
Fira gadis polos yang penuh dengan kejutan.
Berharap suatu saat dia akan membalas segala perbuatan ayahnya yang sudah meninggalkannya dan membuangnya demi keegoisan nya sendiri.
"Lihatlah ayah, anakmu yang dulu engkau sia-siakan dan engkau tinggalkan begitu saja, kelak akan menjadi anak yang kau cari-cari keberadaannya." bisik Fira dalam hati sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Air mata kesedihan kadang masih mengalir di setiap malam nya, penyesalan dan sakit hati.
Hari-hari dia lalui hingga akhirnya dia akan meninggalkan sekolah nya. Sekolah yang sudah memberikan arti hidupnya selama tiga tahun ini. Dan kamar kost yang sudah memberikan ketenangan selama tiga tahun ini.
...Akhir dari perjalanan pendewasaan diri penempaan dalam mencari jati diri. SMA adalah masa masa indah dalam fase kehidupan remaja. Apabila mampu menjalani dengan baik dan positif akan berakhir pada pencapaian target terbaik. Apabila salah langkah akan menjadi akhir pencarian yang penuh penyesalan....
Itu dia tulis dalam diary nya, yang akan dia simpan kelak saat dia merindukan masa remaja, dia akan mengingatnya.
"Pagi Fira," sapa Bu Pur.
"Pagi Bu,,, hari ini beda sekali kamu" kata Bu Pur lagi.
"Iya Bu, saya sedih dan juga senang hari ini" jawabku lagi.
"Kenapa mau berangkat sekolah kok sedih dan senang" selidik Bu Pur.
"Iya Bu, sedih karena sebentar lagi harus berpisah dengan teman teman dan Bu Pur juga, senang karena saya akhirnya bisa lulus dengan baik dan bisa masuk perguruan tinggi" jawabku muram.
"Fira," panggil Bu Pur sambil menghadap kan badannya kearah ku.
"Hidup itu memang seperti itu, ada pertemuan ada perpisahan, dan setiap pertemuan pasti ada cerita dan setiap perpisahan pasti ada kesedihan, tetapi itu membuat kita bijak dalam menyikapi nya, seperti kalian yang setiap tahun harus silih berganti mengisi kamar-kamar dirumah ibu ini, dan setiap itu pula kadang ada kesedihan dihati ibu." ucapnya sambil tersenyum.
Fira tersenyum mendengar nasehat Bu Pur, yang sudah dia anggap sebagi ibu kedua nya. Beliau sangat baik selama Fira kost disini beliau tidak pernah sekalipun marah kepada anak-anak, kecuali untuk anak yang bandel beliau akan tegas bertindak. Bahkan beliau tidak segan mengeluarkan anak yang membawa pengaruh buruk dalam pergaulan. Seperti anak yang suka keluyuran tidak jelas, anak yang suka pacaran dan lainnya.
"Terimakasih Bu, selama Fira tinggal disini sudah sering merepotkan ibu, dan juga terimakasih atas segala kebaikan ibu, Fira akan selalu bawa nasehat ibu saat Fira nanti kost di tempat kuliah." kataku sambil berkaca-kaca kemudian memeluk Bu Pur.
__ADS_1
"Ahhhh, kamu bikin ibu sedih saja, sudah melow nya ayo berangkat, nanti kesiangan" kata Bu Pur mengalihkan pembicaraan.
"Iya Bu, hari ini jadwalnya cuma perpisahan dan penerimaan ijazah, pasti agak santai" kataku sambil mengelap air mata yang hampir meleleh.
Kemudian aku pamit pada Bu Pur, sambil mencium tangannya, begitulah sudah menjadi kebiasaan ku selam dikost setiap bertemu dengan Bu Pur selalu salam takzim.
Aku langkahkan kakiku menuju sekolah dengan agak santai. Aku ingin menikmati hari-hari terakhir aku disekolah. Setiap inci jalan yang aku lalui aku pandang aku nikmati, karena setelah ini entah aku akan bisa kesini lagi atau tidak. Aku pasti akan sibuk dengan tempat baru dan kegiatan baru.
Aku hirup aroma pagi, bau wangi nasi pecel Mak Inah yang setiap hari berdagang disamping sekolah. Gerobak bakso Mang Ujang yang aku lewati setiap hari, yang kadangkala aku mampir untuk mengisi perut.
Sampai dibelokkan menuju gerbang sekolah, tempat-tempat dimana Gadis dulu menggangguku, aku berhenti sejenak aku pandangi aku perhatikan setiap detilnya dan juga mengingat kelakuannya aku tersenyum. Kini aku merindukan dia.
Sampai tempat dimana aku bertemu Rinto dan setiap kejadian-kejadian dengan nya seperti siluet yang membayang dalam otakku.
Aku tersenyum membayangkan semuanya. Ternyata jika kita memaknai setiap kejadian membuat kita menemukan sisi lain dari setiap kejadian itu sendiri.
Di pintu gerbang sekolah Rani sudah menungguku, dia berlari ke arahku kemudian menubruk kan badannya ke badanku dia memelukku erat. Sambil sesenggukan menangis. Aku kaget pasti ada kejadian yang membuat dia sangat sedih. Sudah menjadi kebiasaan nya setiap ada masalah dirumah pasti dia akan berlaku seperti ini padaku. Aku sepontan. memeluknya dan menenangkannya.
"Aku sedih kita akan berpisah" Sambil sesenggukan.
"Lho memangnya kamu mau kita disini terus," tanyaku.
"Kok kamu tidak sedih mau berpisah dengan aku" sanggah Rani dengan agak kesal
"Kalau kita tidak berpisah itu namanya kita tidak lulus sekolah" kataku lagi sambil terkekeh.
"Ahhhhh Fira, kamu jahat, kenapa tidak sedih,?" tanya dia lagi
"Aku sedih, pasti aku sedih, tetapi kita kan masih bisa berteman, masih bisa kirim surat, atau masih bisa telepon, dan aku masih bisa main kerumahmu kalau lagi libur" kataku lagi.
"He he he," jawab dia
__ADS_1
"Aku senang lihat kamu tersenyum, sudah jangan sedih kita sudah lulus kan, kita nikmati saja hari ini, hari terakhir kita disekolah kalau perlu sampai sore" kataku menghibur Rani.
Sejujurnya aku sedih meninggalkan sekolah ini, sekolah yang penuh kenangan.
Acara perpisahan sekolah diadakan dengan sangat meriah, ada band lokal yang menghibur kami.
Ada beberapa murid yang senang menyanyi menyumbangkan lagu.
Aku lihat Devi teman Gadis sedang naik panggung untuk menyumbangkan lagu. Aku begitu menikmati setiap acara, aku ingin santai dengan menikmati setiap sudut sekolah.
Sambutan dari kepala sekolah, yang intinya berbangga dengan kelulusan kami, dan juga nasihat-nasihat untuk kami. Agar menjadi anak yang berguna dimanapun kelak kami berkarya. Senantiasa menjaga nama baik sekolah. Dan jika suatu saat nanti ada waktu kami diminta berkunjung ke sekolah. Dengan membawa kesuksesan.
Sampai diakhir acara, ada teman kami Dika dia memang menggemari musik dan aktif di kegiatan ekskul musik disekolah, dia naik panggung sambil membawa gitar dan mulai memetik gitar untuk menyanyikan lagu kemesraan yang pernah dipopulerkan dan dinyanyikan oleh Iwan Fals. Suaranya yang merdu membuat kami terbawa suasana ditambah hati kami yang memang lagi sedih pas banget. Sampai di Reff nya kami bergandengan tangan ikut menyanyikan lagu itu.
Kemesraan ini janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini ingin ku kenang selalu
Hatiku damai jiwaku tentram disamping mu
Hatiku damai jiwaku tentram bersama mu
Lagu itu menggema di seluruh sekolah sambil kita bergandengan tangan. Seolah ada rindu untuk berpisah.
Terakhir kami saling berpelukan berganti an, saling melepaskan kangen dan saling meminta maaf dengan para teman terutama sahabat satu geng selama disekolah.
Dengan teman pria ada yang berpelukan ada yang berjabat tangan. Dengan guru pun demikian. Kami saling mengucapkan salam perpisahan dengan harapan kelak bisa bertemu kembali entah kapan.
Hari ini penuh air mata.
^^^Author sangat menghayati saat menulis ini membayangkan kejadian beberapa tahun lalu. Apa kabar teman SMA kangenkah kalian dengan teman-teman SMA^^^
__ADS_1