
tak terasa sudah hampir satu bulan elysha berada di pondok pesantren, banyak sekali perubahan el mulai dari kembalinya kecerian yang dulu, lancar baca alqur'an, dan sudah terbiasa dengan keadaan di pondok,
" jajan warung depan pondok yuk? kayanya enak bakso nya" ajak el pada temannya
" gak deh el, tanggal tua nih" jawab intan
"udah kalian aku traktir deh" ajak el lagi
"beneran" semangat intan
" iya ayo" ajak el
mereka pun pergi ke warung bu minah tepat di depan gerbang pondok,
"Assalamualaikum" salam mereka serempak
"waalaikum salam" jawab para ustadz yang sedang nongkrong di warung
ternyata di sana sudah banyak santri yang sedang makan dan juga ada beberapa ustadz,
"kamu pesenin deh, aku gak tau ada apa aja di sini" bisik el pada fitri
" bi pesen bakso na 4 di bingkus aja" kata fitri
"jangan 4, 7 aja fit" kata el berbisi
" buat siapa? " heran raya
"aku" jawab malas el karna sedari tadi banyak santri dan ustadz menatapnya
" kalo gak sanggup ngabisin bagi aku yah? " pinta intan
"pesen lagi aja, jadi 8, sama minum nya juga samain 8" kata el membuat mereka cengo
"pake sambal gak? " teriak bi minah
" yang 1 sambal nya 5 sendok bi" ucap el
" kurang banyak" cibir raya
" gak usah nyinyir ray" kata el
" sakit perut tau rasa" balas raya
"kok doain? " tanya el
" abisnya kamu kalo di omongin aku tuh gak pernah nurut, sekali aja gitu gak usah pedas banget kalo makan" kesal raya
"gak pedas gak enak, seperti kata intan gak makan gak hidup" jawab el terkekeh
"kok jadi aku" balas intan, sedangkan fitri hanya geleng geleng atas perdebatan mereka.
perdebatan mereka di perhatikan oleh para ustadz, sedangkan ustadz faqih mengerti kebiasaan el yang sangat suka pedas, bahkan semua tentang el dia tau dari sahabat nya sekaligus abang elisya .
"jangan lupa minum obat nya setelah makan pedas el" kata ustadz faqih membuat teman-temannya mengarahkan atensi mereka pada ustadz faqih
__ADS_1
"iya ustadz" jawab el sambil tersenyum
ustadz faqih di todong banyak pertanyaan oleh teman teman ustadz nya atas perhatiannya sama el saat el dan teman-temannya sudah pergi
"cieee perhatian" ledek ustadz adam
"emang kenapa? " tanya ustadz faqih
"enggak" kata ustadz adam sambil mengulum senyum
"kalo suka ajak ta'aruf dulu tadz, kasian anti masih sekolah" tambah ustadz danu megulum senyum
"doakan saja tadz" balas ustadz faqih
sedangkan ada satu orang yang menahan rasa cemburu saat ustadz faqih memberi perhatian sama perempuan pujaannya
keesokannya di kelas ustadz faqih mengajar matematika di kelas elysha,
" jangan sampai ada yang terlewatkan" peringat ustadz faqih
"na'am ustadz" jawab serempak
ya kali ini sedang di adakannya ulangan dadakan semua orang telah mengerjakan soal yang rumit dari ustadz faqih, sengaja dia memberi soal yang sulit untuk mengetes mereka karna sebentar lagi ada lomba matematika se provinsi di kota,
semua orang kini lagi uring-uringan dengan kertas yang di hadapannya, kecuali el
" ustadz " tanya el
"kenapa el? " jawab ustadz faqih
"kalo yang sudah selesai bisa keluar? " tanya el
"udah ustadz" balas el
"sudah di periksa kembali" tanya ustaz faqih
"sudah ustadz" jawab el lagi
"ya sudah kalau sudah yakin kumpulkan sini lembar jawaban kamu" perintah ustadz faqih
eliysha meninggalkan kelas setelah pamit kepada teman-temannya, semua siswi di kelas merasa heran pasalnya 10 soalnya sangat sulit bahkan hanya 4 soal yang baru di pelajari di kelasnya, tapi el mampu menjawab semua pertanyaan hanya dalam 20 menit, berbeda dengan ustadz faqih mengulum senyum nya saat melihat jawaban el
"sulit di percaya, gadis yang bermasalah di sekolah nya dulu ternyata sangat pintar, arland pasti belum tau tentang ini, dan jabarannya sangat mudah di mengerti, sungguh gadis yang misterius" batin ustadz faqih
sore hari mereka berkumpul di belakang pesantren, menghafal alquran sambil menikmati pemandangan ada kolam ikan, sebelah kiri ada sawah yang membentang dan kanan nya kebun sayur-sayuran yang khusus santriwati yang menanamnya
"el kamu kok cepet banget sih tadi ngerjain ulangan? " tanya fitri
"gak asal jawab kan? " tanya raya
"enggak lah, itu soal pernah di ajarkan dulu saat di sekolah yang lama, " terang el
"dih ternyata kamu pinter juga yah el, kapan-kapan ajarin kita ya" pinta intan
"iya, kalian juga nanti ajarin aku tentang agam? " pinta el
__ADS_1
"siap" ucap raya dan intan bebarengan
" itulah gunanya sahabat saling melengakapi" tutur fitri membuat mereka berpelukan bersama
"teh elisya, maaf" ucap seseorang di belakang el
"iya kenapa? "tanya el
" teh el di panggil sama umi ke dalem" jawab adik tingkatnya
"ouh makasih ya" jawab el
" aku duluan teh, Assalamualaikum " pamitnya
"Waalaikum salam" jawab serempak
di tempat lain ustadz faqih baru selesai olahraga, keringat nya meluncur banyak di rahangnya yang kokoh
"Assalamualaikum " salam seseorang
"waalaikumsalam" jawab ustadz faqih balik badan
untuk sesaat el terpesona dengan ustadz faqih yang terlihat sangat sexy dengan masih berkeringat di area rahang ny, el langsung mengstabilkan muka nya dan menunduk
"maaf ustadz, ada umi nya? " tanya el dengan masih menunduk dan muka merah merona
ustadz faqih yang melihat rona di wajah el pun mengulum senyum
"ada, masuk aja nanti uminya di panggilkan" kata ustadz faqih sambil melenggang pergi meninggalkan el di ruang tamu
"Assalamualaikum el" sapa umi
" waalaikumsalam umi" balas el sambil salim takjim
"gimana sekarang betah gak nak"tanya umi
"Alhamdulillah umi, betah kalau sekarang umi, temen temen sangat baik, juga ustadz ustadzah nya pun sangat baik sama el" jawab el dengan cengiran nya
"Alhamdulillah kalo begitu" kata umi
"ouh ya umi ada apa umi panggil el? "tanya el
"umi mau ajak el masak bersama umi, mau el? " tanya umi
"tapi el gak bisa masak umi" kata el
" gak papa nak, nanti umi ajarin kamu masak yang enak " jawab umi membuat binar di mata el
"mau ya umi ajak masak bareng? " tanya umi
" mau banget umi" reflek el memeluk umi
"maaf umi tidak sengaja langsung maen peluk aja" sesal el
" ga papa el, umi suka kamu peluk umi seperti tadi kok" tenang umi
__ADS_1
"ya sudah yu kita masak" ajak umi
"ayo umi"jawab el