
Suara dering Telepong berbunyi, aku lirik layar ponsel nya ternyata Ibuku.
"Assalamualaikum Bu," jawabku dengan antusias.
"Waalaikum salam" jawab ibu
"Lagi ngapain anak ibu yang sholehah?" tanya ibuku.
"Lagi belajar Bu, Ibu tahu nggak? Aku akan ikut Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika Bu" kataku dengan antusias.
"Alhamdulillah, belajar yang rajin ya Nak, semoga kamu menang, kamu pasti bisa," kata Ibu.
"Tapi aku akan dapat kelas tambahan, nanti kalau aku tidak bisa kerja dirumah Bu Darjo bagaimana Bu?" tanyaku pada Ibu
"Fira, dengarkan ibu, sekolah mu lebih penting Nak, sebaiknya kamu tidak usah bekerja, biar ibu yang bekerja, kamu cukup belajar saja." ucap ibuku diseberang telephon.
"Benar Bu, tidak apa-apa kalau Fira tidak kerja" kataku lirih.
"Iya anak ibu yang cantik, apa ibu yang harus meminta izin pamit pada Bu Darjo," kata ibuku lagi.
"Kamu tidak usah menghawatirkan soal keuangan, karena Alhamdulillah hutang Ibu sudah selesai semuanya, jadi ibu sekarang hanya fokus untuk biaya kamu sekolah saja." Ibuku melanjutkan.
"Maafkan Fira ya Bu, ibu harus bekerja keras untuk Fira sekolah, maafkanFira yang sudah jadi beban ibu" kataku lirih.
"Heh heh, kenapa kamu, tidak ada anak yang menjadi beban orang tua, sudah kewajiban Ibu, sudah tidak ada waktu untuk bersedih, kamu harus semangat belajar, jangan sampai kecewakan Ibu." suara ibuku memberi semangat.
"Baik Bu,Fira tidak akan kecewakan Ibu" kataku lagi.
"Maaf, sudah dulu ya Bu, Fira mau pamit ke rumah Bu Darjo dulu kemudian belajar lagi." kataku.
"Iya, tapi jangan lupa makan ya" pesan ibu.
"Baik Ibu, ibu juga jaga kesehatan ya" pesanku.
"Iya sayang" jawab ibu sambil pamitan.
Sambungan telepon ditutup, aku merapikan Buku buku pelajaran, aku keluar kamar kost tujuanku adalah rumah Bu Darjo.
Di jalan tidak sengaja aku berpapasan denga ibu Zul.
Aku menegurnya untuk menghormatinya.
"Assalamualaikum Bu" sapaku
__ADS_1
"Waalaikum salam, Fira" jawab beliau.
"Fira," panggil beliau.
"Zul sudah hampir 6 bulan di penjara, kalau tidak ada halangan mungkin beberapa bulan lagi dia bebas, dia mau meminta maaf padamu Nak" ucap ibu Zul dengan hati hati.
"Ohhh iya Bu, saya sudah memaafkan Zul Bu, semoga Zul berubah ya Bu" jawabku.
Karena aku tidak ingin berlama lama akupun langsung pamit.
Aku bergegas ke Rumah Bu Darjo.
"Assalamualaikum" panggil ku.
"Waalaikumsalam"Masuk Fira," jawab Bu Darjo.
Aku masuk langsung kebelakang mulai semua pekerjaan dan berharap segera menyelesaikan nya.
"Apa kabarmu Fir, ?" suara Bu Darjo yang tiba-tiba mengejutkan aku yang tengah sibuk mencuci.
"Baik Bu!" jawabku.
"Ini ada baju baju Mba Lana, sudah kekecilan, bawa ya semoga masih bisa kamu manfaatin!" kata Bu Darjo lagi.
"Iya, Bu, Terimakasih banyak, tolong sampaikan kepada Mba Lana," jawabku, kemudian terus melanjutkan pekerjaan ku.
"Ok" jawab Bu Darjo sambil melingkarka jari telunjuk dan jempol.
Selesai semua pekerjaan aku langsung menghadap Bu Darjo. Aku ketuk pintu kamarnya pelan.
"Masuk," terdengar suara dari dalam.
"Iya Fir, masuklah, ada apa?" tanya Bu Darjo.
Aku dudukkan badanku di lantai, kemudian aku melihat Bu Darjo, akumulai mengungkapkan maksudku.
"Bu, saya mau mengundurkan diri!" kataku.
"Lho kenapa? kamu ada masalah? kalau ada masalah bicarakan? jangan mengundurkan diri begitu!" cecar Bu Darjo.
"Tidak Bu, saya tidak ada masalah, saya juga betah selama ini bekerja dengan Ibu, cuma saya sekarang sudah kelas tiga, ada beberapa kelas tambahan yang harus saya ikuti di sore hari, jadi saya memutuskan untuk fokus belajar saja dulu." kataku menjelaskan.
Bu Darjo mengangguk anggukan kepala kemudian terdiam sejenak.
__ADS_1
"Oooo begitu, kalau alasanmu itu Ibu tidak bisa mencegahmu, kamu memang masih sekolah jadi sekolahmu harus diutamakan." jawab Bu Darjo.
"Baiklah, kalau begitu, tetapi pekerjaan mu hari sudah selesai kan." tanya Bu Darjo lagi.
"Sudah Bu, semuanya sudah beres" jawabku.
Kemudian Bu Darjo melangkah menuju lemari pakaian.
"Ini gaji mu dan ini ada sedikit tambahan buat pesangon mu, terimakasih ya kamu sudah membantu ibu selama ini, dan semoga kamu sukses kelak." kata beliau.
"Saya yang berterima kasih Bu,karena Ibu sudah mau mempekerjakan saya selama ini, saya juga mohon maaf kalau ada kesalahan selama saya disini Bu!"
ucapku sambil berpamitan.
Beliau mengusap kepala ku lembut, aku tidak akan melupakan segala kebaikan beliau selama ini. Hampir dua tahun aku bekerja dirumah beliau, tidak pernah sekalipun beliau berkata yang menyakitkan. Bahkan beliau menganggap aku seperti anaknya sendiri.
"Alhamdulillah, selesai sudah tanggung jawabku hari ini," batinku.
Aku bergegas pulang ke kost, melaksanakan sholat asar, dan kemudian berkutat lagi dengan latihan latihan soal. Satu persatu soal ujian yang ada di buku aku baca, aku cermati dan aku kerjakan dengan teliti.
Tidak terasa waktu sudah mulai magrib. Ku jalankan kewajiban ku, kemudian makan malam, kebetulan tadi dibawakan lauk sisa dari rumah Bu Darjo, Alhamdulillah aku makan dengan lahap, kemudian berkutat dengan pelajaran lagi.
Waktu menunjukan pukul 9 malam. aku rapikan buku-buku pelajaran besok pagi, aku regangkan otot otot punggungku yang mulai pegal, kemudian aku melangkah ke kamar mandi, aku baru ingat kalau aku belum sholat Isak.
Selesai semua waktunya tidur, kasur tipis yang senantiasa menemaniku selam hampir dua tahun ini, sudah membuatku nyaman untuk melepas lelah dan menyiapkan tenaga esok hari.
"Bismillah" tidak terasa aku pun terlelap.
Suara azan subuh memanggil, dengan mata yang masih ngantuk aku paksakan untuk kekamar mandi berwudhu dan tidak lupa menanak nasi. Dan memasak lauk untuk hari ini.
Mandi kemudian sarapan Nasi dan telor balado yang baru matang, aku memakai baju putih abu-abu dan kerudung putih, aku merapikan seragamku dikaca.
Sambil memandang wajahku dalam ke kaca, aku senyum sendiri, membayangkan wajah Rinto,
"Ihhh Fira, apa kamu jatuh Cinta, jangan berkhayal" kataku pada diri sendiri.
Aku mengingat kembali kata katanya untuk mengosongkan hatiku untuknya pada saatnya tiba nanti, "Ah sudahlah, fokus pada tujuan Fira, tujuan, dan tujuan" kataku sambil menghembuskan nafas.
Waktu masih pagi saat aku berangkat, masih ada empat puluh lima menit sebelum bel masuk sekolah berbunyi. aku sudah mulai melangkahkan kaki ke sekolah. Jarak dari kost ke sekolah hanya memakan waktu sepuluh menit.
Sengaja aku datang pagi karena tujuanku adalah perpustakaan, sambil menunggu jam pelajaran dimulai sedianya aku akan mencari buku-buku yang bisa buat referensi belajar ku.
.
__ADS_1