pondok" kata kakek


"ouh ini, semoga betah nak di sini" jawab pak kyai yang hanya di bales senyman oleh el


"Assalamualaikum "


"waalaikum salam" jawab serempak

__ADS_1


"land udah dari tadi? " tanya faqih sambil bersalaman


" baru nyampe ini qih" jawab arland


"kakek, nenek " sapa faqih dan salim takjim nya hingga melihat gadis di sebelah kakek faqih hanya tersenyum menyapanya yang di bales senyum tulus oleh el hingga membuat faqih terpesona pertama kalinya


"hmm" deheman arland mengagetkan faqih


"itu di sebelah kakek adik gue qih, yang gue ceritain ke lo" jelas arland


" ouh iya land" jawab faqih


" faqih panggilin umi sama bantuin ambil minuman nya" titah abi


" iya bi" jawab faqih


mereka mengobrol cukup lama el hanya tersenyum menyimak pemvicaraan mereka, sesekali menimpali pertanyaan yang di tunjukan padanya,


"Assalamualaikum" sapa wanita paruh baya perkiraan umurnya 40 tahunan lebih,


"waalaikum salam" jawab serempak


"aduh punten lami pak, nek" kata umi


"te nanaon" jawab kakek.


"wah ini arland ya, udah lama gak main gak kesini, udah besar aja" kata umi


" iya umi, maaf arland baru sekarang bisa mengunjungi abi dan umi." jawab arland


"iya umi juga tau, kamu lagi sibuk, umi suka nanya sama faqih gimana keadan kamu" kata umi


" terus ini adik nya arland pak? " tanya umi


"iya umi"


"el salim dulu sayang" titah kakek


"elysha umi" kata el memperkenalkan diri sambil salim takjim


"boleh umi peluk nak" pinta umi hanya di bales anggukan kepala el, hingga el merasa ada rasa hangat menjalar di hati nya, membuat el menegang kaku dan sorot matanya berkaca kaca, umi yang merasakan ada yang aneh melepaskan pelukannya


"kenapa nak?" tanya umi membuyarkan lamunan el


"boleh el peluk lagi? " minta el dengan suara serak menahan tangis nya


semua orang merasa terharu saat el memeluk umi dengan begitu erat, bahkan arland sampai meneteskan air mata nya yang langsung cepat di hapus, menegarkan hatinya


karna merasa baju bagian depan nya basah, umi yakin gadis yang memeluknya tengah menangis,


"keluarkan semua tangisan mu nak, umi tau cerita kehidupan mu, keluarkan semua sesak di hatimu, umi siap menampung cerita dan tangisan mu, jangan kamu pendam sendiri. " nasehat umi sambil terus mengelus kepala gadis di pelukannya.

__ADS_1


__ADS_2