
"Aku mau kamu mundur dari kepengurusan OSIS. dan satu lagi aku mau kamu jangan menampakkan diri didepan Rinto." jawab Gadis merasa menang.
"Baik kalau untuk mundur dari pengurus OSIS, aku setuju, tetapi kalau untuk tidak menampakkan diri dari Rinto, bagaimana caranya, sementara kita satu sekolah, itu tidak mungkin, tetapi kamu tenang saja, aku tidak akan meladeni Rinto sedikit pun. karena tujuan ku adalah sekolah, aku tidak ingin berteman dekat dengan laki laki, apalagi pacaran.!" jawabku lugas.
"Ok, deal, kalau sampai kamu melanggar janjimu aku pastikan kamu tidak akan sampai lulus disekolah ini." katanya lagi sambil telunjuknya menunjuk hidungku.
"Cam kan itu" sambil berlalu diikutin oleh kedua temannya.
"Huuuhhh, dasar Arogan," kataku sambil berlari keatas.
Tunggu saja Gadis nanti saat aku sudah lulus aku pasti akan balas semua ini. Bukan aku takut denganmu sekarang tetapi aku tidak mau cari masalah disekolah, aku cuma pengen sekolah dan lulus dengan baik.
Dengan langkah tergesa gesa aku memasuki kelas, kulihat Rani sudah selesai menyalin tugas Biologi, Aku langsung menghempaskan tubuhku di kursi.
"Gimana sudah selesai?" tanyaku
"Sudah,,, Terimakasih ya my best friend," sahutnya.
"Huuu,,, kalau ada maunya best friend," sambil tertawa.
"Ehh,,, ngomong ngomong kenapa kamu lama sekali?"tanya Rani
"Ahhh... biasalah urusan Princess Gadis" jawabku sekenanya.
"Kamu diapain!" tanyanya
Aku tidak menjawab, hanya mengangkat bahu.
"Habis kamu sekarang semakin mempesona sih, pasti Rinto sekarang tak habis memikirkan kamu" selorohnya.
"Apaan sih, jangan bikin gosip ya, aku nggak mau terjadi masalah, aku nggak bakalan deket Rinto lagi" kataku.
"Kalau RInto yang deketin kamu gimana?" tanya Rani.
"Ahhh,, sudahlah,,, suttttt, itu Pak Ahmad sudah datang." kataku berbisik sambil telunjuku berdiri di bibir. tanda suruh diam.
Waktu Istirahat tiba, aku masuk ke Ruang OSIS, aku menghadap ke Rinto sang ketua OSIS,
"Aku mau mengundurkan diri dari pengurus OSIS" kataku tanpa basa basi.
"hah, kenapa?" tanya Rinto.
"Alasan pribadi, "kataku cepat.
__ADS_1
"Tidak bisa begitu" jawab Rinto.
"Tidak ada yang tidak bisa, aku sudah putuskan untuk mundur" sambil aku berlalu.
Tiba tiba Rinto mengejar ku dan memegang keras lenganku, tidak sengaja mataku beradu dengannya, tatapannya tajam langsung menghujam jauh kedalam hatiku, jantungku berdegup kencang.
"Tolong lepaskan, tanganmu menyakiti ku" ucapku.
"Maaf," kata Rinto, sambil melepaskan tangannya
"Fira, bolehkan aku jujur padamu, aku suka padamu" kata Rinto.
"Maaf, Rinto terlalu dini untuk mencurahkan isi hati, aku masih harus mencapai masa depanku dulu, kita masih harus sekolah dan kuliah. Simpanlah perasaan itu sampai waktu nya nanti tiba." kataku sambil menunduk.
"Baiklah, aku tetap akan mencintai mu, sampai saat itu tiba, aku mohon jangan kau isi hatimu dengan yang lain." katanya lagi.
"Aku belum memikirkan hal itu," sambil berlalu dan melangkah pergi.
Aku langsung berlari masuk ke kelas, Rok panjang yang aku kenakan membuat langkah langkah kecil dengan tergesa gesa.
"Huh, akhirnya aku bisa terbebas dari Gadis, setidaknya dengan aku mundur dari pengurus OSIS membuat duniaku tenang." batinku sambil menghela nafas lega.
Dan hatiku sejujurnya deg degan saat berdekatan dengan Rinto, tetapi aku tidak mengerti ini perasaan apa. Biarlah aku tepis karena aku merasa masih harus berjalan menatap masa depan dulu.
***
Aku kembali berkutat dengan pelajaran sekolah. Hari hari ku, aku isi hanya dengan belajar, bekerja dan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, masih panjang jalan yang ingin ku raih.
Aku abaikan segala perasaan ku pada Rinto. Aku malah sering menghindar bertemu dengannya. Bahkan jika hendak berpapasan dengan dia, dari kejauhan pun aku langsung mengambil jalan lain.
Dan mungkin Rinto pun paham, kalau aku tidak ingin bertemu dengannya. Dia selalu juga menjauh dariku. Kami sibuk dengan segala kegiatan kami masing-masing.
Dan Gadis juga sudah mulai berkurang dari mengganggu ku. Dia tetap sibuk dengan penampilan nya. Prestasi belajar nya biasa saja. Maklum lah dia memang kurang suka belajar.
Sementara Ana dan Devi masih setia menjadi temannya.
Aku masih tetap bersahabat dengan Rani. Dia selalu mengandalkan aku untuk setiap tugas tugas sekolah.
Biarlah, berbagai ilmu kepada teman tidak apa-apa.
Sementara Paman, tetap mengambil tanah Ibu, dia membangun ruko dua lantai. Dia mulai mengembangkan usahanya menjadi tengkulak hasil panen, dari yang tadinya hanya jagung dan padi kini melebar dengan berbagai sayuran dan buah-buahan.
Dan Zul mendapatkan hukuman sepuluh bulan penjara, karena dia mengakui segala kesalahannya dan benar benar menyesal. maka dia mendapatkan sedikit keringanan hukuman. Ditambah dia selalu kooperatif dalam setiap penyelidikan.
__ADS_1
Hari berlalu aku pun sudah diakhir semester genap sebentar lagi ujian akhir sekolah dan in syaa Allah aku naik ke kelas 3 SMA.
***
"Fira" aku menoleh mengikuti suara itu.
"Saya Pak" jawabku pada Pak Ahmad.
"Kamu ikut KSN Matematika yang akan diadakan 2 bulan lagi.!" kata Pak Ahmad lagi.
Kompetisi Sains Nasional (KSN) atau selama ini lebih dengan istilah Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah kompetisi dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Beliau adalah pengajar biologi sekaligus Matematika.
"Saya Pak? tanyaku tidak percaya? kenapa saya?" jawabku tidak percaya.
" kamu tidak sendiri nanti kamu bersama beberapa siswa lain akan ikut persiapan dan ujian, nanti akan dipilih yang paling pas untuk ikut" kata Pak Ahmad menjelaskan.
"Terus apa yang harus saya lakukan?" tanyaku lagi.
" Kamu keruangan guru sekarang ya," kata beliau.
" Baik Pak" jawabku sambil mengikuti beliau dari belakang.
Sesampainya diruang guru, beliau menyuruh aku duduk. kemudian aku lihat beliau mengeluarkan sebuah buku.
"Ini kamu pelajari materinya, kemudian nanti kamu harus mengikuti kelas tambahan di waktu sepulang sekolah dengan saya untuk pendalaman materi. " kata beliau lagi.
"Baik Pak" kapan dimulai kelas tambahan" tanyaku lagi.
" Kemungkinan Minggu ini, mengingat waktunya agak mepet" jawab Pak Ahmad.
"Baik Pak" jawabku.
Aku pun kembali ke kelas.
" Olimpiade Ya Allah, Alhamdulillah semoga aku berhasil," doaku dalam hati.
Sepulang sekolah aku mulai membuka buku panduan yang diberikan Pak Ahmad. Lembar demi lembar aku buka, aku baca dengan teliti dan aku fahami, aku berusaha untuk tidak melewatkan setiap detail pelajaran yang ada dibuku itu.
Hari hariku aku isi dengan belajar tekun dan sungguh-sungguh.
Aku mulai melakukan latihan secara rutin, mulai dari soal-soal OSN (Olimpiade Sains Nasional), SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri). hingga soal jenis olimpiade akan semakin mengasah kemampuan ku dalam menjawab berbagai soal yang bervariasi.
__ADS_1
Aku semakin tekun belajar. Sampai sampai kadang lupa waktu.