
sore hari yang mereka janjikan tidak terjadi karna saat ini el berada di ruang guru
dengan misuh misuh el mengerjakan soal yang di yang diberikan ustadzah sarah untuk melengkapi nilai rapot nya "ini soal dari tadi gak selesai selesai ya" kata el sambil membolak balik kertasnya
ustadzah sarah hanya tersenyum melihat tingkahnya "kalo hanya di bolak balik gak mungkin selesai el, di kerjain nanti juga selesai" kata ustadzah
"el nyerah ustadzah, el kirang mengerti dengan bahasa arab, ganti aja ya pake bahasa inggris" kata el memohon pada ustadzah
ustadzah sarah yang mendengar keluhan el hanya bisa bersabar "oke, karna 1minggu lagi ujian, hari ini dan selanjutnya kamu les private sama ustadzah ya, biar nanti kamu paham saat ujian nanti" final ustadzah sarah
dengan cemberut el mengiyakan saran dari ustadzah iya ustadzah"
"ya udah ini ada buku buat kamu, belajar sedikit sedikit ya, kamu bisa tolong temen kamu atau siapa ke" kata ustadzah sarah
"iya ustadzah, makasih bukunya, dan makasih ustadzah sudah memaklumi el" kata el dengan senyum manis nya
"iya, tetap semangat buat belajar rl, karna gak ada kata terlambat buat belajar" kata istadzah sarah menyemangati
"el ke luar dulu kalo begiti ustadzah" kata el
"iya el hati hati" kata ustadzah sarah
"Assalamualaikum " pamit el
"Waalaikimsalam" kata ustadzah sarah
"minta bantuan sama fitri aja deh, susah juga belajar nya" monolog el sambil berjalan
"yang rajin belajar nya" kata ustadz faqih dari belakang el
"eh ustadz" kaget el
"ini ada titipan dari umi buat kamu, sama ini kerudung yang sudah aku janjikan buat ganti kerudung kamu yang sobek" " kata ustadz faqih
"eh," kaget el
"gak usah ustadz, itu kan salah el" kata el
"ga papa lagian kamu calon istriku," kata ustadz faqih membuat pipi el merona
__ADS_1
ustadz faqih yang melihat pipi el merona merasa gemas ingin sekali menyubit pipinya
"el, mulai sekarang apapun yang kamu mau, aku harap kamu meminta pada ku el" kata ustadz faqih
"eh, gak usah ustadz, lagian selama di pondok kebutuhan el sudah terpenuhi" kata el
"gak usah sungkan el, ouh ya kalo sudah nikah nanti aku yang ngajarin kamu belajar" kata ustadz faqih
"ya udah el, aku harus ke kantor dulu, kamu hati hati di jalannya" kata ustadz faqih
"ustadz makasih " kata el sambil memperlihatkan paper bag nya
"iya sama sama, umi mengharapkan mu ke rumah el" kata ustadz faqih
"aku duluan el, Assalamualaikum" pamit ustadz faqih
"waalaikum salam ustadz" kata el
sedangkan arland telah menikmati hari libur nya bersama istri tersayang nya
"sayang, aku harap dia cepat hadir di antara kita" kata arland sambil mengelus oerut rata alesya
"gimana kalo kamu ikut aja ke kantor tapi ga boleh kerja, kamu cuma temenin aku kerja, sama siapin keperluan aku" kata arland
"boleh mas?" tanya alesya
"iya boleh, tapi kamu gak boleh kerja, kamu cuma bantuin aku aja" kata arland
"makasih mas" kata alesya sambil memeluk arland
"sama sama sayang, ouh ya menurut mu keputusan ku tentang el udah bener kan? " tanya alesya
"itu sudah keputusan kita semua, lagian el menyetujuinya, trus yang aku liat mas faqih bener bener sayang sama el" kata alesya
"iya sayang, gak nyangka temen aku akan jadi adik iparku" kata arland
"yang penting dia menyayangi el dan bisa melindungi el mas, " kata alesya
"tapi aku kasian sama el, dia menikah harus sederhana, padahal keinginannya ingin menikah dengan meriah " kata arland
__ADS_1
"seorang wanita pasti ingin pernikahan yang sangat terkesan baginya mas, kita doakan saja mas meski pernikahan el sangat sederhana tapi sangat sederhana baginya" kata alesya
"mas selalu doakan dia yang terbaik, hanya karna el sayang saudara mas satu satunya" kata arland
sedangkan di tempat lain seorang pria justru tengah menyusun rencana
"gimana? kamu sudah tau dimana gadis itu? " kata tuan federik
"aku gak tau yah, terlalu rapat mereka menyembunyikan gadia itu, terlebih gerak gerik kita sekarang sedang di awasi" kata romi
"pastikan kalau ada celah sedikit untuk kamu bawa gadis itu, gunakan sebaik baiknya" kata tuan federik
"lebih baik yah, kita fokus dulu dengan cara papa untuk melarikan diri dari tempat menjijikan ini, dengan begitu kita bakal leluasa merencanakan penculikan gadis itu" kata romi
"kamu memang pintar, pastikan kamu perbayak bawahan kita dulu" kata tuan federik
" itu sudah pasti pah, terlwbih aku juga telah menyiapkan tempat persembunyian kita, aku yakin polisi tidak akan mengetahuinya" kata romi
"kamu memang cerdik, meskipun kamu lahir dengan kesalahan papa mu ini tapi kamu mewarisi semua sifat papa" kata tuan federik
romi terlihat mengeraskan rahangnya saat dia menyonggung atas lahitnya romi dengan kesalahannya "buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya" kata romi dengan suara datarnya
"sekarang pulang lah, banyak orang yang mencurigai kita" kata tuan federik dengan di jawab anggukan saja oleh romi dan melenggang pergi dari hadapan tuan federik
"akh... " teriak romi
"mengapa papa selalu menganggapku sebuah kesalahan, dia yang salah mengapa aku yang di salahkan? " teriak romi di pinggir jalan.
"kenapa harus mami kamu el yang papa aku sukai, kenapa dari banyak nya wanita hanya mami kamu el yang bikin papa ku gila seperti ini? " teriak romi frustasi
"lebih baik aku jalankan rencanaku sendiri" monolog romi
malam harinya di pondok ustadz faqih terpesona saat melihat el menggunakan gamis pemberiannya
"seperti nya aku harus lebih banyak lagi membeli gamis buat el" monolog ustadz faqih
" ya harus beli lagi, kalau perlu dengan segala kebutuhannya" monolog nya lagi
"Astagfirullah, lagi lagi selalu khilaf jika berurusan dengan el, harus cepat cepat di halalin ini mah" monolog faqih
__ADS_1
"hanya arland yang bisa mengerti saat ini, kalau bicara langsung sama kakek malu banget yang ada, ya harus secepatnya sebelum ada orang yang mendekatinya" final ustadz faqih