
Hari yang ditunggu akhirnya tiba, sudah hampir dua bulan Fira digembleng dengan soal soal matematika, dan akhirnya dia akan melangkah ke ajang Nasional, ajang yang sangat bergengsi.
Pagi ini Fira mempersiapkan beberapa pakaian untuk di paking, dia hendak berangkat menuju Ibu kota untuk mengikuti lomba Saint Nasional. Ibunya khusus menyediakan waktu cuti kerja untuk beberapa hari guna mendampingi dan memberikan semangat kepada Fira. Mereka telah disiapkan penginapan oleh sekolah untuk beberapa hari kedepan. Tidak lupa Pak Ahmad sebagai guru pembimbing ikut mendampingi nya.
Fira melihat sekeliling kamarnya ada 2 tempat tidur ukuran singgle, dan masing-masing satu nakas. Dia merasa lelah setelah menempuh perjalanan hampir 14 jam dari kota tempat tinggal nya.
"Bu, aku istirahat dulu ya" kata Fira.
"Ya, tidurlah hari ini masih jam 3 sore kamu harus banyak istirahat untuk mempersiapkan energi besok pagi" kata ibunya.
Kemudian Fira masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan dan kemudian sholat asar dan merebahkan badannya sejenak.
Sementara ibunya sibuk merapikan tas yang berisi pakaian, untuk dikeluarkan dan dipisahkan, terutama seragam yang akan dipakai Fira besok pagi.
Digantungnya di lemari setelah di setrika dengan setrika uap kecil yang sengaja ibunya bawa untuk merapikan pakaian setelah di keluarkan dari tas.
Fira tidak bisa tidur, disamping hari sudah sore, waktu yang kurang bagus untuk tidur, akhirnya dia hanya rebahan sambil memperhatikan ibunya yang sibuk mondar mandir, entah apa yang dilakukan.
Karena bosan dia melongo kejendela, dilihatnya ada taman dibelakang penginapan, dia melihat bunga bunga yang ditata rapi ditaman itu. Kemudian dia masuk untuk mengambil buku, dibukanya lembar lembar buku, sekedar untuk mengingat apa yang sudah dipelajari dalam dua bulan terakhir ini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.00 malam. Pintu kamar diketuk. Ternyata beliau adalah Pak Ahmad Guru Fira yang mengambil kamar depan kamar Fira. Ibu Fira yang membuka pintu.
"Bu, Sudah waktunya kita makan malam, kita makan dulu ya" suara Pak Ahmad.
"Baik Pak," kata Ibu.
"Fira kamu sudah siap", panggil ibu.
"Iya Bu," Akhirnya kami bertiga mengunjungi restoran yang disediakan oleh penginapan tersebut, kami memesan nasi goreng untuk tiga orang.
"Fira, besok jam Tujuh pagi kamu sudah harus siap ya, acara nya dimulai jam sembilan tetapi kita harus melakukan daftar ulang dan mengurus semuanya sebelum ujian dimulai" kata Pak Ahmad.
"Baik Pak" jawabku.
"Jangan lupa berdoa dan coba mengulang pelajaran malam ini, jangan diforsir, sekedar dibuka buka saja bukunya, untuk mengingat kembali, lebih banyak relaks untuk persiapan tenaga besok" lanjut Pak Ahmad.
"Baik
Ajang yang sangat ditunggu oleh siswa siswi SMA se Nasional sekarang sudah di gelar.
Fira berkali kali mondar mandir di ruang tunggu sambil sesekali meremas ujung kerudungnya.
"Kamu gugup?" tanya ibunya.
"Iya Bu," jawab Fira.
__ADS_1
"Yakin dan berdoa, ambil nafas pelan dan relax, kamu pasti bisa" nasehat ibunya.
Akhirnya nama dia dipanggil, Fira masuk untuk mengambil tempat duduk yang sudah disediakan, melihat sekeliling ruangan yang luas dengan banyak sekali peserta, dan para pengawas dan juri.
Dia duduk diberikan soal soal untuk dikerjakan, ada pilahan ganda dan esay, semua dikerjakan dengan penuh teliti dan hati-hati, soal soalnya menantang dan penuh kejutan.
120 menit waktu yang diberikan sudah berlalu, dan Fira pun sudah menyelesaikan semua soal soal dengan sempurna.
Semua peserta satu persatu meninggalkan ruangan untuk menunggu hasil pengumuman.
Mereka istirahat ditempat yang sudah disediaka.
3 Jam waktu menunggu, akhirnya seluruh peserta dipanggil untuk masuk ke ballroom untuk menyaksikan pengumuman sekaligus penyerahan hadiah.
Semua menunggu dengan harap harap cemas, sampai akhirnya Fira kaget saat nama dia disebut sebagai juara satu pemenang lomba matematika.
Fira kaget langsung sujud syukur dan ibunya memeluknya dengan air mata kebahagiaan, serta Pak Ahmad menepuk pundaknya, tanda bangga dengan prestasi Fira.
Dia naik Podium sambil tersenyum kebahagiaan, tidak sia sia kerja kerasnya selama ini.
Dia mendapatkan medali emas dan hadiah uang senilai tuju juta Rupiah.
Selesai seluruh acara mereka kembali ke penginapan.
Sampai dipenginapan mereka langsung merapikan semua barang barang kemudian mereka langsung menuju stasiun kereta api untuk kembali ke daerah.
Sampai dikost hari sudah larut malam Fira langsung istirahat, Kelelahan membuat nya tidak bisa menahan kantuk.
Ibunya memandanginya dengan senyum yang mengembang.
"Ya Allah, terimakasih engkau anugerah kan aku anak yang sangat istimewa, walaupun engkau ambil suami dari sisiku tetapi engkau menggantinya dengan permata hati yang sangat luar biasa," bisik ibunya didalam hati.
Pagi menjelang saat ibunya sudah mempersiapkan menu sarapan dan pakaian Fira.
"Ahh ibu aku bisa ambil sendiri, tidak usah dimanjakan begini" ucapku pada ibu
"Sesekali ibu pengen memanjakan anak ibu tidak apa-apa kan!" jawab ibunya
"Terimakasih ya Bu!" ucap Fira lagi.
"Untuk apa" tanya ibunya
"Untuk semua doa yang ibu panjatkan, untuk perhatian ibu, untuk semangat ibu mencari nafkah!" kataku lagi.
"Sama sama sayang, Terimakasih juga karena kamu sudah menjadi anak yang manis buat ibu." jawab ibunya.
__ADS_1
"Sudah sana sarapan nanti kamu kesiangan!" kata ibunya lagi.
Tanpa berkata-kata Fira melahap makanan yang disediakan ibunya.
"Ibu nanti siang langsung berangkat lagi ya!" kata ibunya lagi.
"Secepat itukah?" tanya Fira.
"Iya sayang nggak enak sama majikan ibu" ucap beliau sambil tersenyum.
"Baiklah Bu, kalau begitu kunci kamar tolong nanti diselipkan diatas pintu ya Bu" pesanku.
"Hemmm " jawab ibunya sambil tersenyum.
Fira mencium tangan ibu nya kemudian berangkat. Dia memandangi medali nya sekali lagi, kemudian berbalik ke pintu untuk berangkat.
Sementara ibunya memandanginya sampai tidak kelihatan.
Fira melangkah dengan ringan, hatinya masih diselimuti kebahagiaan.
Sesampainya disekolah, dia langsung menuju kelasnya, dikelas sudah ramai teman temannya banyak yang membicarakan kemenangan nya ada yang memberikan selamat. Ada yang riuh pengen mendengar cerita Fira.
Tiba tiba dia dipanggil ke ruang kepala sekolah.
Bu Mila menunggunya diruang kepala sekolah. Sesampainya diruang kepala sekolah dia sudah diberikan senyuman oleh Bu Mila.
"Selamat ya Fira, kamu sudah menjadi juara, kamu sudah mengharumkan nama sekolah" kata Bu Mila sambil menjabat tangan Fira.
Fira membalas dengan senyuman dan anggukan kepala kepada Bu Mila.
"Dan ini ada hadiah yang diberikan kepada kamu dari sekolah, kamu pantas menerimanya." kata Bu Mila sambil memberikan amplop putih.
"Bukalah" kata Bu Mila sambil tersenyum.
Fira dengan ragu membukanya, dia perlahan lahan membacanya. Dan ternyata isinya beasiswa sampai akhir sekolah dan undangan beasiswa beberapa perguruan tinggi Negeri.
Fira membaca sambil berkaca kaca, tidak percaya, kemudian Fira menghambur mencium tangan Bu Mila.
"Terimakasih Bu, ini sangat berharga buat saya," kata Fira sambil terbata bata.
"Ibu tahu, kamu sangat ingin kuliah, makanya ibu mengajukan ke beberapa Fakultas terbaik, untuk mendapatkan beasiswa. karena kamu memang pandai, Tetap semangat dalam berprestasi jangan kendor dan jangan kecewakan ibu ya." ucap Bu Mila lagi.
"In syaa Allah, saya akan berusaha untuk tidak mengecewakan ibu, dan selalu mengingat pesan ibu ini. sekali lagi terimakasih Bu." ucap Fira
"Sama sama, kamu bisa kembali ke kelas." kata Bu Mila.
__ADS_1
"Baik Bu" jawab Fira.
Sambil berjalan Fira tidak berhenti bersyukur atas pencapaian yang diterimanya.