Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 34


__ADS_3

sudah 2 minggu berlalu atas kepulangan kakek dan nenek el dan arland, el sudah kembali ke rumah umi di pondok dan arland sudah ke kota, sementara rumah kakek di kosongkan hanya ada penjaga dan bibi yang di tugaskan arland buat bersih bersih


semua warga kampung merasa kehilangan suami istri itu, para pengajar di pondok juga merasa kehilangan bahkan umi dan abi pun merasa kehingan, seperti mereka kehilangan orangtuanya


pagi ini el sedang membantu umi mengurus rumah, sedangkan faqih mengajar dan abi ada ke ruangan para guru


houek houek houek


el lari ke wastafel mengeluarkan muntahannya


"kamu kenapa el? " tanya umi


"gak tau umi, mungkin el masuk angin, semalam el minum es" kata el


"ya udah kamu istirahat aja, biar nanti umi panggil salah satu satri buat bantu umi" kata umi


"iya umi, el ke atas dulu umi" kata el


di dalam kamar el terus memikirkan, kenapa dengan dirinya, el teringat dengan jadwal menstruasinya yang sudah telat 2 minggu yang lalu


"apa aku hamil? " tanya el meraba perutnya


"lebih baik di tes dulu aja, biar nanti jadi kejutan buat mas faqih kalo benar hamil" senang el


"seharusnya ke apotik sekarang, nanti siang, abi sama mas faqih makan siang di ruamah" kata el


el membawa dompet dan hape nya meminta ijin terlebih dahulu pada umi, beruntung umi mengijinkannya membawa mobil mas faqih


kini el tengah memeriksa di rumah kakeknya, terkejutnya el saat tanda merah bergaris 2 di tes pek nya, el tak membeli satu tespek, di liatnya yang lain dan semuanya menandakan kalau el tengah mengandung


"Alhamdulillah, doamu terkabul mas, kamu akan menjadi seorang ayah" lirih el


"lebih baik aku bungkis hasil tespek ini dengan kado biar abi, umi dan mas faqih terkejut" senang el


setelah bergelut dengan kado nya el langsung menuju rumah umi dengan senang sekali, el sedikit terlambat buat makan siang bersama, bahkan el menghiraukan panggilan dari faqih, sengaja supaya jadi kejutan


setelah sampai rumah el terkejut dengan adanya mobil yang tidak di kenalinya berada di depan rumah umi


tak di hiraukannya mobil itu el melenggang pergi masuk ke dalam rumah


"Assalamualaikum " ucap el

__ADS_1


"waalaikum salam" jawabnya serempak


"el nak sini duduk" kata umi menuntunya duduku di samping umi dan faqih


el terkejut karna ada keluarga aisyah dan tentunya ada aisyah juga, el melirik pada sang suami tapi pandangan faqih justru terus pada aisyah dengan muka datar nya faqih terus memandang wajah yang kini tengah tersenyum


"gimana faqih? " tanya abinya aisyah


"lebih baik kita tanyakan saja sama el, istri pertamanya" sela abi


"jadi gini nak, aisyah meminta faqih buat jadi suaminya, aisyah tak masalah jadi istri keduanya dan jadi madu mu, gimana menurut mu nak? " tanya abinya aisyah pada el


deg


jantung el terasa terhenti, niat awal dia yang akan mengasih kejutan tapi kini malah dia yang mendapat kejutan


"jadi ini karna keinginan terakhir aisyah nak, aisyah menderita kanker hati stadium 4, saya gak bisa apa apa lagi, apalagi dokter mengatakan hidup aisyah tak bisa bertahan lama" kata abi aisyah menyodorkan map yang dia bawa


el mengambil map nya dan membaca isi dari map nya


"lagi pula, aisyah itu solehah, hafal quran lagi, bukan gadis yang suka keluar malam apalagi suka balapan liar" tambah uminya aisyah menyindir el


deg


"dan faqih juga tau kan, aisyah sangat penurut dari kecil, dan insya alloh akan memberikan keturunan buat faqih ya kan umi? " tanya nya pada umi


umi hanya tersenyum tak menanggapi ucapan umi aisyah


"apa artinya menikah sudah lama tapi belum mempunyai anak, itu sih pasti perempuannya mandul" tambah umi aisyah


cukup sudah kesabaran el yang dia tahan..


"boleh saya tau tentang aisyah" tanya el dengan santainya


"ouh boleh" jawab umi aisyah dengan senyumnya


di lirik nya aisyah dengan wajah cerahnya sedang memperhatikan faqih, abi dan umi tak bisa berkata menyerahkan semuanya pada el sedangkan faqih justru hanya diam dengan rahang yang mengeras


"aisyah anak satu satunya kami, dari kyai pemilik pesantren sebelah, aisyah lulusan terbaik di kairo juga aisyah seorang penghafal quran, hafalannya sudah 30 juz bukan seperti kamu yang bisa baca quran, dan tentunya aisyah gadis solehah" kata umi aisyah menyombongkan diri


"menarik sih" kata el membuat abi dan umi terkejut

__ADS_1


"sayang" peringat faqih tapi el mengisyaratkan supaya faqih diam


"boleh saya perkenalkan diri saya? " tanya el pada umi dan abi aisyah


"silahkan nak" kata abi aisyah


"perkenalkan saya elysha putri wijaya, putri satu satunya keluarga wijaya, kalian pasti tau kan albeth wijaya pengusaha besar di negeri ini" sombong el


"sombong sekali anda" cibir umi aisyah


"apa bedanya dengan dirimu" jawab el


"jangan di sela, saya akui saya anak yang kekurangan kasih sayang dari keluarga, orangtua saya meninggal saat saya kelas 6 sd, abang saya selalu mengurus perusahaaan nya dan mencari orang yang telah mencelakai orang tua saya, saya suka balapan, seolah saya menemukan kesenangan saya," kata el menjelaskan kehidupannya


"sedari kecil saya selalu ikut bersama papi ke kantor, ya papi seorang yang sangat tampan apalagi seorang CEO yang terbesar membuat nya di gilai para wanita, banyak wanita yang ingin mendekati papi saya meski papi saya sudah berkeluarga, anda pengen tau cara para wanita mendekati papi saya? " tanya el pada umi aisyah


"banyak cara yang mereka lakukan demi mendapatkan papi saya, dan salah satu nya cara murahan yang anak anda lakukan" tegas el, aura kepemimpinannya papi el menurun pada el dan dia keluarkan saat ini


"maksud anda ap? " tanya umi aisyah emosi


brak


el melemparkan berkas map di depan keluarga aisyah membuat semuanya terkejut akan sikap el


"sayang" tahan faqih tak ingin membuat el bertindak lebih


"diam" tegas el, kali ini el mengeluarkan aura wibawanya di depan keluarga faqih


"saya emang bukan dokter, tapi berkas seperti itu sudah makanan sehari hari saya sedari kecil, coba anda cermati dengan baik, surat keterangan yang aisyah bawa itu palsu" kata el dengan tegas membuat semua orang terkejut


"astagfirulloh, aisyah apa ini benar? " tanya abi aisyah


"anda salah orang untuk mengelabui seorang elysha putri wijaya, nona aisyah" kata el


"bahkan saya bisa menuntut apa yang kalian lakukan saat ini dengan kasus penipuan" kata el membuat umi aisyah keterlaluan


"maafkan putri saya, saya tidak tau bahwa surat ini palsu" kata umi aisyah


"maaf kan kami husein, ceu, faqih sama neng el, saya gak tau aisyah sampai nekat seperti ini membohongi kami" kata abi aisyah


"anda tidak salah pak, yang salah di sini anak anda, anda seorang tua hanya ingin yang terbaik terhadap anak anda, sebaiknya biat kedepannya anda bisa jeli lagi terhadap sesuatu, apalagi ini menyangkut kesehatan putri anda" saran el

__ADS_1


"permisi" lanjut el melenggang pergi ke atas menghiraukan faqih yang terus menatapnya


keluarga aisyah sangat malu dengan apa yang di lakukan aisyah, terutama abi nya mereka undur pamit tak lupa meminta maap atas kehebohan yang di bikin aisyah


__ADS_2