Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 23


__ADS_3

tak terasa hari ini hari di mulainya ujian kenaikan kelas, banyak santi dan satriwati begitu gugup begitu pula el


"di sekolah lama masa bodo, nah kenapa sekarang gugup banget" lirih el


"mungkin karna suasana nya berbeda el" kata fitri menimpali ucapan el


"iya sih, dulu masih biasa dengan contek mencontek, tapi sekarang takut dosa hehe " kata el cengengesan


"udah ayo masuk" kata fitri


"iya ayo" kata el


fitri dan el pun memasuki ruangan, karna mereka berdua satu ruangan berbeda dengan raya dan intan, mereka di ruangan beesebelahan dengan fitri dan el


"Assalamualaikum " ucap sang pengawas


"waalaikum salam" jawab serempak


"kalian sudah siap buat ujian?" kata ustadz ajid


"insyaalloh tadz" jawab serempak


"semua tas ke depankan, gak ada apapun kecuali bolpoint sama kertas soal dan lembar jawaban" ucapnya tegas


"siap ustadz" jawab mereka menurut


"sebelum kita mulai ujian alangkah baik nya kita berdoa, ketua kelas pimpjn berdoa " kata ustadz ajid


sedangkan di lain tempat konfisi nenek semakin memburuk, penyakit darah tingginya membuat sang nenek harus tetap di rawat di rumah sakit


"kek, jangan dulu kasih tau el tentang nenek, el sedang fokus ujian, biarkan ia tenang dulu dalam ujian nya" kata nenek lirih


"iya sayang, sesuai keinginanmu, kakek tak memberi tau el tentang di rawatnya nenek" kata kakek


"nenek sama kaya el kek, nenek terlalu lelah memikirkan albeth dan dara bedanya nenek punya kakek, sedangkan el dia justru melawan rasa sakit itu sendiri, nenek menyesal kenapa nenek gak bisa jadi nenek yang kuat buat dia" kata nenek


"sayang biarkan albeth tenang di alam sana, dia sudah tenang bersama belahan jiwa nya, kamu ingatkan cerita el saat kecelaan terjadi" kata kakek


"*flasback on"


hari ini dimana el sangat gembira karena mendapatkan penghargaan juara 1 dalam bidang matematika se jabodetabek, albeth dan dara juga sangat gembira atas kabar dari anak nya, rencananya mereka akan mengadakan perayaan untuk el


"jo, saya mau keluar dulh sama istri saya, tadi el mendapatkan penghargaan juara 1tingkat sejabodetabek, kita mau raya in dulu atas keberhasilan el" kata albeth


"wah si gadis kecil ternyata pintar, sampaikan ucapan selamat dariku untuknya beth, nanti aku dan keluarga akan menjumpai nya, alesya sudah rindu katanya sama adik kecil yang manja " senang jonathan


"iya nanti aku sampaikan jo, kamu gak papakan handle dulu perusahaan, beaok saya ke kantor lagi" kata albeth


"tak masalah beth, pergilah rayakan keberhasilan si gadis kecil itu" kata jonathan


"thank's jo, saya duluan" kata albeth yang di bales anggukan dari jonathan


albeth pun dengan riang mengendarai mobil menjemput sang istri terlebih dahulu, sampai dia tidak tau sedari tadi ada orang yang memperhatikannya


"ayo sayang, mas sudah tidak sabar bertemu dengan gadis kecil kita" kata albeth

__ADS_1


"iya mas, aku juga sangat senang saat dapat telpon dari el tadi" kata dara


"arland sudah di beri tau? " kata albethyang di jawab gelengan oleh dara


"telpon nanti aja, biar el yang bicara" kata dara


" arland pasti senang sayang, adik kesayangnya mendapatkan penghargaan" kata albeth


:Alhamdulillah ya mas anak anak kita sangat membanggakan kita" kata dara


"iya sayang, ini juga berkat kami yang sabar mendidiknya


tak terasa mobilpun sampe di depan sekolah el, yang langsung di masuki el karna sedari tadi beliau sangat menunggi kedatangan orangtua


"papi, mami el sangat bahagia sekali" kata el manja


"papi sama mami juga bahagia dengernya sayang, kami bangga sama kamu sayang" kata papi albeth


"iya sayang ayo kita berangkat" kata mami dara


"ouh ya nak, kamu mau kasih tau abang kamu? " kata mami dara


"iya mi, pinjem ponsel mami dong? " kata el


"nih sayang" kata mami


el pun melakukan panggilan pada abangnya yang sedang kuliah di kairo,


"Assalamualaikum mi? " sapa seberang terlon


"abang ini el, abang el sangat rindu abang" kata el


"eh iya lupa bang, waalaikum salam" jawab el


"loudspeaker sayang" kata papi yang langsung di turuti el


"kok rame ada apa nih? " kata bang arland


"abang el dapat juara 1 loh, juara matematika sejabodetabek" kata el antusias


"Alhamdulillah, hebat sekali adik abang ini" kata bang arland


"pi dari tadi tu mobil ngikutin kita deh, coba papi liat? " kata mami dara


" iya sayang siapa ya? " kata papi albeth


"kenapa mi, pi? " kata el yang mendengar ucapan mereka


"ada yang ngikutin kita el, kamu pegangan yang kuat" kata papi


"papi tih mobil ngarahin pistol sama kita" teriak el di belakang


" kamu pegangan el, papi ngebut"kata papi


"ada apa el, kenapa kalian panik? " kata arland yang mendengar kepanikan di seberang telepon

__ADS_1


"abang ada yang ngikutin mobil kita, el takut" teriak el*


dor dor dor


*teriak el saat tembakan mengenai mobil mereka menyebabkan mobil tidak seimbang


"el ada apa" kata arland yang tak dapat jawaban dari el, hape yang el pegang pun kini ada di bawah


"hati hati mas" kata dara


"sayang kamu jangan takut " kata mami pada el


"mobil itu terus memepet kita mih" kata albeth


"pih hati hati" kata el


"el el kata arland sedari tadi karna tak ada jawaban dari sang adik membuat arland panik


"kenapa land, kok panik gitu" kata faqih


"ini adik gue, gak jawab jawab, mereka sangat panik tapi gak tau kenapa" kata arland


"coba di speaker " kata faqih langsung dituruti faqih


"awasssss teriak mami"


bruuuukk


benturan sangat keras, mobil menabrak pembatas jalan dan terguling,


"elllll "teriak arland saat mendengar suara benturan dan teriakan mami juga tangisan el dan sambungan pun terputus


"gue harus balik sekarang qih, kayanya ada yang tidak beres dengan keluargaku" kata arland


sementara di tempat kejadian, el merintih kesakitan karna benturan keras di kepalanya, mobil yang mengikutinya pun pergi setelah keadaan melihat mobil yang di tumpangi el dalam keadaan terbalik


"papi albeth yang masih sadar melihat ke arah istrinya yang sudah tidak sadarkan diri, sedangkan el meringgis kesakitan di belakang,


warga yang mengetahui ada kecelakaan langsung mengerumuni tempat kejadian


papi albeth dengan tertatih mengeluarkan el terlebih dahulu,


"tolong anak saya, tolong antarkan ke rumah sakit" kata papi ke warga


"iya pak, bapak juga harus ke rumah sakit" kata warga


"istri saya masih di dalam," kata papi langsung membuka pintu mobil menyelamatkan mami el


"mih sadar mi," kata papi menggendong mami keluar


"pak biar saya yang bantu istri anda" kata warga di jawab anggukan kepala oleh papi


"papi.. " lirihan el yang masih di sana menolak ke rumah sakit


"el, kita ke rumah sakit"

__ADS_1


"mami mana pih?" kata el


"mami sudah di antar warga ke rumah sakit el," kata papi dengan menahan rasa sakit di kepalanya*


__ADS_2