Cintaku Tumbuh Di Pesantren

Cintaku Tumbuh Di Pesantren
episode 9


__ADS_3

Tidak terasa seminggu lagi bulan suci romadhon, el telah menyiapkan perlengkapan yang akan di bawa pulang,


"abang kemana kek? ko ga ikut jemput el?" tanya el


"abang mu ada urusan sedikit, tunggu di rumah kakek dulu ya? " sambil mengelus kepala cucunya, yang di angguki el


"biar el yang bawa tas nya ke, kakek sudah tua, kasian" sindir el


"siapa juga yang mau bawa? kamu yang bawa sendiri" ketus kakek


" jih nyebelin nya kumat si kakek" monolog el


"udah ayo" ajak kakek, "atau masih mau di pondok? " tanya kakek


"pulang lah kek, kangen juga sama rumah" jawab el sambil terkekeh


dilain tempat arland berhasil memasukan orang yang telah mencelakai papi dan maminya,


"saya gak bersalah" teriak nya


"semua bukti sudah saya kumoulkan, mau nelak gimana lagi" sinis arland


"wanita itu pantas mati, bahkan seluruh keluarganya pun pantas mati" balas nya dengan tawa gilanya


"anda yang pantas mati, bahkan penjara seumur hidup pun kurang setimpal dengan apa yang telah anda buat sama keluarga saya" tegas arland melenggang pergi meninggalkan nya


"el nginep dulu kan disini? " tanya nenek


"iya nek, el pengen makan cobek gurame buatan nenek" pinta el


"ya udah, bilangin mang diman suruh ambil ikan gurame nya, ambilnya agak banyak el" titah nenek


"el ikut tangkap boleh kan nek? " pinta el


"ya, hati-hati el di kolam nya" ingat nenek


sore hari arland baru sampe di kediaman kakek,


"Assalamualaikum " salam arland

__ADS_1


"Waalaikumsalam" jawab nenek


"kakek sama el dimana nek? " tanya arland


"kakek katanya ada urusan, kalo el masih tidur" jawab nenek


"jam segini masih tidur tuh bocah, bener bener ya" jawab arland geleng geleng


"el sudah bantu nenek masak tadi, dia kecapean, biarin adik mu istirahat dulu, jangan di ganggu" jawab nenek


"el masak nek? " tanya arland heran


"iya, bahkan el kaya udah terbiasa bantuin masak" jawab nenek


"mana hasil masakan rl nek, arland mau cobain" pinta arland


" ayo, el masak cobek gurame, enak juga rasanya" puji nenek


"pasti banyak cabe nya" tebak arland


"kaya gak tau el saja kamu land, cabe di kebun belakang habis di petik sama el, coba liat sana" kata nenek


"cabe di pondok juga banyak di petik sama el nek" adu arland


"iya nek, andai dari dulu ya nek, el di pindahkan di sini" jawab arland


"kan dari dulu juga, kakek sama nenek sudah mau bawa el, tapi kamu yang gak ijinin" jawab nenek


" maaf nek, arland takut ngerepotin nenek" jawab arland


"iya, sudah jalan nya harus seperti ini dulu" tenang nenek


"arland ke atas dulu deh nek, liat el" kata arland


"iya, mandi dulu, terus istirahat" titah nenek


"iya nek" teriak arland


malam harinya, suasana kediaman kakek sangat ramai, tentunya dengan celotehan el menceritakan pengalaman semasa jafi santri sama abangnya, sedangkan arland hanya senyum dan terus memandangi wajah el.

__ADS_1


"sudah, sudah ceritanya besok lagi, sekarang cepat istirahat, besok kalian pulang ke jakarta kan?" tanya kakek


"atau udah sini aja, lagian seminggu lagi rl masuk sekolah" lanjut kakek


"arland ada meeting ke besok" kata arland


"el juga udah kangen sama rumah papi, kangen tidur di tempat mami, " tambah el


"kirain kakek, kalian mau disini dulu, temeni nenek mu"kata kakek


"nenek gak masalah, tapi sering-sering jenguk nenek ya" pinta nenek


"nanti deh nek hari raya, kami nginep agak lama" kata arland


"bener ya" kata nenek


"iya nek" jawab arland


di lain tempat telah terjadi perdebatan antara ustadz


"maksud anta apa?" tanya ustadz faqih


"ana cuma mau tanya, anta serius suka sama sntriwati yang bernama elysha? " tanya ustadz rahman


"emangnya kenapa? apa urusannya sama anta tadz? " tanya balik ustadz faqih


"ana mau jujur sama anta tadz, dari awal ana sudah baper sama anti, bahkan setiap gombalan gombalan receh nya udah bikiin ana mau terbang aja" jawab jujur ustadz rahman


"kapan el gombal sama anta? " tanya ustadz faqih datar


"sering, dan anta tak perlu tau" jawab ustadz rahman


"jodoh tidak ada yang tau, bahkan dia bisa saja bukan untuk ana ataupun anta, anta tak bisa menyusuh ana untuk berhenti berjuang," balas ustadz faqih


"ya ana tau, ana cuma mau menyampaikan sama anta tadz, ana juga tertarik sama anti, siapa yang anti pilih itu sudah jodoh Alloh, ana cuma tidak mau main belakang, ana harus jujur sama perasaan ana" jawab ustadz rahman


"siapa pun yang jadi jodohnya kita harus ikhlas, dan jangan sampai terlalu lebih cinta hambanya di banding yang menciptakannya, kita bersaing secara sportif dan jangan sampai merusak perteman kita" balas ustadz faqih


"syukron tadz, kita juga harus profesional, bagaimana pun anti seorang murid dan kita gurunya" jawab ustadz rahman yang di angguki ustadz faqih

__ADS_1


"ana duluan tadz, Assalamualaikum " pamit ustadz faqih


"waalaikum salam" balas ustadz rahman


__ADS_2