Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 33


__ADS_3

beberapa minggu kemudian, el hari ini sedang berduka, nenek nya meninggal karna sakit jantung yang sudah lama di deritanya seperti cinta sejati tak lama kakek menyusul sang istri tercinta


"sekarang kita benar benar berdua bang" kata el saat setelah mereka mengantarkan kakek dan neneknya ke peristirahatan yang terakhir


"gak apa apa lah dek, yang penting kita selalu doakan mereka" jawab arland


"yang sabar, kalian masih punya abi dan umi, kalian sudah di anggap anak umi sama abi" kata faqih menenangkan el, mendepnya memberikan kenyamanan pada el


"iya mas, kamu juga harus sabar, kamu masih ada papa dan mamah, mereka dari dulu akan mengabdi terus pada keluarga kalian" tambah alesya "kamu juga harus kuat mas, demi aku, el dan anak kita,dio" tambahnya


"iya sayang, mas akan sabar, mas harus kuat demi kalian" kata arland


"ouh ya dek, abang sudah mutuskan, biar abang yang ngurus oerusahaan di kota, dan kamu urus sawah sama tambak kakek" kata arland


"maaf land, biar aku yang urus, el harus banyak istirahat, kami sedang program hamil land" jawab faqih


"semoga cepat isi dek" kata alesya menyemangati adik ipar nya


"iya kak, biar dio ada temennya ya kak" jawab el


"dek abang minta tiap idul fitri kita harus berkumpul, mau di abang atau disini, ouh ya rumah kakek ini biar buat kalian" kata arland


"iya bang, tapi maaf bang, el pengen sama umi dulu, nanti kalo kita sudah punya anak baru kita pindah ke sini ya mas" kata el pada faqih


"tadinya mas mau bikin rumah di samping umi, tapi kalo kamu mau disini mas ikut, lagianasih deket ke rumah umi sama pondok" kata faqih


"ya udah kalian istirahat aja" kata arland


di tempat lain aisyah sedang mengurung diri di kamar


"nak sampai kapan kamu mengurung begini? " tanya umi aisyah


"sampai mas faqih mau jadi suami aisyah umi" jawab aisyah


"astagfirulloh aisyah, sadar nak, faqih sudah beristri" kata umi


"pokok nya aisyah maunya mas faqih jadi suami aisyah umi, aisyah gak masalah harus jadi istri ke duanya, " bantah aisyah


"nak masih banyak lelaki yang mau sama kamu , apalagi kamu cantik, wanita sholehah dan kamu hafal quran nak" kata umi

__ADS_1


"justru itu umi, umi gak tau kan istri mas faqih dulu nya susah di atur, suka balapan liar, wanita yang suka keluar malam, dan dia baru bisa baca quran aja baru baru ini umi, "mungkin saja wanita itu menjebak mas faqih supaya menikahinya, coba umi pikir mas faqih menikahi wanita yang masih belia apalagi dulu dia masih sekolah" kata aisyah panjang lebar


"betul juga yang kamu ucapkan, faqih gak mungkin cari istri asal asalan terlebih dia anak seorang kyai, pasti yang dia mau itu wanita solehah seperti kamu apalagi kamu seorang penghafal quran" jawab umi


"tuh kan umi juga bisa sepemikiran sama aisyah, dan umi apa malam kita kesana, ada penolakan dari mas faqih,? tidak ada kan umi, mungkin saja mas faqih mau bilang iya tapi yang jawab abi husein, bahkan umi mas faqih terlihat senang bertemu aisyah sampai istrinya saja tidak di lirik" kata aisyah lagi


"iya kamu benar, jika kamu jadi isri keduanya kemungkinan besar faqih akan lebih sayang sama kamu, bukan wanita bekas berandaran itu ya" kata umi yang di jawab anggukan aisyah saja


"ya udah kamu jangan mengurung diri di kamar terus, nanti umi bicarakan ini sama abi" kata umi meninggalkan aisyah di kamarnya


"ais akan lakukan apapun umi, demi mendapatkan mas faqih, dan sekarang harus cari cara lagi, mana mungkin abi mengijinkan ais jadi istri kedua" gumam aisyah


"ya hanya itu cara satu satunya, abi pasti mengijinkan aisyah, " kata aisyah dengan seringainya


sore hari masih di kediaman mendiang kakek, el mengajak dio bermain keliling kampung, faqih yang menggendong dio menghadap depan, tangan kanan nya memeluk dio dan tangan kirinya menggenggam tangan el


"mas kita beli jajanan pinggir jalan nya? " pinta el


"iya sayang, kamu maunya apa? " tanya faqih


"kaya nya pengen itu deh mas, kaya enak" kata el menunjuk salah satu gerobak yang bertulisan cilor


"ya udah beli semuanya satu porsi gimana? " tanya faqih


"iya mas ayo" kata el


"eh sayang, nanti abang kamu juga pasti mau, beli dua porsi aja setiap gerobak" kata faqih yang di angguki el


el pun membeli semua makanan nya mulai dari cilor, batagor, mendoan, otak otak, baso mercon, ceker pedas, kebab, seafood, es jeruk dan es pelangi


el kini sedang menghidangkan semua jajanan nya di meja keluarga, di bantu faqih dan dio sudah di kasih sama kak alesya


"kamu ya dek, kebiasaan banget suka nheborong" kata arland


"abisnya bingung bang, kalo el jajan nya cuma satu, kasian dong yang lainnya" kata el yang membuat arland geleng geleng


"ya udah makan aja nih, mumpung masih anget" kata faqih


"kakak pengen yang pedes itu el, tapi lagi menyusui dio" kata kak alesya

__ADS_1


"gak boleh sayang, kasian dio, kamu yang gak pedes aja ya dulu, " kata arland


"el lupa kak, kak ale kan lagi gak boleh makan yang pedes" kata el


"gak papa el, kamu makan aja, nih juga mendoan gak pedes boleh lah kaya nya juga enak" kata alesya


"ini kaya gak asing nih makanan" kata arland yang mencicipi cilor nya


"masa lupa land, makanan yang di perempatan dekat pos ronda, kebiasaan kita dulu kan kesana kalau jajan" kata faqih


"pantesan kaya gak asing, masih sama rasanya " kata arland


"el kakak pengen beli lagi batagor nya enak banget " kata kak alesya


"kakak jangan syok ya, itu harganya cuma lima ribu" kata el


"seriusan el? " tanya kak ale


"serius, tanya aja sama mas faqih" kata el


"beneran, murah tapi rasanya gak kalah yang di cafe" kata faqih


"dulu ya, abang pernah makan batagor tapi gak di bayar, lupa abang" kata arland


"ih abang, kalo gak di bayar sama aja mencuri" kata el


"abang lupa el" kata arland nyengir


"udah aku bayar land, pas kamu cerita malam nya kan aku tanya dimana kamu makannya, besok nya aku temui penjualnya bayar yang kamu makan dan bilang minta maaf" kata faqih


"kok gak cerita? " kata arland


"ya tadi nya sih nunggu kamu ada inisiatif gak buat bayar, eh malah pura pira lupa" kata faqih


"bukan pura pura lupa qih, lebih ke malu gue dulu" kata arland


"ya udah sih lah, udah di bayar gak usah malu sekarang kalo mau beli lagi" kata faqih


"iya siap, besok lah kiat beli" kata arland

__ADS_1


__ADS_2