
di kantin ustadz faqih sedang makan bersama teman-temannya,
"ustadz faqih afwan, bisa tolong bantu benerin laporan peternakan gak? soalnya ana harus ngerjain laporan di kebun" kata ustadzah fathia yang baru datang
"kapan di kumpulkan nya?" tanya ustadz faqih
"nanti sore harus selesai semua kata pak kyai, kan besok ada acara keluarga, emang antum gak ikut" tanya ustadzah fathia
"ouh iya lupa, ya udah ayo sekarang aja kerjainnya" kata ustadz faqih
saat di pintu kantin el berpapasan dengan ustadz faqih yang sedang mengobrol sambil berjalan bersama ustadzah fathia
"Assalamualaikum ustadz, ustadzah" sapa mereka tanpa el
"waalaikum salam"
"kalian mau ke kantin? tanya ustadzah fathia
"iya ustadzah" jawab raya, sedangkan ustadz faqih hanya memandang el yang tak menghiraukannya
"kami duluan ustadz, ustadzah" kata fitri
"Assalamualaikum " kata mereka tanpa el lagi
"waalaikum salam
raya yang menyadari raut milik el, langsung meledek el
"hareudang.. hareudang.. "kata raya
"panas.. panas.. panas.. " celetuk intan
__ADS_1
"selalu.. selalu.. selalu.. " lanjut raya
"panas dan hareudang" tambah raya
"el yang tak mengerti langsung menggeplak kepala raya,
"nyanyi apa sih, gak ngerti tau" kata el
"hareudang el" cengir raya
sedangkan fitri hanya geleng geleng
sore hari kakek nenek sudah ada di depan gerbang pondok pesantren mau menjemput el, karna esok hari pernikahan abang nya
"sudah el" kata nenek saat el menghampirinya
"sudah nek" kata el
"kek el hanya di beri waktu ijin 2 hari sama pondok" kata el memulai percakapan.
"ya ga papa, yang penting kamu ada saat abang kamu nikah, itu maunya abang kamu" kata kakek
"udah kamu istirahat saja, sini nenek peluk" kata nenek
sedangkan di kediaman alesya saat ini sedang di sibukan dengan menyiapkan untuk acara akad, ya karna keinginan alesya akad di laksanakan di rumahnya sedangkan buat resepsi sorenya di hotel, sengaja dari sore supaya tidak sampai larut malam, meski alesya meminta acara sederhana tapi banyak teman arland yang akan menghadiri pernikahan nya, teman bisnisnya, bahkan banyak teman alm papi dan maminya tau acara pernikahan arland, begitu juga dengan teman alesya apalagi paman jo beliau tangan kanan nya papi arland saat beliau masih hidup
"el pake baju mana besok bang? " tanya el
"yang mana aja, asal jangan bikini" jawab arland
"ih abang.. el serius" kata el
__ADS_1
"baju kamu udah di siapkan nanti ada orang yang akan memae up kamu" kata arland
"tapi el masih pake kerudung kan bang?" tanya arland yang langsung di lirik el
"ya iyalah masa enggak" kata arland ketus
"abang gak ada pesta bujang? " kata el
"ada nanti malem, nanti kamu di atas ya el, gak usah ke bawah banyak temen cowo abang" kata arland
"ustadz faqih juga kesini? " tanya el
"iya, dia nginep di sini, di kamar tamu, emang kenapa? " tanya arland
"enggak, el cuma tanya kan dia juga temen abang, el kira gak bakalan datang soal nya tadi el liat beliau masih sibuk " kata el
"kan acaranya juga nanti malem el, paling temen abang datang nya pukul 9 maleman" kata arland
"bang kalo temen el kesini, boleh? " tanya el
"boleh, asal jam 10 malam harus pulang, karna besok hari spesial abang dan abang gak mau kamu telat bangun" kata arland
"iya abang, makasih ya abang" kata el yang fi bales anggukan dan senyum hangat dari arland
"abang sekalian peseni. makanan dong? " kata el
"ngelunjak nih anak" gumam arland
"abang" panggil el
"iya nanti abang pesenin, sekalian yang banyak" kata arland
__ADS_1
"ihh makasih.. makin sayang deh sama abang" kata el