Cita Cita Ku Bukan Khayalan

Cita Cita Ku Bukan Khayalan
Bab 7. Dipenjara


__ADS_3

Akhirnya Bu Nur mengantarkan Fira ke RS setempat untuk menjalani Visum dan kemudian mengantarkan Fira ke kantor Polisi untuk melaporkan kejadian ini.


Rinto dan Ana ikut serta untuk menjadi saksi atas kejadian ini.


sementara di ruang kepala sekolah, Bu Mila memutar beberapa nomor telepon, dan itu nomor telepon Ibunya Fira, Bu Ratih.


"Assalamualaikum, selamat siang Bu Ratih" sapa Bu Mila setelah panggilan telepon tersambung.


"Saya Bu Mila Kepala Sekolah Elfira Maulani, ada sedikit masalah denga Elfira, apa ibu bisa pulang sekarang?" kata Bu Mila.


"Baik Bu, saya tunggu," tutup Bu Mila lagi.


Bu Mila memang tahu bagaimana keadaan Fira yang jauh dari kedua orang tuanya, itu yang membuat Bu Mila salut pada Fira selain Pintar juga mandiri, sangat memahami keadaan orang tuanya.


***


Sementara Bu Ratih, ibu Fira nampak terkejut dan terburu buru berkemas untuk pulang, setelah meminta izin pada majikannya dia bergegas ke terminal Bis, dan memesan tiket Bus, untuk segera pulang.


Dengan jarak 12 jam perjalan membuat ibu Ratih tidak berhenti memikirkan Fira.


"Ya Allah, semoga Fira baik baik saja"


Berkali kali di tekan nomor Fira tetapi tidak diangkat hpnya, membuat Bu Ratih makin gelisah.


Dicoba lagi menghubungi Fira tapi masih nada sambung yang belum terjawab.


Setelah kesekian kali Fira baru menjawab telepon Bu Ratih.


***


"Assalamualaikum" suara Fira terdengar


"Waalaikum salam" Fira Alhamdulillah akhirnya tersambung juga," kata Bu Ratih.


"Fira ibu dalam perjalanan pulang, sebenarnya ada apa Fira kenapa Bu Mila menelpon ibu untuk pulang, ada masalah apa? apa kamu berbuat ulah? apa kamu nakal nak?" tanya Bu Ratih dengan tidak sabar.


"Tidak Ibu, nanti ibu sampai baru Fira ceritakan, yang penting ibu sampai dulu" jawab Fira


"Ibu hati hati dijalan, Fira baik baik saja tunggu ibu sampai nanti cerita nya." lanjut Fira

__ADS_1


"Baiklah, yang penting ibu sudah mendengar suaramu kamu baik, Alhamdulillah, kamu baik baik ya Nak disana, kemungkinan ibu sampai sudah malam, sebaiknya kamu tidur dulu jangan menunggu ibu, nanti kalau sudah sampai ibu bangunkan," kata beliau lagi.


"Iya Bu," jawab Fira.


Ditutup telepon nya, Fira merasa sangat lelah hari ini, dia harus ke Rumah sakit, kemudian juga dia harus ke Kator Polisi untuk membuat laporan.


Kejadian dan apa yang harus dilakukan hari ini sangat menguras emosi dan tenaganya. membuat Fira sangat lelah.


Tidak terasa dia tertidur juga setelah selesai sholat asar.


Fira kaget mendengar suara adzan magrib, "Astaghfirullah, aku tertidur," dia bergegas menjalankan kewajiban shalat magrib dan kemudian dia mulai membuka buka bukunya.


Tetapi dia tidak bisa konsentrasi, pikirannya melayang kejadian dikantor Polisi tadi, akhirnya dia hanya membolak balik buku itu.


Walaupun besok hari Minggu tetapi sudah jadi kebiasaan Fira untuk tetap belajar. Mengisi waktu karena dia tinggal sendiri jadi apa yang bisa dia lakukan kecuali belajar.


Serangkaian pertanyaan harus dia jawab dengan tepat dan baik, kalau tidak itu bisa membuatnya kesulitan.


Keluarga Zul bukan keluarga biasa dia termasuk keluarga terpandang, sebenernya ada sedikit ketakutan dalam dirinya akan serangan balik keluarga Zul.


"Ya Allah, lindungi aku,"


"hanya Engkau yang aku punya" bisik Fira dalam hati .


***


Bapak Zul merasa sangat malu selain dia seorang ustadz dia juga tokoh masyarakat yang dia tahu Zul itu anak baik walaupun sering keluyuran, dia tidak tahu kalau Zul juga preman, semua kelakuan buruk anaknya terungkap setelah dilaporkan Polisi.


"Kamu sungguh membuat ayah malu " kata Bapak nya


"Maaf Bapak, Zul khilaf" akunya sambil tertunduk lesu dengan segala penyesalannya, yang telah merusak nama baik keluarga.


Bapak Zul keluar kantor Polisi dengan perasaan marah, dengan geramnya dia hampir saja memaki anaknya sendiri. Sampai akhirnya dia istighfar, dia sadar ini adalah cobaan.


***


Hampir lewat tengah malam Fira masih belum tidur karena menunggu ibunya yang pulang, sebentar sebentar dia melihat hpnya tidak ada panggilan masuk, dia sangat khawatir karena hari sudah sangat larut.


Sambil memainkan hp yang ada ditangannya, tiba tiba terdengar ketika pintu yang sangat pelan,

__ADS_1


"Assalamualaikum" terdengar suara salam setengah berbisik.


"Waalaikum salam"sahut Fira, itu pasti ibu bisiknya.


Dan betul ternyata itu adalah ibu Ratih,ibunya Fira yang datang. dia terus memeluk anaknya menumpahkan kangennya, kemudian Fira mengajaknya masuk ke kamar kost nya, ibunya nangis terharu pada putrinya teringat semua masa lalunya yang membuat putrinya harus menderita seperti ini.


"Ibu sehat?" tanya Fira


"Alhamdulillah sehat Nak, kamu gimana?" sini duduk coba ceritakan sama Ibu ada apa?"


"Ibu istirahat dulu kan capek perjalanan jauh,"kataku


"Ibu tadi sudah tidur di Bis, ibu pengen kamu ceritakan dulu, kan ibu harus kesekolah menghadap Bu Mila"


Setelah aku suguhkan minum dan duduk sejenak, aku melihat ibu sudah siap mendengarkan cerita ku.


"Cerita lah Nak" kata ibuku


Mulailah mengalir cerita di hari yang menegangkan yang hampir saja menghancurkan masa depanku.


Ibuku mendengarkan sambil meneteskan air mata, berulang kali beliau istighfar, sambil mengusap air matanya, dan mengelus kepalaku.


"Maafkan ibu sama ayahmu Nak, ini semua karena kesalahan ibu sama ayah yang tidak bisa menjagamu, melindungimu, mengayomimu, maafkan kami." bisik ibuku sambil terisak. Ada penyesalan disana dilubuk hatinya.


"Tidak Ibu tidak bersalah , kalau ada orang yang patut dipersalahkan adalah ayah." kataku.


"Tapi ini memang takdir Fira Bu, Ibu jangan sedih, Fira iklas menerima takdir ini, Fira hanya minta doa ibu, supaya Fira bisa meraih cita-cita Fira, Bu" kataku sambil tersenyum.


"Sudah malam mari kita istirahat Bu," ucapku


Sambil merapikan bantal untuk ibu istirahat, kami tidur bersama diatas kasur yang kecil, sambil bercerita cerita, tidak terasa aku terlelap.


Sementara Ibu terus memandangi ku, maafkan ibu nak terpaksa ibu meninggalkan kamu sendirian disini, seperti apa rupanya ba**ngan yang sudah hampir menodai putriku, geram ibu.


Bagaimanapun orang tua tidak akan rela anaknya diperlakukan buruk oleh orang lain.


Malam semakin larut, dan Bu Ratih pun akhirnya terlelap juga, harus mengumpulkan tenaga buat besok pagi, pikirnya.


***

__ADS_1


Sementara dikantor Polisi, Zul sudah mendekam di sel tahanan, dengan segala penyesalannya, dia terus meratapi nasibnya, yang telah berbuat kebodohan selama hidupnya.


Dalam hati nya sebenarnya dia sangat mengagumi Fira, tetapi dengan perbuatannya ini pasti akan membuat Fira membencinya.


__ADS_2