Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 30


__ADS_3

malam hari el sedang berkutat dengan laptopnya chatingan lewat medsos dengan teman nya di kota


ceklek


pintu terbuka, menampilkan sosok laki laki yang baru datang dari mesjid, setelah sholat isya, melihat el yang fokus pada laptopnya yang asik chatingan dengan teman temannya tapi mata ustadz faqih mengarah ke bawah bagian pangkal paha yang mulus karna daster el tersingkap ke atas


"sayang" panggil ustadz faqih, duduk di samping el


"eh mas udah datang, maaf mas gak denger tadi" kata el sambil mau merubah posisinya tapi di tahan oleh ustadz faqih


"udah sayang gak apa apa" kata ustadz faqih sambil menyenderkan kepalanya di bahu el "lagi apa sih" tanya nya


"ini mas lagi chatingan sama teman teman di kota" jawab el


"kenapa gak di telpon?" tanya ustadz faqih


"asik chatingan katanya biar gak sepi, dari pada liatin bucin nya bastian sama si rexsa kata si ilham mas" jawab el


"ouh, udah sholat sayang? " tanya nya lagi


"udah mas, mas ko lama dari masjid nya? " jawab dan tanya el


"mas tadi di suruh liat bahas dulu kebun yang mau panen besok sama abi" jawab ustadz faqih sambil tangan nya yang semula di bahu kini turun ke paha belakang el, mengelus lembut secara teratur membuat el menegang


"mas ikh geli "kata el berontak tapi di tahan ustadz faqih karna dagunya di pundak el sebelah kanan, tangan kanan ustadz faqih masih terus mengelus paha el dan kini tangan kirinya meremas dada el, membuat el mengerang tak tertahan


di ketahui el menikmati Ustadz faqih tersenyum, membalikannya tubuh el dan langsung mengukungnya yang masih menggunakan sarung


"mas pengen ya sayang" tanya nya dengan suara seraknya


el pasrah dia mengikuti apa kata suaminya, meski dia akan berontak tapi ustadz faqih bisa mengatasinya nya karna tenaga faqih lebih besar dari padanya


malam ini mereka lakukan dengan berbagai cara ikut dan gaya, meski el terus mengeluh cape tapi ustadzq faqih selalu merangsangnya, menyentuh kulit sensitif el dan supaya el meras kepanasan dan meminta faqih untuk memasukinya


"kenapa masih sempit aja sih sayang" tanya faqih setelah mereka melakukannya


"gak tau lah mas, el cape ngantuk banget, jam berapa sih? " kata el


el melotot saat melihat jam, "mas udah jam 1 aja, tadi kita mulai jam 9 lo mas, " kaget el


"kenapa sayang? masih mau? kalo mau -" perkataan ustadz faqih langsung terpotong oleh el

__ADS_1


"mas sayang, el cape banget, besok lagi ya sayang, kita tidur dulu" kata el manja sambil mengelus rahang ustadz faqih


niat el merayunya biar ustadz faqih mengijinkan buat dia tidur tapi yang dia lakukan malah membuat hasrat nya terpancing kembali


"kamu membangunkannya sayang, kamu harus tanggung jawab" kata ustadz faqih yang langsung meremas dada el kembali


mereka melakukannya sekali lagi, el hanya pasrah dengan kelakuan suaminya


pukul setengah dua mereka baru selesai dan langsung tidur


"mimpi yang indah sayang" kata faqih, mengelus dan mencium keningnya sebentar


ustadz faqih langsung turun dan memakai celana, ia langsung membersihkan tisu yang ia gunakan tadi bersama el


"stok tisu sudah menipis, harus ingetin el buat beli besok " monolog Ustad faqih dan langsung tidur menyusul istrinya


pagi hari umi di sibukan dengan masakannya tapi kini el dengan antusias pengen ikutan membantu umi


"wah masakan nya kaya nya enak nih" kata abi


"enak dong abi, buatan umi enak terus makanannya" kata el sumringah


"kamu bantuin el? " tanya abi langsung duduk dan menikmati bakwan buatan istrinya


"gapapa el, nanti kamu juga bakalan bisa masak," kata umi menenangkan menantunya sambil membawa kopi buat abi


"iya el, terus belajar sama umi, biar nanti kamu bisa masak buat suami dan anak anak kamu" timpal abi


"iya abi umi" jawab el dengan tersenyum


"nanti kamu bakal rasain lo el, gimana bahagianya kalo anak dan suami mu makan dengan lahap bahkan minta tambah hasil masakan mu" kata umi


"iya umi, doakan el ya, supaya el bisa cepat belajar masaknya" kata el


"dan doakan cepat lulus umi" timpal ustadz faqih dari belakang


"kan kalo lulus setaun lagi" kata el


"biar kita cepat program anak, kan kamu maunya lulus dulu, mas menghargaimu buat menikmati masa remaja mu " jawab ustadz faqih


"mas" rengek el karna malu membicarakan program anak di depan mertuanya

__ADS_1


sedangkan orangtua faqih, bangga sama ustadz faqih karna tak memaksakan el supaya cepat hamil,


"kami tak memaksamu el, nikmatilah dulu masa remaja mu, kami mau kamu mengandung dengan kamu ikhlas karna umi tau rasanya mengandung dan melahirkan, jadi kamu nikmatin aja masa remajamu, tapi kamu gak boleh lupa kalo kamu sudah bersuami" nasehat umi


"iya umi makasih" jawab el


"ya sudah, lebih baik kita makan dulu" lerai abi


setelah mereka makan el membantu umi membereskan bekas makan umi, hal sederhana tapi yang sangat di rindukan oleh ek setelah lama meninggalnya mami dan papi


"el, umi nanti mau ke perkebunan, kamu di rumah aja, siapkan buat besok sekolah" kata umi


"perkebunan umi? " tanya el


"iya, ada yang panen sayuran, kebun belakang pondok" jelas umi


"el boleh ikut umi, el janji gak rusuh kok" pinta el


"kamu mau ikut? tapi ini kotor lo el, banyak tanah nya" kata umi karna tau el anak dari kota dan sangat di sayang oleh keluarganya


"iya umi, boleh y? " pinta el memelas


melihat el memelas pun umi tak sanggup menolaknya "kamu ijin dulu ya sama suami kamu, atau berangkatnya bareng suami kamu, faqih yang mencatat hasil perkebunan nanti" kata umi


"makasih umi, el minta ijindulu sama mas faqih, el naik dulu umi" kata el sambil memeluk san mencium pipi umi


"ada ada tingkah anak itu" lirih umi melihat el berlari antusias


"mas.. " kata el


"apa sayang?" kata ustadz faqih yang sudah siao dengan stelan celana panjang dan kaos nya


"el pengen ikut ke kebun mas, boleh ya? " pinta el


"boleh sih, tapi kotor dan panas emang kamu mau? " tanya faqih


"mau lah mas, boleh ya" pinta el lagi


"ya udah ayo sama mas aja berangkatnya" kata ustadz faqih


"bentar mas, el ganti baju dulu" girang el sepeeti di ijinkan berlibur saja

__ADS_1


"istriku emang beda, kalo orang lain pasti ogah ogahan kotor kotoran dan panas panasan lah ini malah kegirangan" monolog ustadz faqih geleng geleng kepala


__ADS_2