Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 26


__ADS_3

faqih yang sadar akan dirinya yang masih terpesona dengan senyum el langsung mengalihkan pandangannya


"ada apa el" kata ustadz faqih saat sudah duduk di bangku taman dengan posisi el menghadap ke depan kolam dan faqih menghadap di mana arah ibu nya, mereka duduk saling bertolak belakang


"el minta maaf ustadz" kata el gugup


"soal? " balas ustadz faqih singkat


"perkataan el tadi siang" kata el


"el juga mau jujur sama ustadz" kata el melirik ustadz faqih sekilas


deg


jantung faqih berdetak mengira el akan menolaknya, "aku harus kuat jika el tak punya perasaan padaku" batin ustadz faqih dengan memejamkan matanya


"apa? " tanya ustadz faqih dengan datar


hufft terdengar helaan nafas dari el, "sebelum nya el minta maaf" kata el


deg


"apa el akan menolak ku? " batin ustadz faqih


sembari memejamkan matanya menahan rasa sakit


karna tak merasa ada jawaban, el pun melanjutkan perkataannya "dari pertama el sudah mengagumi ustadz, ya meski dari awal el mengagumi ustadz karna ketampanan ustadz, tapi semakin ke sini el sangat kagum dengan ustadz dari semua yang ustadz miliki, bahkan hanya perkataan ustadz yang bisa mendamaikan hati el saat itu" kata el


ustadz faqih terkejut dengan apa yang di dengar langsung membukakan mata dan melirik el dari samping


"saat itu mungkin sampai saat ini el el merasa tak pantas bila ingin memiliki istadz, ya ustadz kan tau el gimana dan ustadz gimana?, el mencoba menghilangkan rasa itu, tapi tak bisa, bahkan el sangat gugup bahkan malu jika bertemu ustadz langsung" kata el


"jika ustadz se serius dengan ucapan ustadz, maka el akan senang hati menerima nya, tapi jika ustadz sudah terlanjur kecewa sama el, el pun tak apa jika harus di batalkan pernikahannya


"tapi ustadz juga harus tau, el sudah mencintai ustadz seperti ustadz mencintai el, tapi el binging harus apa, karna jujur ini pertama kali el merasakannya" kata el


"kamu serius dengan ucapanmu el? "tanya ustadz faqih dengan menatap el


"iya ustadz" kata el


bagai mendapat hujan di tengah kemarau, ustadz faqih mengembangkan senyumnya "pernikahan kita tetap di laksanakan, beberapa hari lagi kita menikah" kata ustadz faqih mengembangkan senyumnya


"makasih ustadz" jawab el


"jangan panggil ustadz el, sebentar lagi kita menikah" kata ustadz faqih


"terus panggil apa? " tanya el

__ADS_1


"apa saja sayang" jawab ustadz faqih


blush


perkataan ustadz faqih membuat pipi el merona,


" el panggil ustadz mas aja ya, kalo ada orang tetap ustadz gimana? " tanya el


"iya sayang, mas suka" kata ustadz faqih dengan terus tersenyum


umi yang melihat senyum di anak nya langsung memanggil mereka


"udah malem, umi pegel liatin kalian, nanti aja mesra mesraan nya di lanjut pas udah halal jafi kalian bebas mau berapa lama, tabpa harus di oerhatikan umi"


" iya umi maaf, " kata faqih


" umi, faqih nganterin el ke asrama boleh?" tanya faqih


"iya ingat tapi kalian gak boleh berdekatan " ingat umi


"iya umi , " kata faqih


esok harinya di pondok sedang pembagian rapor, para santri sudah banyak yang kedatangan keluarganya selain untuk pembagian rapot juga penjemputan santri untuk berlibur


"bang arland kemana sih? orang lain sudah datang lah ini ko belum datang" gelisah el


"belum fit, katanya tadi sebentar lagi tapi sampai sekarang belum datang" kata el gelisah


"minta tolong kakek aja el gimana? "


"nenek lagi sakit, kakek gak bisa kesini" kata el


"elysha, wali kamu sudah kesini" kata ustadzah sarah


"belum ustadzah, maaf mungkin tadi kena macet, tapi beliau sudah pasti bakalan datang ko ustadzah" kata el


"ya sudah kalo sudah datang cepat suruh masuk aja, pengumuman nya sudah mau ustadzah mulai" kata ustadzah


"iya ustadzah" jawab el lesu


"kalian jangan berisik yah, ustadzah akan memulai pembagian rapotnya, bagi yang orang tuanya sudah keluar, sudah bisa pulang ke rumah" kata ustadzah sarah


"iya ustadzah" jawab mereka serempak


hosh hosh hosh


arland datang dengan ngosngosan, "el maaf abang telat" kata bang arland

__ADS_1


"abang... hiks" kata el menangis sambil memeluk arland


"maaf el tadi abang ngurusin kak alesya, dia sedang hamil el" kata arland


el sangat terkejut dengan perkataan bang arland, tadi nya dia sudah berpikir sang kakak gak bakalan datang "maaf bang" kata rl dengan manja


"ya sudah el, abang harus masuk dulu, " kata bang arland


"iya bang" kata el sambil melepas pelukannya


arland pun di persilahkan yntuk masuk, karna acara baru di sampaikan 10 menit yang lalu, setelah pengumuman selesai giliran satu per satu orang tua di panggil untuk menyerahkan rapot, sampai kini giliran nama elysha, arland pun langsung menghampiri wali kelas el


"selamat ya pak, elysha sangat bagus dalam akademiknya, meski dalam keagamaan masih berproses tapi kami para asatidz justru sangat bangga sekali sama el, baru enam bulan tapi pencapaian nya sangat drastis, dari kemauannya yang sangat besar juga dia tak merasa malu jika dia belum paham sama sekali, itu mengapa kami para asatidz menjadikan el jadi santri favorit tahun ini, semangat nya yang tinggi juga yang tak kenal lelah, dia selalu berkata hasil otu urusan yang di atas, tugas kita itu tetap berusa berdoa dan bertawakal meski hasilnya belum tampak" jelas ustadzah sarah


"syukron ustadzah, terimakasih atas bimbingan nya selama ini, dan semoga Alloh membalasnya dengan sangat indah


"iya pak sudah menjadi tugas kami, kami juga meminta. bantuannya kepada. bapak, untuk mengurangi pecicilannya pak" kata ustdzah sarah..


"iya ustadzah, nanti saya kasih tau anaknya" kata arland


"jangan pake kekerasan ya pak, meskipun el sangat lincah, aktif tapi sangat unggul di bidang akademik , justru kami bangga dengan nya yang selalu ceria, dan selalu jujur" kata ustadzah sarah


"terimakasih ustadzah" balas singkat arland


"terimakasih juga telah menyempatkan waktu bapak untuk mengambil rapot elysha, dan satri sudah bisa di bawa pulang langsung pak" kata ustadzah sarah


"sama sama ustadzah, mohon maaf atas kelakuan el selama ini, dan mohon maaf saya tidak bisa lama lama, saya undur pamit dulu" pamit arland


"iya silahkan pak" kata ustdazah sarah


"Assalamualaikum " pamit arland


"waalaikumsalam" jawab ustadzah sarah


"abang... "teriak el


"jangan teriak, malu" kata arland.


"hehe, abang gimana rapot el, bagus kan? " tanya el


"bentar, faqih dimana el? " tanya arland


"gak tau bang, abang telpon saja" kata el


"kita tunggu di warung depan el " kata arland


"ya udah ayok bang" kata el

__ADS_1


__ADS_2